UNTUK INDONESIA
Tahun Politik, Masa Panen Dukun Politik?
Tarifnya dari Rp 200 juta-Rp 1 triliun.
Ilustrasi caleg ke dukun atau paranormal. (Foto: Tagar/Rully Yaqin)

Jakarta, (Tagar 17/2/2019) - "Saya sempat nginep di rumah Anies Baswedan di Lebak Bulus selama 4 hari saat Pilkada DKI Jakarta 2017. Saat itu ya saya bantu beliau untuk memenangkan Pilkada saat melawan Ahok, bantu dengan baca-bacaan doa dan salat istikharah untuk Pak Anies. Agar, ya dia menang mutlak. Ternyata benar kan do'a saya diijabah oleh Allah Swt, Anies menang di DKI. Cuman saya tidak nyodorin harga saja waktu itu, karena saya ingin ikhlas saja. Semoga saja dia tidak lupa sama saya," kenang Desembriar Rosyady.

Nama Dr.(c). H. Desembriar Rosyady. S.Ag.SE.SH.MH.MM.MBA telah santer terdengar sejak momen kampanye 2013-2014 silam. Sontak publik menyoroti pria ini karena ia mengklaim dapat meloloskan para calon anggota legilslatif (caleg), calon bupati, calon wali kota, calon gubernur, bahkan menerima jasa pemenangan calon presiden.

Tarif yang ia tawarkan untuk saat ini pun beragam. Untuk caleg DPRD tingkat II yang ingin lolos harus mengeluarkan kocek senilai Rp 200 juta, tarif caleg DPRD tingkat I Rp 300 juta, caleg DPR RI Rp 500 juta dan dana untuk naik menjadi bupati-wali kota dipatok Rp 2 miliar, gubernur Rp 3 miliar dan menjadi presiden harus bayar Rp 1 triliun.

Pria yang juga berprofesi sebagai penceramah itu mengatakan, bila client sepakat dengan harga yang ditawarkan, maka untuk selanjutnya kedua belah pihak harus menandatangani surat perjanjian untuk menaruh mahar uang dalam deposit bank.

"Tapi setelah itu ada lagi pemberian Rp 10 juta cash di depan, kan yang semisal 200 juta sudah masuk bank baru bisa diambil setelah dia menang. Jadi, yang Rp 10 juta ini andai ada caleg lolos hingga dilantik atau tidak jadi, ya duitnya hilang (ongkos jasa), karena itu sudah masuk komitmen kan. Kalau presiden itu beda, bayarnya Rp 50 juta diawal. Ya ini suatu usaha juga. Jadi kalau caleg atau presiden tidak mau? Yaa.. Silahkan bawa pulang saja duitnya," jelasnya.

Desembriar Rosyady, dukun politik, paranormalDesembriar Rosyady mengklaim dapat meloloskan para calon anggota legilslatif (caleg), calon bupati, calon wali kota, calon gubernur, bahkan menerima jasa pemenangan calon presiden. (Foto: Tagar/Morteza)

Menurut Rosyady, angka yang ditawarkan justru tergolong murah bila dibandingkan dengan pengorbanan seorang caleg yang harus bongkar kocek lebih banyak untuk sosialisasi kampanye langsung ke tengah masyarakat agar cepat terkenal.

"Cetak baju termurah saja Rp 20 ribu, dikalikan 5.000 kaos saja sudah Rp 100 juta. Itu baru kaos lho, belum spanduk, banner dan lain-lain, kan masih banyak lagi. Saya tentu bisa bantu dengan biaya yang lebih murah sesuai dengan posisi/jabatan yang dia incar. Caleg DPR RI semisal bayar Rp 500 juta. Nanti kan kalau dia sudah terpilih pemasukannya jelas akan jauh lebih besar, ya balik modal toh," ucapnya saat dijumpai Tagar News di kediamannya di belakang Monumen Pancasila Sakti, Jakarta Timur.

