Terapi Musik di Siloam Hospitals, Sembuhkan Stroke Hingga Depresi

Kemenkominfo mengungkapkan, 19 persen wanita menempati posisi-posisi penting di lembaga tersebut. Angka itu akan terus bertambah ke depannya.
Ilustrasi terapi musik.(Foto:Tagar/Ist)

Jakarta - Ketika Anda mendengar musik atau memainkan musik, biasanya apa yang anda rasakan? Mood meningkat, bersemangat, lebih mudah berkonsentrasi, atau pikiran menjadi lebih tenang?

Tetapi, tahukah anda bahwa musik juga dapat digunakan sebagai terapi untuk pengobatan dengan kondisi tertentu? Adalah Jessica Hariwijaya, S. SN, NMT, terapis musik Siloam Hospitals Lippo Village, menjelaskan lebih rinci mengenai terapi musik lewat Instagram Live.

Siloam

Jessica Hariwijaya, S. SN, NMT, terapis musik Siloam Hospitals Lippo Village. (Foto:Tagar/Siloam)

"Musik terapi dapat menciptakan ruang untuk berkembang, memberikan kesempatan untuk berkomunikasi tanpa diperlukan kata-kata, dan menggariskan perbedaan antara Isolation dan Connection," tutur Jessica di awal sesi live edukasi Kesehatan, Rabu, 14 April 2021 melalui aplikasi Instagram.

Menurut Jessica, terapi musik sudah terbukti secara klinis mampu membantu menangani masalah kejiwaan yang berhubungan dengan penyakit emosional, kognitif, hingga masalah sosial. Lalu siapa saja yang sebaiknya mengikuti terapi musik?

Terapi musik dapat diikuti oleh orang yang mengalami berbagai masalah kesehatan mental, seperti ;

- Orang yang sering mengalami depresi dan trauma karena kejadian tertentu.

- Penderita Autisme atau anak berkebutuhan khusus

- Orang yang mengalami kerusakan otak, seperti stroke atau cedera otak traumatis.

- Penderita gangguan jiwa dan orang yang mengidap Dementia(pikun).

Jessica menjelaskan, lewat terapi musik, orang-orang tersebut dapat lebih peka terhadap emosi sekaligus membangun koneksi dengan orang-orang yang mereka sayangi.

Namun yang perlu diperhatikan jika anda melakukan terapi musik, handaklah perawatan tersebut dilakukan oleh terapis musik yang bersertifikat, dan bisa dilakukan secara individu maupun berkelompok. 

" Jadi syarat untuk menjadi seorang terapis musik, dia harus minimal lulusan sarjana musik," ungkap Jessica.

Lalu bagaimana terapi musik untuk orang yang mengalami kerusakan otak seperti stroke?

Bagi pasien stroke, terapi musik memiliki sejumlah manfaat yang berkaitan dengan peningkatan gerak tubuh, antara lain :

- Meningkatkan kemampuan daya ingat.

- Dapat memberikan relaksasi dan meningkatkan mood.

- Menstimulasi otak dan koordinasi gerak tubuh.

- Serta membantu pengalihan rasa sakit yang dialami pasien.

Jessica juga menerangkan, bahwa dalam banyak studi ditemukan bahwa fungsi otak dan motorik pasien stroke lebih meningkat ketika diberikan terapi musik dalam program rehabilitasi. 

Mereka yang menjalani terapi musik memiliki kontrol lebih baik terhadap perasaan depresi, gelisah, dan cemas dibandingkan yang tidak menerima terapi musik. Oleh sebab itu, terapi musik banyak direkomendasikan bagi pasien stroke ditengah menjalani pengobatan medis secara umum.

Terapi musik bagi pengidap Dementia

Bagi pasien dementia, terapi musik dapat menurunkan tingkat depresi dan kecemasan. Menurut Jessica, Istilah dementia digunakan untuk menggambarkan suatu sindrom atau kumpulan gejala akibat penyakit yang mengganggu daya ingat, daya pikir, daya orientasi dan kemampuan lainnya.

"Jika sebuah lagu dari masa lalu dimainkan, hal itu dapat membawa kembali kenangan yang berkaitan dengan masa lalunya. Namun penerimaan terhadap setiap pasien tidak dapat disamakan," tutur ahli terapis Jessica yang kesehariannya berpraktek di Siloam Hospitals Lippo Village. 

Sedangkan penurunan Sindrom sekecil apapun pada pasien demensia akan sangat berharga.

Lalu, bagaimana terapi musik bagi anak berkebutuhan khusus atau autisme?

Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kelemahan fisik, salah satunya adalah jari-jarinya terlalu rekat dan sulit dilebarkan. Dengan bermain piano, akan terlatih untuk membuka jarinya saat memainkan tuts piano.

"Bermain musik akan menghasilkan bunyi-bunyian, dan inilah yang menarik perhatian anak-anak spesial," sebut Jessica melalui live Instagram.

Hasil dari nada yang dimainkan bisa menimbulkan rasa emosi, mereka pun mudah bergolak. Mulai dari tenang hingga marah yang meledak-ledak.

"Dengan memainkan lagu yang disukainya, banyak dari mereka merasa nyaman dan bahagia," tegas Jessica.

Layanan terapi musik telah tersedia di Siloam Hospitals Lippo Village dengan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu ke dokter spesialis rehabilitasi medik untuk dapat diberikan rujukan agar dapat mendapatkan terapi musik. []

Berita terkait
Lewat Lomba Menulis Surat untuk Kartini 2021, Kominfo Ajak Jaga Ruang Digital
Kemkominfo mengajak generasi muda menjaga ruang digital, menghindari cyberbullying, hoaks, disinformasi juga penipuan secara online.
Kominfo dan Badan Geologi Uji Coba SMS Blast dan Siaran TV Kebencanaan
Kemkominfo dan Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan uji coba Penyebarluasan Informasi Kebencanaan Erupsi Gunung Api dan Geologi.
Kunjungi NTT, Menkominfo: Bencana Tak Hambat Pembangunan Infrastruktur TIK
Menteri Johnny menegaskan, bencana tak menghambat pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
0
Pemprov DKI Bangun Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Mending Bangun Tugu Ojek Online
Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengatakan, sebaiknya Pemprov DKI Jakarta membuat tugu ojek online ketimbang tugu sepeda.