UNTUK INDONESIA
Terobos Daerah Terisolir Satgas Yonif Kostrad Evakuasi 20 Jenazah
"Saya perintahkan sebahagian anggota Satgas untuk melakukan patroli dan membuka jalan di desa yang masih terisolir tersebut," ungkap Gede Rama.
Prajurit Yonif PR 431/SSP berkekuatan 250 orang dipimpin Mayor Inf AA Gede Rama fokus melakukan pencarian korban dan pembersihan bangunan yang porak poranda. (Foto: Dok Satgas Yonzipur 8)

Palu, (Tagar 7/10/2018) - Lebih dari sepekan gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng), Desa Jono Oge Kabupaten Sigi, merupakan salah satu daerah yang masih terisolasi terang Dansatgas Bencana Alam satuan Yonif Para Raider 431/SSP Kostrad, Mayor Inf  AA Geda Rama, Sabtu (6/10/2018).

Desa Jono Oge merupakan salah satu desa yang terkena likuifaksi di mana tanah berubah menjadi lumpur karena sendimen yang kaya air terguncang hebat dampak gempa tsunami Palu-Sigi-Donggala. Tanah-tanah di sekitarnya terbelah dan mengeluarkan air besar dari dalam tanah.

Air kemudian menggulung dataran yang di depannya, menggerakkan tanah dari dalam dan menghanyutkan semua rumah dan sebagian daerahnya bergeser 3 km, lalu berganti dengan perkebunan jagung.

Pencarian KorbanPrajurit Yonif PR 431/SSP berkekuatan 250 orang dipimpin Mayor Inf AA Gede Rama fokus melakukan pencarian korban dan pembersihan bangunan yang porak poranda. (Foto: Dok Satgas Yonzipur 8)

"Saya perintahkan sebahagian anggota Satgas untuk melakukan patroli dan membuka jalan di desa yang masih terisolir tersebut," ungkap Gede Rama.

Pihaknya berharap Desa Jono Oge bisa segera dilakukan evakuasi korban karena saat ini sebahagian anggota Satgas masih fokus di Desa Petobo Atas Dan Petobo Bawah.

"Hingga petang tadi anggota berhasil mengevakuasi 20 mayat korban gempa di Desa Petobo atas dan Petobo Bawah dan langsung diserahkan ke Tim Basarnas," terang Alumni Akademi Militer tahun 2002 ini.

Prajurit Yonif PR 431/SSP yang berkekuatan 250 orang dipimpin Mayor Inf AA Gede Rama fokus melakukan pencarian korban dan pembersihan bangunan yang porak poranda. Di samping itu, prajurit TNI  juga terlibat dalam pendistribusian bantuan makanan dan obat-obatan kepada warga yang sangat membutuhkan.

Butuh Enam Esvakator

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, perlu enam eskavator amfibi untuk mengevakuasi korban yang tertimbun lumpur dari proses likuifaksi akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

"Untuk di wilayah yang mengalami likuifaksi, yaitu di Jono Oge di Kabupaten Sigi ini memerlukan eskavator amfibi karena lumpurnya masih basah, masih belum kering semuanya sehingga harus menggunakan eskavator amfibi sebanyak enam unit. Kalau tidak, akan kesulitan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers "Update Tanggap Bencana Sulawesi Tengah" di Kantor BNPB, Jakarta, Minggu.

Sutopo menuturkan, diperkirakan ada 366 unit bangunan rusak di Jono Oge, dan area yang terdampak oleh likuifaksi atau tertutup lumpur di daerah itu mencapai 202 hektar.
"Oleh karena itu, tim SAR (pencarian dan penyelamatan) memerlukan enam unit eskavator amfibi," tuturnya.

Dia menuturkan, kondisi lumpur basah menyebabkan sulitnya evakuasi korban di Jono Oge sehingga menurut data sementara sampai Minggu (7/10) pukul 13.00 WIB, baru 33 orang yang berhasil ditemukan, yakni 31 selamat dan dua meninggal dunia. Padahal data tersebut juga mencakup informasi bahwa tidak ada korban yang berhasil dievakuasi dari 4-6 Oktober 2018 di Jono Oge.

"Kita meminta kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mencari atau menyewa nantinya untuk eskavator amfibi, mungkin sulit mencarinya tapi kita berkejaran dengan waktu untuk penanganan bencana ini," tuturnya.

Wilayah yang terdampak likuifaksi antara lain Jono Oge, Balaroa, dan Petobo.

Sutopo menjelaskan, likuifaksi adalah fenomena yang terjadi ketika tanah yang jenuh atau agak jenuh kehilangan kekuatandan kekakuan akibat adanya tegangan, misalnya getaran gempa bumi atau perubahan ketegangan lain secara mendadak, sehingga tanah yang padat berubah menjadi cairan.

Pembersihan BangunanPrajurit Yonif PR 431/SSP berkekuatan 250 orang dipimpin Mayor Inf AA Gede Rama fokus melakukan pencarian korban dan pembersihan bangunan yang porak poranda. (Foto: Dok Satgas Yonzipur 8)

Syarat terjadinya likuifaksi adalah lapisan tanah berupa pasir, kerikil, batuan apung dan tidak lengket, bersifat lepas atau gembur; kedalaman muka air tanah tergolong dangkal atau kurang dari 10 meter dari permukaan tanah; goncangan gempabumi lebih dari 6 skala richter; durasi goncangan gempabumi lebih dari satu menit; serta percepatan gempa bumi lebih dari 0,1 g.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 51 alat berat dikerahkan untuk membantu dalam penanganan evakuasi korban dan pembersihan puing-puing bangunan dan longsor.

Sementara itu, bantuan alat berat lain masih dalam perjalanan yang didatangkan dari Balikpapan, Makassar, Poso, Jakarta dan daerah lain. []

Berita terkait
0
Bahaya Konsumsi Ciu untuk Kesehatan Tubuh
Ciu sudah dikenal di kalangan masyarakat luas, yang dampaknya sangat berbahaya jika sudah mengonsumsinya.