UNTUK INDONESIA

Shelter Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang Sleman Penuh

Dua shelter di Kabupaten Sleman, Yogyakarta sudah penuh, yakni Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang dampak dari melonjaknya pasien pagebluk.
Asrama Haji Yogyakarta. (Foto: diy.kemenag.go.id)

Sleman - Tercatat ada sebanyak 340 pasien positif Covid-19 yang aktif di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lonjakan tersebut mengakibatkan fasilitas Darurat Covid-19 (FKDC atau shelter) penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengungkapkan, shelter yang dinyatakan penuh tersebut adalah Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang di Kabupaten Sleman. “Ada dua shelter yang sudah penuh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 persen di antaranya merupakan pasien asimtomatis dan 16 persen lainnya merupakan pasien bergejala ringan,” kata Joko Hastaryo kepada wartawan melalui kanal Zoom. Senin, 23 November 2020.

Baca Juga:

Agar pasien Covid-19 asimtomatis di Sleman tetap terfasilitasi, Pemkab Sleman mengambil sejumlah upaya alternatif. Yakni, meminta kesediaan rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19 asimtomatis maupun bergejala ringan.

Selain itu, pementintah Bumi Sembada ini juga akan mencari FKDC atau shelter baru. "Sembari kami menyiapkan shelter baru, rencananya pasien akan dirujuk di Kalasan," ungkap Joko.

Joko menyebutkan, persedian kamar kosong yang tersisa di Asrama Haji hanya tinggal tiga unit. Kondisi jaringan air dan lampu di kamar itu tak dapat berfungsi optimal. Sedangkan Rusunawa Gemawang hanya menyisakan satu kamar kosong. "Kondisi itu menjadi alasan kami membuat surat keterangan mengenai dua shelter kami penuh," ucapnya.

Ada dua shelter yang sudah penuh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 persen di antaranya merupakan pasien asimtomatis dan 16 persen lainnya merupakan pasien bergejala ringan.

Nantinya, ada dua rangkaian dalam surat tersebut. Rangkaian pertama, surat ditujukan kepada pihak RS, agar mereka bisa menerima pasien rujukan Covid-19. Sedangkan surat keterangan yang menyatakan shelter di Sleman penuh, menjadi salah satu media agar meyakinkan RS bahwa ada yang membiayai perawatan pasien tersebut.

Secara umum, fasilitas isolasi di setiap RS di Sleman dinyatakan telah memadai. Namun, karena berdasarkan peraturan Kemenkes RI pasien asimtomatis juga boleh menjalani isolasi mandiri, maka Pemkab Sleman memiliki Surat Edaran Bupati untuk mengakomodasi hal tersebut.

“Beberapa ketentuan yang harus dipatuhi sebelum melakukan isolasi mandiri antara lain ruangan kamar tidur dan kamar mandi pasien tidak digunakan bersamaan dengan penghuni lain di rumah,” katanya.

Baca Juga:

Lebih lanjut, pembatasan jumlah orang yang merawat pasien, dan diharuskan yang merawat adalah orang yang diyakini sehat. Selain itu juga tidak terdapat lansia dengan komorbid dalam rumah yang menjadi lokasi isolasi.

Barang-barang seperti handuk, alat makan pasien dipisahkan dari penghuni lain. Di lokasi isolasi mandiri, disediakan fasilitas cuci tangan dan pasien sering mencuci tangan setelah beraktivitas. “Saat merawat pasien, selalu menggunakan sarung tangan, masker bedah yang tak digunakan berulang,” ujarnya. []

Berita terkait
Pemkot Yogyakarta Siapkan Hotel Shelter Tenaga Kesehatan
Pemkot Yogyakarta menyiapkan hotel untuk difungsikan sebagai shelter bagi tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit rujukan Covid-19.
Pesan Sultan soal Pelayanan OTG di Shelter Tegalrejo
Sebanyak 19 pasien pandemi berstatus OTG di Kota Yogyakarta sudah mulai menempati Shelter Tegalrejo. Berikut pesan Sri Sultan HB X.
Kabupaten dan Kota di Yogyakarta Siapkan Shelter OTG
Pemda DIY mendorong pemkab dan pemkot untuk menyiapkan shelter bagi OTG. Berikut alasannya.
0
Shelter Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang Sleman Penuh
Dua shelter di Kabupaten Sleman, Yogyakarta sudah penuh, yakni Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang dampak dari melonjaknya pasien pagebluk.