Taswin Zakaria, Dirut Maybank dan Masalah Raibnya Uang Winda

Nama Bank Maybank Indonesia ramai menjadi perbincangan publik setelah mencuatnya kasus hilangny uang tabungan Winda lunardi senilai Rp 22 miliar.
Nama Bank Maybank Indonesia ramai menjadi perbincangan publik setelah mencuatnya kasus hilangny uang tabungan Winda lunardi senilai Rp 22 miliar. (Foto: Tagar|maybank.co.id|Taswin Zakaria).

Jakarta - Nama PT Bank Maybank Indonesia Tbk ramai menjadi perbincangan publik setelah mencuatnya kasus hilangnya uang tabungan milik atlet e-sport Winda Lunardi alias Winda Erl senilai Rp 22 miliar.

Direktur Utama Maybank, Taswin Zakaria angkat bicara mengenai raibnya dana nasabah. Menurutnya, pihaknya menghormati proses hukum yang saat ini tengah berjalan.

Sementara direksi Maybank dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, pihaknya tengah menjajaki beberapa opsi tata cara terkait proses penggantian uang tabungan nasabah. Salah satunya melalui upaya mediasi, yang didukung oleh Departemen Perlindungan Konsumen, Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagai nakhoda, Taswin Zakaria tentunya yang paling disibukkan dengan urusan ini. Nama bankir senior yang sudah puluhan tahun malang melintang di industri keuangan dan perbankan ini bukan nama baru di Maybank.

Mengutip dari laman wallmine.com, lulusan dari The Ohio State University telah lama berkecimpung di bidang keuangan. Taswin sudah 25 tahun berkarir di industri perbankan Indonesia dan asing.

Taswin memulai karir perbankannya di Citibank NA Jakarta sebagai Kepala Divisi Corporate Restructuring dan Project Finance dari 1992-1997. Sebelum mengemban jabatan CEO Maybank Indonesia, Taswin pernah menjadi Komisaris Independen PT Bank International Indonesia Tbk pada 2004. Setelah diakuisisi Malayan Banking Bhd (Maybank), BII berganti nama menjadi PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

Taswin juga pernah menjabat sebagai komisaris independen pada PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (anak perusahaan dari SATS Singapore) sejak 2005. Taswin juga pernah menjadi orang nomor satu di PT Indonesia Infrastructure Finance pada periode 2010 dan 2011.

Deretan jabatan prestisius di industri keuangan perbankan pernah diraih Taswin. Ia pernah menjadi direktur Barclays Bank Plc untuk Indonesia dan Kepala Regional Asia pada Alternate Capital Market/Islamic Finance (2001-2003).

Taswin juga pernah menjabat Vice President Deutsche Bank AG Jakarta dan Kepala Divisi Debt Capital Market dan Liability Risk Management dari 1997-2001. []

Berita terkait
Kronologi Kasus Tabungan 22 Miliar Winda Lunardi di Maybank
Awal mula kasus raibnya tabungan sebesar Rp 22 miliar milik atlet e-sport Winda Lunardi alias Winda Earl, yang tersimpan di Maybank Cipulir.
Raibnya Dana Nasabah Maybank, DPR: OJK Harus Mediasi
Winda Lunardi, nasabah Maybank berhak mendapatkan penyelesaian sengketa secara patut dan adil yang dijamin UU Perlindungan Konsumen.
Demi Nasabah, Raibnya Uang Winda Earl di Maybank Harus Ditelusuri
Kasus hilangnya uang atlet e-sport, nasabah Maybank harus segera ditelusuri untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat.
0
Hari Lahir Pancasila, Kemendagri: Naikkan Bendera Merah Putih Satu Tiang
Kemendagri meminta seluruh masyarakat menaikkan Bendera Merah-Putih satu tiang dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni.