UNTUK INDONESIA
Teten Masduki: Baru 0,73% Koperasi Punya Website
MenkopUKM, Teten Masduki mengatakan, baru sekitar 0,73% atau 123.048 unit dari jumlah koperasi aktif yang sudah memiliki alamat website.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam acara Peluncuran Digitalisasi Laporan Keuangan bagi UMKM, Anggota Koperasi Simpan Pinjam - Koperasi Kredit Obor Mas Maumere. (Foto:Tagar/KemenkopUKM)

Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, baru sekitar 0,73% atau 123.048 unit dari jumlah koperasi aktif yang sudah memiliki alamat website. Oleh sebab itu, digitalisasi Koperasi dan UMKM menjadi salah satu agenda prioritas KemenkopUKM untuk mencapai efisiensi dan efektivitas layanan koperasi tanpa harus merubah nilai-nilai dasar koperasi.

Siapa yang bisa mengikuti perkembangan zaman, akrab dengan industri 4.0 dimana salah satunya digitalisasi maka ia atau usahanya akan maju dan berkembang.

Hal ini, diungkapkan Teten dalam acara Peluncuran Digitalisasi Laporan Keuangan bagi UMKM, Anggota Koperasi Simpan Pinjam - Koperasi Kredit Obor Mas Maumere. 

Teten MasdukiMenteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dengan Anggota Koperasi Simpan Pinjam - Koperasi Kredit Obor Mas Maumere. (Foto:Tagar/KemenkopUKM)

Menurut Teten, Saat ini merupakan zaman digitalisasi hampir di segala bidang. Karenanya, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) harus bertransformasi ke ekonomi digital.

“Siapa yang bisa mengikuti perkembangan zaman, akrab dengan industri 4.0 dimana salah satunya digitalisasi maka ia atau usahanya akan maju dan berkembang,” kata Teten berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tagar Minggu, 25 Oktober 2020.

Turut hadir mendampingi Teten dalam acara di Maumere itu Direktur Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Supomo, Deputi Pengawasan Kemenkop dan UKM, Acmad Zabadi, dan staf ahli Menkop dan UKM, Riza Damanik.

Menteri Koperasi dan UKMMenteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam acara Peluncuran Digitalisasi Laporan Keuangan bagi UMKM, Anggota Koperasi Simpan Pinjam - Koperasi Kredit Obor Mas Maumere. (Foto:Tagar/KemenkopUKM)

Teten melanjutkan, mereka yang terhubung ke dalam ekosistem digital terbukti lebih memiliki daya tahan di tengah pandemi Covid-19. “Tantangan terbesar kita, minimnya koperasi yang memanfaatkan ekosistem digital ini dalam pengelolaan koperasinya,” ucapnya.

Teten menegaskan, transformasi digital perlu kolaborasi antar pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas dan media. Hal tersebut adalah pilar pentahelix yang perlu visi sama untuk mendorong masyarakat koperasi memasuki ekosistem digital.

“Hari ini kita menyaksikan salah satu implementasi digitalisasi koperasi yaitu peluncuran digitalisasi laporan keuangan di KSP Kopdit Obor Mas. Saya mengapreasiasi karena selain memfasilitasi pembiayaan murah ke anggota, KSP Kopdit Obor Mas juga selalu melakukan gebrakan digitalisasi bagi anggotanya,” kata Teten.

Sebelumnya, KSP Kopdit Obor Mas telah meluncurkan aplikasi KSP Kopdit Obor Mas. Tahun 2020, KSP Kopdit Obor Mas juga telah mendapatkan pinjaman dari LPDB-KUMKM sebesar Rp 150 miliar, dan merupakan salah satu koperasi yang dipercaya untuk menyalurkan dana KUR.[]

Berita terkait
Teten Masduki: Hadapi Pandemi UMKM Harus Tahan Banting
Menkop UKM Teten Masduki, meminta semua pelaku UMKM di Indonesia agar sabar dan tahan banting dalam menjalankan usaha di tengah pandemi Covid-19.
Teten Masduki: Punya Sertifikat Halal Omzet UMKM Naik 8,5%
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, omzet UMKM yang difasilitasi pemerintah untuk dapat sertifikat produk halal naik 8,5%.
Penyebab UMKM Gagal Jualan Online Menurut Menteri Teten
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, kegagalan utama UMKM saat masuk pasar digital lantaran tidak sanggup penuhi permintaan pasar yang besar.
0
Teten Masduki: Baru 0,73% Koperasi Punya Website
MenkopUKM, Teten Masduki mengatakan, baru sekitar 0,73% atau 123.048 unit dari jumlah koperasi aktif yang sudah memiliki alamat website.