Siapa Sultan Hamid II Disebut Pengkhianat oleh Hendropriyono

Perancang simbol negara Garuda, Sultan Hamid II disebut AM Hendropriyono sebagai pengkhianat karena pernah ikut Kudeta Westerling 1950.
Sultan Hamid II. (Foto: Wikipedia)

Jakarta - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menyebut Sultan Hamid II tidak layak diberi gelar pahlawan nasional karena merupakan seorang pengkhianat bangsa karena pernah mencoba untuk melakukan kudeta.

Selama ini Sultan Hamid II dikenal sebagai perancang lambang negara burung Garuda. Hendropriyono mengatakan setiap tahun pihak keluarga mengajukan Sultan Hamid II sebagai pahlawan nasional. Namun Hendro selalu menentang pengajuan itu.

"Pengakuan mereka palsu bahwa Sultan Hamid II Alkadrie perancang simbol Negara Burung Garuda. Perancangnya itu dulu tim. Dia hanya koordinatornya. Keputusan burung gambarnya begitu adalah oleh Dwi Tunggal Sukarno-Hatta. Bukan dia. Hakikat simbol adalah frasa Bhinneka Tunggal Ika, tapi itu kan karangan Mpu Tantular abad IV, bukan juga karangan dia," kata Hendro kepada wartawan, Selasa, 16 Juni 2020.

Sultan Pontianak IX Sultan Syarif Machmud Melvin Al Kadrie, SH bereaksi atas ucapan Hendro. Ia mengecam keras pernyataan Mertua KSAD Andika Perkasa di video yang viral di medsos beberapa waktu lalu.

“Dia harus ditangkap dan di adili, sebelum saya mengeluarkan titah saya sebagai Sultan. Jangan tunggu masyarakat marah dan bergerak,” kata Sultan Melvin, Sabtu, 13 Juni 2020.

Profil Sultan Hamid II

Sultan Hamid IISultan Hamid II. (Foto: Wikipedia)

Sultan Hamid II lahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak ke-6, Sultan Syarif Muhammad Alkadrie dan Syecha Jamilah Syarwani

Sultan Hamid II lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 12 Juli 1913 dan meninggal di Jakarta, 30 Maret 1978 pada umur 64 tahun.

Ia merupakan keturunan Arab-Indonesia yang memperistri seorang perempuan Belanda kelahiran Surabaya. Dari perkawinan tersebut, keduanya dikaruniai dua anak yang sekarang tinggal di Negeri Belanda.

Pada usia 12 tahun, Hamid dibesarkan oleh ibu angkat asal Skotlandia Salome Catherine Fox dan rekan ekspatriatnya asal Inggris Edith Maud Curteis. Salome Fox adalah adik dari kepala sebuah firma perdagangan Inggris yang berbasis di Singapura. 

Syarif Abdul Hamid menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. Selanjutnya ia meneruskan ke HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda. 

Setelah lulus pada tahun 1937, ia dilantik sebagai perwira KNIL dengan pangkat Letnan Dua. Dalam karier militernya, ia pernah bertugas di Malang, Bandung, Balikpapan, dan beberapa tempat lain di Pulau Jawa.

Sultan Hamid II, Sosok Kontroversial di Balik Garuda

Sultan Hamid IISultan Hamid II dan desain lambang Garuda Indonesia yang disebut-sebut dirancang olehnya. (Foto: kitlv.nl)

Sejarawan Rushdy Hoesein menyebut Sultan Hamid II awalnya memang tidak pernah terlibat maupun ikut campur dalam urusan politik Indonesia. Sultan Hamid II baru terjun ke dunia politik setelah dirinya diangkat menjadi ketua BFO atau Badan Permusyawaratan Federal.

Sultan Hamid II kemudian aktif dalam perjuangan mendapatkan pengakuan kedaulatan dalam Konferensi Meja Bundar bersama Mohammad Hatta.

Kendati, Sultan Hamid II dikenal sebagai perancang lambang negara namun karena keterlibatannya dalam Kudeta Westerling pada tahun 1950 membuat jasa besarnya tercoreng. Bahkan ia dicap sebagai pengkhianat.

Saat itu, Sultan Hamid II memang bertemu dengan Westerling, karena keduanya merupakan bekas tentara KNIL. Dalam pertemuan tersebut membahas untuk melakukan makar dengan menyerbu sidang kabinet di Pejambon.

Sultan Hamid II memiliki ambisi untuk untuk menjadi menteri pertahanan pada waktu itu. Namun Presiden Soekarno lebih memilih Sultan Hamengkubuwono IX untuk menduduki jabatan itu. Atas perbuatannya, Sultan Hamid II dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh Mahkamah Agung. 

Sebelumnya, pada tanggal 17 Desember 1949, Sultan Hamid II diangkat Soekarno ke Kabinet RIS tetapi tanpa adanya portofolio atau menteri zonder portofolio. Kabinet ini dipimpin oleh Perdana Menteri Mohammad Hatta dan termasuk 11 anggota berhaluan Republik dan lima anggota berhaluan Federal. 

Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di Pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang. []

Baca juga: 

Berita terkait
Profil Rycko Amelza Dahniel, Calon Pengganti Kapolri
Rycko Amelza Dahniel masuk menjadi salah satu perwira tinggi kandidat kuat pengganti Kapolri Idham Azis
Profil Sigit Prabowo dan 7 Nama Masuk Bursa Kapolri
Pengganti Kapolri Idham Azis mulai diperbincangkan di internal. Berikut 8 profil calon penggantinya termasuk Sigit Prabowo.
Profil Jenderal Pramono Edhie Wibowo, Ipar SBY
Pramono Edhie Wibowo merupakan mantan perwira tinggi TNI yang menduduki banyak jabatan strategis di militer.
0
Jalan Tol Serpong-Cinere Bayar Rp 11.000 Mulai 2 Juni
Jalan Tol Serpong-Cinere, ruas Seksi I Serpong-Pamulang mulai dikenakan tarif sebesar Rp11.000 untuk golongan 1 mulai Rabu, 2 Juni 2021.