UNTUK INDONESIA

Tak Ada di Google, Indikator Kinerja Wishnutama Minim

Pengamat Politik Ujang Komarudin mengatakan dengan tidak adanya kinerja Wishutama di Google merupakan indikator kerjanya minim.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Wishnutama Kusubandio. (Foto: Tagar/Instagram @wishnutama)

Jakarta – Ujang Komarudin selaku Pengamat Politik menanggapi pernyataan Ferdinand Hutahaean yakni Politikus senior yang menyatakan kinerja dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Wishnutama Kusubandio tidak ada di Google.

Itu indikator bahwa Wishnutama dianggap tidak bekerja, dianggap kerjanya minim, dianggap prestasinya sedikit.

Ujang yang juga merupakan seorang Akademisi dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini mengatakan bahwa dengan tidak adanya kinerja Wishnutama di Google merupakan suatu indikator bahwa kinerjanya sedikit.

“Itu indikator bahwa Wishnutama dianggap tidak bekerja, dianggap kerjanya minim, dianggap prestasinya sedikit.” ucapnya melalui wawancara Tagar Tv pada Jumat 27 November 2020.

Dirinya pun sampaikan sesuai dengan apa yang dipublikasikan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) yakni Neta S Pane yang menyatakan Wishnutama merupakan salah satu dari 12 Menteri yang diminta untuk diganti dan berada pada nomor ke-4 dari daftar.

Menurutnya secara obyektif memang kinerja dari Menteri Parekraf standarnya bukan Google, namun Google dapat menjadi indikator atas kinerja yang telah dilakukan oleh Wishnutama.

“Apa yang dilakukan oleh Wishnutama itu terecord oleh sistem yaitu sistem mesin pencarian Google itu. Karena begini, Presiden, Wapres, dan Kementerian yang lain juga bergerak melakukan publikasi. Program-Program kerjanya itu ada di Google.” Jelas Ujang.

Ujang pun menyampaikan, saat ini sudah merupakan zaman modern di mana masyarakat apabila ingin melihat prestasi seseorang, kinerja seseorang atau Menteri akan menggunakan internet dan mencarinya di Google.

“Karena itu bisa saja dikatakan oleh Ferdinand itu sesuatu yang memang apa adanya. Nah, ini harus dijawab oleh Menteri Pariwisata itu sendiri.” Ucap Ujang Komarudin.

Untuk diketahui, sebelumnya Ferdinand Hutahaean yang merupakan Politikus senior menilai Wishnutama lebih cocok menjadi seorang influencer dibandingkan dengan sebagai Menteri, ini disampaikan olehnya melalui wawancara bersama Tagar Tv pada Senin 5 Oktober 2020.

Dirinya juga menilai kinerja dari Wishnutama minim dalam meningkatkan perekonomian yang terdampak karena pandemi dan disampaikan olehnya, kinerja dari Wishnutama tidak dapat ditemukan di Google melainkan hanya terdapat keseharian pribadi. Dia mengaku kesulitan menemukan kontribusi Wishnutama. []

Baca juga:

Berita terkait
Wishnutama Apresiasi Helatan Daring Prambanan Jazz 2020
Menparekraf Wishnutama Kusubandio memberikan apresiasi besar terhadap penyelenggaraan pertunjukan musik Prambanan Jazz 2020.
Konflik dengan Butet Kertaradjasa Jadi Catatan Negatif Wishnutama
Pengamat Stanislaus Riyanta menilai, mencuatnya konflik antara Wishnutama dengan Butet Kertaradjasa jadi catatan negatif bagi sang menteri.
Wishnutama Tak Dicopot, Jokowi Terlena Konsep Motor Terbang
Menparekraf Wishnutama masih menikmati jabatannya sebagai menteri, lantaran Presiden Jokowi masih terlena konsep motor terbang Asian Games 2018.
0
Tak Ada di Google, Indikator Kinerja Wishnutama Minim
Pengamat Politik Ujang Komarudin mengatakan dengan tidak adanya kinerja Wishutama di Google merupakan indikator kerjanya minim.