UNTUK INDONESIA
Spanyol Catat Angka Kematian Harian Corona Terendah
Spanyol menjadi salah satu negara yang paling parah terkena pandemi virus corona Covid-19.
Anak-anak berusia di bawah 14 di Spanyol diperbolehkan keluar rumah selama satu jam dalam sehari. (Foto: Reuters|BBC).

Jakarta - Spanyol menjadi salah satu negara yang paling parah terkena pandemi virus corona Covid-19. Namun Negeri Matador itu berhasil menekan angka kematian, dengan jumlah kematian harian teredah dalam lebih dari sebulan.

Kementerian kesehatannya mengatakan angka kematian dalam sehari berhasil ditekan menjadi lebih dari 288 orang, merupakan jumlah terendah sejak 20 Maret. Seperti diberitakan dari BBC News, Senin dini hari, 27 April 2020, angka tersebut telah turun tajam dari 378 kematian yang tercatat pada Sabtu, 25 April 2020.

Anak-anak di bawah usia 14 diizinkan keluar rumah untuk pertama kalinya dalam enam minggu terakhir.

Baca Juga: Kematian Akibat Corona di Spanyol Terus Menurun 

Pada hari Minggu, anak-anak di bawah usia 14 diizinkan keluar  rumah untuk pertama kalinya dalam enam minggu terakhir. Mereka sekarang diizinkan keluar selama satu jam sehari.

Kementerian kesehatan mengatakan jumlah total kematian berdasarkan data terbaru mencapai 23.190 orang. Fernando Simon, Direktur Pusat Koordinasi Peringatan dan Darurat Kesehatan Spanyol mengatakan, untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, angka kematian bisa berada di bawah 300 dalam sehari.

"Meskipun mungkin sulit untuk memberikan statistik, itu adalah angka yang menunjukkan arah positif dan jelas dalam evolusi epidemi," ucap Simon.

Spanyol mulai mengendurkan lockdown, dimana 6,3 juta anak-anak di bawah 14 tahun boleh keluar rumah dalam satu jam setiap hari antara pukul 09:00 dan 21:00. Namun jaraknya dibatasi, hanya boleh satu kilometer. Kendati demikian, orangtua cenderung memilih untuk tidak membolehkan anaknya keluar rumah, terutama ke tempat-tempat tertutup seperti supermarket yang berpotensi lebih banyak risiko penularan.

Taman Anak-anak di SpanyolTaman anak-anak di Spanyol ditutup sejak pemerintah memberlakukan lockdown untuk menekan penyebaran virus corona Covid-19. (Foto: EPA|BBC).

Perubahan rutinitas, berada di luar dan berada di bawah sinar matahari - semua itu sangat penting.

Sepeda, skate, dan skateboard diizinkan, tetapi taman umum tetap terlarang. Aturan lockdown lainya tetap berlaku, seperti sekolah tetap ditutup. Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk lebih melonggarkan kuncian lebih lanjut pada paruh kedua Mei.

Para psikolog merespon positif pelonggaran pembatasan untuk menekan penyebaran virus  corona, kepada anak-anak. Memberikan kebebasan anak-anak walaupun hanya satu jam bisa memberikan ketenangan pada jiwa mereka.

Simak Pula: Spanyol Susul Italia dan AS di Puncak Pandemi Corona 

"Perubahan rutinitas, berada di luar dan berada di bawah sinar matahari - semua itu sangat penting," kata Laura Piñeiro, seorang psikolog dan direktur di yayasan amal Asociación Bienestar Desarollo.[]

Berita terkait
Kematian Covid-19 Italia dan Spanyol Lampaui China
Sejak tanggal 20 Maret 2020 jumlah kematian karena virus corona (Covid-19) di Italia dan Spanyol lampaui kematian di China dan Korea Selatan
Spanyol Susul Italia dan AS di Puncak Pandemi Corona
Setelah Amerika Serikat dan Italia menembus angka 100.000 kasus positif Covid-19 kini Spanyol pun menyusul setelah tembus angka 100.000
Istri PM Spanyol, Begona Gomez, Positif Corona
Begona Gomez, istri Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, positif mengidap virus corona (Covid-19), dikabarkan dalam kondisi baik bersama suami
0
Slank Bikin Lagu Tentang Wabah Virus Corona
Grup band legendaris Slank saat ini tengah menulis lagu yang terinspirasi dari merebaknya virus corona di Tanah Air.