Tekan Laju Covid-19, KAI Perketat Protokol Kesehatan

PT Kereta Api Indonesia atau KAI memperketat penerapan protokol kesehatan bagi penumpang yang akan melakukan perjalanan jarak jauh keluar daerah.
Penumpang kereta api jarak jauh. (Foto: Tagar/Brata)

Jakarta – Tekan penyebaran Covid-19 di Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperketat penerapan protokol kesehatan bagi penumpang kereta api jarak jauh karena peningkatan kasus Covid-19 di berbagai daerah.

Dalam hal ini, VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan hal tersebut dilakukan dengan mengacu kepada Surat Eedaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 35 Tahun 2021.

"Setiap pelanggan kereta api jarak jauh harus tetap menunjukkan surat negatif Covid-19 dari pemeriksaan Genose maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta apai atau hasil RT-PCR atau rapid test antigen maksimal 3x24 jam sebelum jadwal keberangkatan Kereta Api," kata Joni dalam pernyataan tertulisnya, Minggu, 20 Juni 2021.


KAI tetap melayani pelanggan dengan protokol kesehatan yang ketat dalam rangka mendukung konektivitas bagi masyarakat yang memerlukan.


Ia mengatakan penumpang yang berhak naik kereta api telah memenuhi persyaratan dokumen tersebut serta persyaratan lainnya seperti dalam kondisi sehat dan memakai masker dengan sempurna. Jika saat boarding didapati pelanggan tidak memenuhi salah satu syarat tersebut, kata Joni penumpang dilarang naik kereta api dan tiketnya dapat dibatalkan dengan pengembalian bea 100 persen.

Sementara bagi pelanggan yang bergejala Covid-19 saat di atas kereta maka petugas akan mengarahkannya ke ruang isolasi. "Pelanggan tersebut akan diturunkan di stasiun terdekat yang tersedia fasilitas kesehatan di stasiun tersebut," ujar Joni.

Dalam jaga jarak fisik, kata Joni, terus diawasi oleh petugas agar penumpang tetap dapat memosisikan diri pada tempat-tempat yang telah ditentukan. Lalu untuk memastikan sanitasi dan kebersihan penumpang tetap terjaga, Joni menuturkan, KAI menyediakan wastafel dan hand sanitizer di berbagai titik strategis.

Ia juga mengatakan kebersihan di stasiun maupun saat perjalanan kereta api juga diperhatikan dengan memastikan stasiun selalu dalam kondisi bersih dan steril dengan secara berkala disemprot disinfektan. Sedangkan untuk rangkaian kereta, dilakukan penyemprotan disinfektan dan pencucian pada bagian interior dan eksteriornya sebelum berangkat.

"Petugas juga dengan rutin membersihkan area interior kereta setiap 30 menit sekali dengan disinfektan," ucapnya.

Sementara itu KAI telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada 33 ribu pegawai atau 73 persen dari keseluruhan pegawai KAI dan anak-anak usahanya. Vaksinasi yang dilakukan secara masif tersebut untuk melindungi pekerja dan pelanggan KAI dari paparan Covid-19.

Saat ini, lanjut Joni, KAI menerapkan work from home (WFH) 100 persen bagi pegawai administrasi sejak 18-25 Juni 2021 untuk mencegah terjadinya klaster perkantoran.

“KAI tetap melayani pelanggan dengan protokol kesehatan yang ketat dalam rangka mendukung konektivitas bagi masyarakat yang memerlukan," ujarnya. []

Berita terkait
Kereta Api Indonesia Permudah Pemesanan Tiket Lewat KAI Access
Kereta Api Indonesia memiliki aplikasi KAI Access menyediakan layanan penjualan tiket serta memberikan kemudahan lainnya.
Cara Berbagai Negara di Dunia Membuat Stasiun Kereta Aman
Setelah seorang anak lelaki berusia delapan tahun tewas ditabrak kereta ICE di Frankfut, Jerman, marak diskusi tentang keamanan di jalur kereta api
Apa Kabar Kereta Hidrogen Indonesia?
Dalam sebuah pertemuan di Berlin Juni 2019, PT KAI menyerahkan naskah MoU kepada Alstom selaku pembuat kereta hidrogen di Jerman
0
Tekan Laju Covid-19, KAI Perketat Protokol Kesehatan
PT Kereta Api Indonesia atau KAI memperketat penerapan protokol kesehatan bagi penumpang yang akan melakukan perjalanan jarak jauh keluar daerah.