Dia tidak mau disebut sebagai dukun politik seperti yang dituliskan oleh awak media sebelumnya. Ia mengklaim profesinya dalam praktik ini adalah seorang spiritual Islam yang mengirimkan enerji melalui ritual salat hajat, salat istikharah, doa, wirid dan ada rahasia dapur lainnya dari praktik yang ia jalani namun belum bisa ia ungkap, untuk memenangkan pelaku.

"Dengan memohon kepada Allah itu kan dikasih petunjuk dan juga tidak gampang. Semisal saya tangani presiden. Ya saya harus kerja ekstra untuk secara psikologi harus mempengaruhi jutaan orang se-Indonesia," paparnya.

Baca juga: Demi Kemenangan, Ada Caleg Meminta Bantuan ke Paranormal

Karena menurut Rosyady, takdir itu bisa diubah dengan bantuan praktik yang ia jalankan sekarang ini, namun kehendak Tuhan yang tidak bisa diubah dari seseorang. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa kekuatan finansial dari suatu figur politik nantinya akan sangat memengaruhi suara pemilih. Maka itu, kata dia, ada juga caleg yang ia tangani gagal melaju karena kalah kuat finansial dari caleg lain.

"Ada yang minta kembalikan lagi duit deposito-nya di bank, mau kalah atau menang dia minta uangnya kembali. Kan aku sudah bilang InsyaAllah jadi. Semisal tidak jadi masa ada yang bisa nuntut saya? Walaupun tidak jadi baiknya ada duitnya dong. Karena saya sudah usaha wirid mendoakan dan sebagainya. Lalu, aku dipidana alasannya apa" ujar pria asal Surabaya itu.

Terakhir, dia mengakui telah berhasil meloloskan satu anggota DPRD Fraksi Partai Demokrat, yang kini telah menduduki kursi di gedung hijau DPR RI, namun ironisnya client-nya tidak memenuhi apa yang pernah dijanjikan perjanjian.

Tiga hari lalu, ia juga mengaku dikontak oleh salah satu pejabat dari Magelang yang tertarik meminta bantuan darinya untuk naik jabatan di DPRD Jawa Tengah. Namun, menurutnya, hingga kini negoisasi terkait dana masih alot karena pihak tersebut belum bersedia mengikuti aturan main darinya. Sejauh ini Rosyady hanya mengandalkan client yang datang padanya, bukan berkebalikan ia yang mencari client.

Menurut praktisi hukum Bustaman Umar, persoalan praktik supernatural atau yang berhubungan dengan paranormal akan sulit dibawa ke ranah hukum. Pertama, karena sulit diuji secara empiris hasil dari pekerjaan praktik supernatural. Kedua, karena persoalan tersebut lebih masuk ke domain perjanjian dimana ada kesepakatan para pihak.

"Walaupun Undang-Undang mensyaratkan adanya causa yang halal, misalnya tidak boleh memperjanjikan hal-hal yang bersifat melawan hukum karena merumuskan sifat melawan hukum dari praktik jenis itu sulit untuk dibuktikan, unsur-unsur yang dimuat di dalam perumusan pasal 378 KUHP harus dapat dibuktikan seluruhnya seperti ada bujuk rayu dari pemberi jasa dan adanya janji akan berhasil," jelas dia.

Selain itu, harus ada orang yang mengadu atau melapor sebagai pihak yang dirugikan. "Karena umumnya orang-orang yang meminta jasa supranatural itu malu untuk melapor jika terjadi hal sebalihnya dari yang diharapkan dari pengguna jasa," pungkasnya.

Baca juga: Caleg ke Paranormal, Begini Proses Ritualnya

Berita terkait
0
Rusuh di Penajam Pasir Utara Berawal dari Penganiayaan
Kerusuhan yang terjadi karena dipicu kejadian penikaman pada Rabu, 9 Oktober 2019 lalu. Namun kemudian dikaitkan dengan konflik suku.