UNTUK INDONESIA
Subsidi Internet Kemendikbud Harus Tepat Sasaran
Kementerian Pendidikan (Kemendikbud) diharap benar-benar jeli memilih operator yang akan diajak bekerja sama untuk pemberian subsidi internet.
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh. (Foto: Tagar/Aan Febriansyah).

Jakarta – Kementerian Pendidikan (Kemendikbud) diharap benar-benar jeli memilih operator yang akan diajak bekerja sama untuk pemberian subsidi internet pada pendidik dan peserta didik.

Harapan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti, sebagai respons positif bantuan pulsa yang diberikan Kemendikbud kepada pengajar dan peserta didik.

Politikus dari PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Jawa Tengah IV ini berharap bantuan ini dapat meringankan beban guru dan peserta didik dalam membeli pulsa atau kuota data selama PJJ berlangsung.

Dia mengingatkan Kemendikbud agar dapat bermitra dengan operator telekomunikasi yang memiliki sistem yang baik, memiliki jangkauan yang tersebar luas, dan memiliki kualitas terjamin. Sebab dalam melaksanakan PJJ, dibutuhkan akses internet yang baik serta merata agar guru dan peserta didik dapat memanfaatkan subsidi pulsa yang diberikan Kemendikbud secara optimal.

Saya meminta dalam memilih operator, Kemendikbud harus benar-benar jeli. Harus bisa memilih operator yang memiliki sistem yang baik, sehingga pulsa yang diberikan Kemendikbud benar-benar hanya dipergunakan untuk proses belajar mengajar. 

"Selain itu Kemendikbud harus dapat memilih operator yang memiliki jaringan yang baik. Jangan sampai Kemendikbud salah memilih operator telekomunikasi sehingga pulsa yang diberikan ke guru atau peserta didik tidak bisa dimanfaatkan untuk proses PJJ,” kata Agustina melalui rilis tertulis.

Agustina juga berharap agar bantuan pulsa yang anggarannya berasal dari APBN ini bisa tepat sasaran.

“Kami berharap agar bantuan pulsa yang berasal dari APBN ini tepat sasaran serta dapat bermanfaat bagi guru dan peserta didik. Semoga bantuan yang diberikan oleh Kemendikbud tersebut dapat efektif dan efisien agar mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Meski di masa pandemik Covid-19 masih berlangsung, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM unggul tak boleh berhenti karena pandemik,” kata Agustina.

Agustina mewanti-wanti agar pendistribusian pulsa dan kartu perdana yang dilakukan oleh Kemendikbud tepat sasaran. Jangan sampai dana yang berasal dari APBN tersebut disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggungjawab.

Mengenai prioritas penerima bantuan, Agustina juga menyarankan agar dalam memberikan bantuan, Kemendikbud juga dapat memperhatikan kepada guru dan peserta didik yang sampai saat ini belum memiliki fasilitas telpon genggam.

Sebab ketika Panitia Kerja Pembelajaran Jarak Jauh (Panja PJJ) melakukan pemantauan di masyarakat, masih banyak guru dan peserta didik yang belum memiliki fasilitas telpon genggam. Kendala lain yang ditemukan Panja PJJ adalah masih belum meratanya akses internet di daerah-daerah.

“Oleh sebab itu penting bagi Kemendikbud untuk memilih operator yang benar-benar memiliki akses internet yang luas dan terbaik. Kemendikbud harus memperhatikan rekomendasi yang diberikan Panja PJJ, termasuk dalam membuat materi PJJ,” ucap Agustina.

Dalam rekomendasi Panja disebutkan bahwa dalam membuat kebijakan PJJ, Kemendikbud harus mempertimbangkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan orang tua/wali untuk mendampingi proses pembelajaran dari rumah, termasuk kemampuan orang tua/wali peserta didik untuk menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran jarak jauh. Semua itu dimasukkan dalam kurikulum yang dibuat oleh Kemendikbud. Panja meminta agar Kemendikbud dapat menyelaraskan regulasi yang ada agar tidak melanggar UU. []

Berita terkait
Mendikbud Upayakan Dana Tambahan Pulsa Segera Cair
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim sedang mengupayakan agar dana tambahan untuk kebutuhan kuota internet siswa dan guru segera cair.
Pemerintah Bantu Siswa Pulsa Internet Melalui Dana BOS
Angkie Yudistia mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan bagi siswa didik, yakni berupa pulsa melalui skema dana BOS.
Nadiem Makarim Guyur Rp 9 T untuk Pulsa Siswa dan Guru
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyiapkan anggaran sebesar Rp 9 triliun sebagai tunjangan pulsa untuk siswa dan guru.
0
Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Jaga Daya Beli Masyarakat
Jokowi meminta pemerintah daerah menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran agar daya beli masyarakat lekas pulih.