UNTUK INDONESIA
Subsidi Kuota Internet, Bamsoet Beri Pesan ke Nadiem
Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet memberi pesan kepada Mendikbud Nadiem Makarim yang akan menggelontorkan kuota internet bagi guru dan siswa.
Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet memberi pesan kepada Mendikbud Nadiem Makarim yang akan menggelontorkan kuota internet bagi guru dan siswa. (Foto: Instagram/bambang.soesatyo)

Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet menyatakan pemerintah, dalam hal ini adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, harus memberikan jaminan subsidi kuota internet bagi siswa dan tenaga pengajar, yang menggunakan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring di tengah pandemi Covid-19.

Bamsoet menyambut baik keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang berencana memberikan kuota internet secara gratis bagi guru dan siswa, serta mahasiswa dan dosen sebagai upaya untuk mendukung penyelenggaraan PJJ agar pendidikan tidak terbengkalai.

Selain itu, pemerintah juga harus kembali memeriksakan aktivasi nomor tersebut secara berkala setiap bulannya,

"Mendorong pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, untuk memberikan jaminan dan memastikan penyaluran subsidi kuota internet untuk siswa dan guru maupun mahasiswa dan dosen dapat diberikan tepat waktu selama empat bulan, yakni September hingga Desember 2020," kata Bamsoet melalui pernyataan tertulis yang diterima Tagar, Sabtu, 29 Agustus 2020.

Baca juga: Nadiem Makarim: Pendidikan Militer Itu Tidak Wajib

Selain itu, mantan Ketua DPR ini juga meminta Kemendikbud, Dinas Pendidikan, bersama bagian administrasi sekolah maupun universitas, mendata kembali nomor ponsel siswa dan guru, maupun mahasiswa dan dosen ke dalam data pokok pendidikan atau dapodik.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar pengiriman kuota dapat tepat sasaran, guna meminimalisir terjadinya salah kirim kuota atau pengiriman kuota yang sia-sia karena nomor tidak lagi terdaftar.

"Selain itu, pemerintah juga harus kembali memeriksakan aktivasi nomor tersebut secara berkala setiap bulannya," ucap Bamsoet.

Meski begitu, Politisi Partai Golkar ini meminta pemerintah untuk mengawasi penggunaan anggaran keperluan kuota kepada siswa dan guru maupun mahasiswa dan dosen, agar anggaran tersebut sepenuhnya dimanfaatkan untuk pembelian kuota yang berfokus pada kebutuhan pendidikan.

"Pemerintah perlu bekerjasama dengan pihak provider memberikan solusi konkret kepada siswa dan guru maupun mahasiswa dan dosen yang wilayahnya masih belum menjangkau sinyal internet, dikarenakan pemberian kuota bagi mereka tidak akan dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan infrastruktur," ucapnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Joko Widodo Bidang Sosial, Angkie Yudistia mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran biaya pendidikan untuk kuota internet dan tunjangan bagi siswa dan tenaga pengajar.

Lebih lanjut, ia menjelaskan soal anggaran Program Penggerak Pendidikan (POP), kini dialihkan untuk pemenuhan kebutuhan kuota dan ekonomi bagi siswa dan tenaga pengajar selama tahun 2020, yaitu dari bulan September hingga Desember mendatang.

"Alokasi anggaran didistribusikan untuk memenuhi kuota internet bagi siswa, mahasiswa, guru, dan dosen yang saat ini masih menggunakan metode PJJ. Kemudian, anggaran ini juga akan digunakan untuk pemenuhan tunjangan bagi guru, dosen, hingga guru besar senilai Rp 1,7 triliun rupiah," kata Angkie. 

Baca juga: Nadiem Makarim Guyur Rp 9 T untuk Pulsa Siswa dan Guru

Seperti diketahui, Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 9 triliun sebagai tunjangan pulsa bagi tenaga pengajar dan peserta didik yang terdampak pandemi Covid-19. Menurut dia, anggaran tersebut harus diguyurkan demi menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama tiga hingga empat bulan ke depan.

Menurutnya, Kemendikbud berhasil mendapatkan dana tambahan untuk memfasilitasi kebutuhan kuota siswa, guru, mahasiswa dan dosen. Hal ini sebagai jawaban atas kecemasan masyarakat di tengah kesulitan ekonomi akibat terdampak pandemi.

“Ini yang sedang kami akselarasi secepat mungkin agar bisa cair,” ujar Mendikbud Nadiem di Gedung Parlemen DPR/MPR, Jakarta, 27 Agustus 2020.

Nadiem menegaskan, pengadaan pulsa ini dilakukan berdasarkan masukan masyarakat yang mayoritas terkendala pulsa kuota internet dalam mengakses PJJ.

Rencananya, dari total Rp 7,2 triliun akan diberikan subsidi kuota internet selama empat bulan, terhitung dari bulan September-Desember 2020. Siswa akan mendapat 35 GB per bulan, guru akan mendapat 42 GB per bulan, mahasiswa dan dosen 50 GB per bulan.

Selain itu, Kemendikbud mengalokasikan dana sebesar Rp 1,7 triliun untuk para penerima tunjangan profesi guru dan tenaga kependidikan, dosen, serta guru besar.

"Harapannya, kebijakan ini dapat membantu perekenomian para penerima tunjangan di masa krisis seperti saat ini. Terima kasih kepada Ibu Kemenkeu yang telah mengamankan dana tersebut dari dana cadangan,” tutur Mendikbud Nadiem Makarim. []

Berita terkait
Formula Nadiem Makarim Usai Kisruh dengan PGRI dan PBNU
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim sudah punya formula usai kisruh menyoal dana Program Organisasi Penggerak (POP) dengan PGRI, PBNU, Muhammadiyah.
Nadiem Harus Terbitkan Kurikulum Pembelajaran Jarak Jauh
Panitia Kerja Pembelajaran Jarak Jauh DPR meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim terbitkan kurikulum pembelajaran jarak jauh.
Nadiem Makarim Jawab Polemik Merdeka Belajar
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan paten Merdeka Belajar sudah dihibahkan kepada pemerintah.
0
Kisah Musawir, Wisuda Sambil Rawat Ibunya yang Sakit
Musawir Da’i mahasiwa jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UMI Makassar wisuda di samping ibundanya yang sedang sakit.