UNTUK INDONESIA

Tak Punya Catatan Negatif, Kabareskrim Calon Terkuat Kapolri

Stanislaus Riyanta menilai, sosok Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi suksesor terkuat Kapolri Idham Azis.
Mayjen Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers (Foto: Humas Polri)

Jakarta - Pengamat intelijen dari Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta menilai, sosok Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi suksesor terkuat Kapolri Idham Azis.

Stanislaus mengatakan, Listyo memiliki rekam jejak (track record) sangat baik di kepolisian. Menurut dia, hal tersebut dapat menjadi modal bagi Kabareskrim menjadi Kapolri selanjutnya.

Ya memang calon terkuat, jika tidak ada pertimbangan usia kerja yang masih sangat panjang dan resistensi soal agama

"Komjen Listyo Sigit pernah bertugas di Solo dan Banten yang dapat dianggap sebagai basis muslim, dan menyelesaikan tugas dengan baik meskipun pada saat pertama kali bertugas di Banten sempat ada resistensi karena faktor agama," kata dia dihubungi Tagar, Minggu, 29 November 2020.

Dia berpandangan, selama bertugas, Kabareskrim tidak pernah memiliki catatan negatif. Bahkan, lanjutnya, Listyo sangat tegas dalam menjalankan tugasnya, hal itu terlihat dalam kasus Djoko Tjandra.

"Selama bertugas tidak ada catatan negatif yang mengganggu. Jabatan saat ini sebagai Kabareskrim cukup berani termasuk mengusut kasus Djoko Tjandra, bahkan memproses perwira tinggi bintang dua dan satu yang terlibat dalam kasus tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, jika tidak ada yang mempersoalkan agama yang dianut Listyo, sosok itu bisa disebut sebagai calon kuat orang nomor satu di Korps Bhayangkara.

"Sangat layak, bahkan bisa disebut sebagai calon terkuat, dengan mengesampingkan adanya resistensi faktor agama yang harusnya tidak perlu terjadi. Ya memang calon terkuat, jika tidak ada pertimbangan usia kerja yang masih sangat panjang dan resistensi soal agama," ucap Stanislaus.

Selain itu, kedekatan Listyo dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, diyakini menambah peluang untuknya menjadi Kapolri.

"Komjen Listyo Sigit sangat dekat dengan Jokowi karena pernah menjadi ajudan presiden, tentu sangat memungkinkan Komjen Listyo Sigit menjadi Kapolri," ucap dia.

Kemudian, dengan masa jabatan yang masih lama, sangat memungkinkan bagi Listyo melaksanakan program kerja jangka panjang di Polri.

"Dengan massa jabatan yang cukup panjang akan memudahkan pelaksanaan program kerja jangka panjang, ini perlu, dibandingkan yang massa kerja lebih pendek sehingga berpotensi perubahan kebijakan dalam waktu cepat akibat bergantinya Kapolri sebagai pengambil keputusan," ujar Stanislaus.[]

Berita terkait
Perekat Nusa: Pernyataan Napoleon Bawa Nama Kabareskrim Pesanan
Theo Cosner Tambunan menilai tudingan mantan Kadiv Hubinter Irjen Napoleon Bonaparte yang dialamatkan kepada Kabareskrim Listyo, pesanan.
NasDem Minta Kapolri - Panglima TNI Usut Pembunuhan Jemaat Gereja
Partai NasDem meminta Kapolri Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, beserta jajaran menangkap para pembunuh jemaat.
Soal Calon Kapolri, Ini Permintaan IPW ke Jokowi
Indonesia Police Watch (IPW) meminta Jokowi pilih Kapolri yang pernah menjabat Kapolda di Jawa.
0
Gegara Edhy Prabowo, Arie Kriting Dinasihati Quraish Shihab
Cendekiawan muslim Muhammad Quraish Shihab membela Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad soal Edhy Prabowo. Dia menasihati Arie Kriting.