UNTUK INDONESIA
Taspen Tambah Pencadangan 25 Persen, Ada Apa?
PT Taspen melakukan penambahan pencadangan menjadi Rp 5,3 triliun pada sepanjang 2019 guna mengantisipasi kebutuhan dana jangka panjang ASN.
Gedung Taspen. (Foto: portal-alamat.com)

Jakarta - PT Taspen (Persero) melakukan penambahan pencadangan menjadi Rp 5,3 triliun pada sepanjang 2019. Direktur Utama Taspen Antonius NS Kosasih mengatakan keputusan peningkatan pencadangan tersebut dilakukan guna mengantisipasi kebutuhan dana jangka panjang pembayaran pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN).

Besaran tersebut tumbuh 25,1 persen dibandingkan 2018 yang berjumlah Rp 4,2 triliun. "Pencadangan ini kami hitung dapat mencukupi pemenuhan kewajiban secara aman untuk 30 tahun ke depan," kata Kosasih.

Kosasih menuturkan pos anggaran pencadangan tidak akan digunakan untuk kegiatan apapun selain pengamanan pembayaran pensiun ASN. Selain itu, dia juga memastikan bahwa bujet yang dialokasikan itu merupakan langkah strategis perseroan dalam mengamankan bisnis perusahaan.

"Pencadangan ini tidak dibayarkan kepada siapa-siapa dan tidak ada biaya yang keluar. Ini pendekatan konservatif kami," tuturnya.

Baca juga: Raup Cuan 2019, Taspen Jajal Unit Investasi Syariah

Sebagai informasi, hingga tutup buku 2019, lembaga jasa keuangan milik negara itu diketahui membukukan laba sebesar Rp 394 miliar. Capaian tersebut tumbuh 42 persen dari periode yang sama 2018 dengan Rp 2717 miliar.

Adapun, aset Taspen juga mengalami pelonjakan 13,5 persen menjadi Rp 263, 2 triliun dari sebelumnya Rp 231,8 triliun.

Peningkatan laba dan aset perusahaan tersebut banyak ditopang oleh kenaikan pendapatan premi dan iuran sebesar Rp 9,06 triliun, atau tumbuh 12 persen dari posisi 2018 yang sebesar Rp 8,08 triliun. Hasil serupa juga dicetak oleh pendapatan lain-lain dari sebelumnya Rp 791 miliar menjadi Rp 1,1 triliun pada 2019.

Sementara itu, untuk pengelolaan investasi, Taspen menempatakan 67,5 persen dananya pada obligasi, 18,7 persen di deposito, 6,7 persen reksadana, 4,9 persen saham, dan 2,2 persen pada instrumen investasi yang bersifat langsung.

Terkhusus saham, PT Taspen mengklaim telah menghasilkan return sebesar Rp 3,5 triliun dalam lima tahun terakhir. Prestasi ini diperoleh perusahaan plat merah itu dari sejumlah emiten sehat yang masuk kategori LQ45.

Berikut adalah daftar lengkap portofolio saham Taspen periode 2015 hingga 2019.

  1. BBCA PT Bank Central Asia
  2. BBRI PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
  3. TLKM PT Telekomunikasi Indonesia (Persero)
  4. BMRI PT Bank Mandiri (Persero)
  5. UNVR PT Unilever Indonesia
  6. ASII PT Astra International
  7. HMSP PT HM Sampoerna
  8. BBNI PT Bank Negara Indonesia
  9. ICBP PT Indofood CBP
  10. GGRM PT Gudang Garam
  11. UNTR PT United Tractors
  12. KLBF PT Kalbe Farma
  13. SMGR PT Semen Indonesia (Persero)
  14. INTP PT Indocement Tunggal Prakarsa
  15. INDF PT Indofood Sukses Makmur
  16. PGAS PT Perusahaan Gas Negara
  17. ADRO PT Adaro Energy
  18. MYOR PT Mayora Indah
  19. JSMR PT Jasa Marga (Persero)
  20. PTBA PT Bukit Asam
  21. AALI PT Astra Agro Lestari
  22. PWON PT Pakuwon Jati
  23. BSDE PT Bumi Serpong Damai
  24. BBTN PT Bank Tabungan Negara (Persero)
  25. SCMA PT Surya Citra Media
  26. ANTM PT Aneka Tambang
  27. WSKT PT Waskita Karya (Persero)
  28. CTRA PT Ciputra Development
  29. WIKA PT Wijaya Karya (Persero)
  30. MAPI PT Mitra Adiperkasa
  31. GIAA PT Garuda Indonesia (Persero)
  32. BJTM PT BPD Jawa Timur
  33. LSIP PT PP London Sumatra Indonesia
  34. PTPP PT Pembangunan Perumahan (Persero)
  35. WSBP PT Waskita Beton Precast
  36. TINS PT Timah
  37. BWPT PT Eagle High Plantations
  38. GMFI PT Garuda Maintenance Facility
  39. SGRO PT Sampoerna Agro
  40. ADHI PT Adhi Karya (Persero)
  41. WTON PT Wijaya Karya Beton
  42. HRUM PT Harum Energy
  43. WEGE PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
  44. PPRE PT PP Presisi
  45. BEST PT Bekasi Fajar Industrial Estate
  46. ISSP PT Steel Pipe Industry
  47. IPCM PT Jasa Armada Indonesia
  48. ERAA Erajaya Swasembada
  49. KRAS Krakatau Steel
  50. PPRO PT PP Properti Tbk
  51. SMBR Semen Baturaja. []
Berita terkait
Taspen Targetkan Pertumbuhan di Atas Industri
Badan usaha milik negara yagn bergerak dalam industri asuransi, PT Taspen menargetkan pertumbuhan di atas rata-rata industri pada tahun 2020.
Mau Dilebur dengan Asabri, Dirut Taspen: Kami Siap
Rencana pemerintah untuk melebur dua perusahaan asuransi berlabel BUMN PT Taspen (Persero) dan PT Asabri (Persero) masih terus bergulir.
Daftar Saham Taspen yang Diklaim Hasilkan Rp 3,5 T
PT Taspen (Persero) mampu membuktikan diri sebagai lembaga asuransi milik pemerintah yang berkinerja moncer pada sepanjang 2019.
0
Gara-Gara Corona, Tarif Listrik Tak Naik 3 Bulan
Kementerian ESDM memutuskan tidak akan menaikan tarif listrik (tariff adjustment) dalam tiga bulan ke depan lantaran virus corona.