Singapura Jalankan Strategi Hidup Bersama dengan Covid-19

Singapura mulai laksanakan strategi hidup bersama dengan Covid-19, didukung oleh salah satu program vaksin terkemuka di dunia
Warga yang memakai masker berjalan di sepanjang area perbelanjaan Orchard Road di Singapura pada 28 November 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Jakarta – Sewaktu Singapura mulai melaksanakan strategi hidup bersama dengan Covid-19, yang didukung oleh salah satu program vaksin terkemuka di dunia, negara kota yang kaya itu melihat ada lonjakan tingkat infeksi sehingga membuat banyak orang mempertanyakan apakah waktunya tepat untuk melaksanakan strategi itu.

Namun, dengan jumlah infeksi yang kini menurun secepat peningkatannya, ada optimisme hati-hati di sana bahwa rencana yang diawasi luas itu telah membantu Singapura melewati krisis pandemi - meskipun ada temuan mengenai varian baru omicron yang mengkhawatirkan – dan memberi pemahaman yang lebih baik mengenai tindakan apa yang efektif atau tidak.

“Saya kira Covid-19 sekarang tampak seperti flu normal saja bagi semua orang,” kata Glacier Chong, sewaktu beristirahat dari berbelanja di kawasan Orchard Road yang populer di Singapura. Ia duduk-duduk di dekat air mancur sambil melihat orang lalu lalang dan mendengarkan lagu-lagu Natal dari pengeras suara besar yang berjajar di jalan-jalan. “Semua orang mulai terbiasa dengan itu; sepertinya jika Anda terjangkit Covid-19 adalah hal biasa sekarang. Covid-19 tampak seperti penyakit yang dapat disembuhkan,” lanjutnya.

pm singapuraPM Singapura Lee Hsien Loong menerima suntikan vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Singapura, 8 Januari 2021 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Sebagian dari keyakinan itu bersumber dari data yang dikemukakan pemerintah Singapura. Dengan 94% populasinya yang memenuhi syarat telah divaksinasi dan 26% lain sudah mendapat suntikan penguat (booster), maka ketika jumlah orang yang terinfeksi meningkat, sekitar 99% tidak menunjukkan gejala atau menunjukkan gejala ringan saja. Ini berarti sistem layanan kesehatan mendapat tekanan tetapi tidak pernah kewalahan. Jumlah kematian meningkat tetapi tetap rendah, dan mayoritasnya adalah lansia dengan komorbid.

Singapura berhasil membuat begitu banyak orang divaksinasi dengan memastikan sedikit saja hambatan untuk vaksinasi, menambah kesulitan bagi yang tidak divaksinasi –seperti melarang mereka bersantap di restoran atau ke mal– dan meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap pemerintah serta pendekatannya, kata Alex Cook, pakar statistik dan pemodelan penyakit menular di Fakultas Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock di National University of Singapore.

“Mungkin pelajaran utama yang bisa diambil dari Singapura adalah membuat orang mudah mendapatkan vaksinasi, dan sulit untuk tidak divaksinasi,” ujarnya.

sentra tes covid singapuraSentra tes Covid-19 di Singapura (Foto: dw.com/id)

Pada awal pandemi, pusat bisnis dan perdagangan penting di Asia Tenggara ini berhasil mencegah penyebaran kasus virus corona di bawah sepuluh atau belasan selama hampir setahun dengan menerapkan lockdown sangat ketat

Dengan program vaksinasi yang berjalan lancar, tes dan pelacakan yang agresif, serta pedoman kesehatan dan keselamatan yang ketat, negara berpenduduk 5,5 juta orang itu percaya diri sewaktu memulai apa yang disebutnya “perjalanan transisi menjadi negara yang tahan Covid-19” pada Agustus lalu.

Ini adalah bagian dari keputusan untuk mulai memperlakukan Covid-19 sebagai penyakit endemik, mengakui bahwa dalam jangka panjang mustahil untuk mengurangi kasus hingga nol dan bahwa sudah waktunya untuk perlahan-lahan mengizinkan orang dan bisnis memulai kehidupan normal mereka (uh/ab)/Associated Press/voaindonesia.com. []

RI Cermati Naiknya Status Virus Corona di Singapura

Bayi Lahir di Singapura dengan Antibodi Virus Corona

Singapura Kenakan Biaya Perawatan Covid-19 untuk WNA

Ekonomi Singapura Keok oleh Virus Corona

Berita terkait
Waspadai Covid-19 AY.4.2, sub Varian Delta yang Sudah Memasuki Singapura
Sekitar 22.000 kasus telah terdeteksi di Inggris, serta di sekitar empat puluh negara lain
0
Wapres Ma’ruf Amin Minta BKKBN Percepat Penanganan Stunting
Ma’ruf Amin minta agar BKKBN lakukan upaya percepatan penanganan stunting untuk mencapai target angka prevalensi 14% di tahun 2024