Taaruf, Cara Mahasiswa Muhammadiyah Solok Jaring Calon Kader

IMM merupakan organisasi gerakan mahasiswa Islam yang bernaung dibawah Muhammadiyah, atau disebut organisasi otonom.
IMM Cabang Solok menggelar masa taaruf untuk calon kader mahasiswa Muhammadiyah, Sabtu, 10 Oktober 2020. (Foto: Tagar/Dok.PDPM Kabupaten Solok)

Solok - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Solok menggelar masa taaruf (Masta) dan masa orientasi kepemimpinan mahasiswa baru di lingkungan kampus wilayah Solok di Taman Qitiran Kota Solok, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Tahap awal, baru diikuti oleh 12 orang mahasiswa yang berasal dari Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok. Masta merupakan tahap perkenalan mahasiswa baru dengan organisasi IMM dan Kemuhammadiyahan.

Ketua IMM Cabang Solok, Rhyza Amelia, IMM merupakan organisasi gerakan mahasiswa Islam yang bernaung dibawah Muhammadiyah, atau disebut organisasi otonom (Ortom).

"Gerakan IMM merupakan gerakan dakwah Islam di lingkungan mahasiswa dalam rangka melahirkan akademisi yang berakhlak mulia, berguna bagi diri, masyarakat dan bangsa," katanya.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Solok, Riki Chandra tak banyak bicara soal organisasi IMM. Dia lebih kepada memotivasi para peserta yang keseluruhannya merupakan perempuan.

"Kalau dulu saya di Padang, mayoritas IMM didominasi kalangan pria, hari ini pesertanya perempuan semua. Ini membuktikan kalau kaum perempuan Minang di Solok punya gairah untuk menggerakkan dakwah," katanya.

Menurutnya, Minangkabau telah banyak melahirkan perempuan-perempuan tangguh yang telah diakui kiprahnya dalam lembaran sejarah. Sebut saja Roehana Koedoes, hingga Rasuna Said.

"Saya ingin, di antara yang ada hari ini, bakal lahir kaum intelektual perempuan Islam yang mampu berkiprah dan memajukan persyarikatan Muhammadiyah serta membangun bangsa dan negara," katanya.

Ini membuktikan kalau kaum perempuan Minang di Solok punya gairah untuk menggerakkan dakwah.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Solok, M Hasbi Ashiddiqi mengatakan, pemuda dan pemudi hari ini merupakan pemimpin di masa depan.

Tidak mungkin, katanya, mereka akan menjadi pemimpin bila tidak melewati proses. Ditegaskan, kuliah tanpa aktif berorganisasi sama dengan ibarat makan tanpa lauk. Hanya nasi saja yang dimakan.

"Dengan berorganisasi jiwa pemimpin itu akan diasah. Bagaimana memimpin dan dipimpin, bagaimana bekerjasama, melakukan lobi-lobi, membangun jaringan, itu hanya akan didapat di organisasi," terangnya.

Suasana pembukaan semakin lengkap dengan hadirnya ketua Pimpinan Daerah Aisyah (PDA) Kabupaten Solok, Nofrida beserta sekretaris Bunda Nurhamidar, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Solok, Afrijal Harun yang membuka langsung kegiatan itu.

Memang katanya, Masa Taaruf yang dilakukan merupakan awal untuk saling mengenal, mengenal IMM, mengenal Muhammadiyah, dan mengenal terhadap sesama.

"Kerangkanya adalah untuk membangun ukhuwah Islamiah," beber Ayahanda.

Kegiatan Masta dilakukan selama dua hari, dengan menghadirkan pemateri Wakil Rektor II UMMY Solok, Dr. Zona Rida Rahayu, Ketua PDM Kota Solok, Dr. Darul Ilmi yang juga Dosen Pasca Sarjana IAIN Bukit Tinggi, dan sekretaris PDM Kota Solok, Dicky Asnur dan lainnya. []

Berita terkait
Bupati Solok Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan
Bupati Solok mewanti-wanti masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan jangan sampai terjaring razia AKB yang sebentar lagi akan berlaku.
Pilkada 2020, Bupati Solok Warning ASN
Bupati Solok Gusmal Dt Raju meminta ASN untuk menjaga netralitas di masa Pilkada 2020.
Kritik Pengacara KPU Solok, Iriadi-Agus Layangkan 5 Tuntutan
Bawaslu Kabupaten Solok menggelar sidang sengketa Pemilu yang diajukan pasangan bakal calon bupati Iriadi Dt Tumanggung-Agus Syahdeman.
0
Pemerintah Alokasikan Rp 400 M Uji Klinis Vaksin Merah Putih
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan pemerintah sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 400 miliar untuk uji klinis vaksin merah putih.