UNTUK INDONESIA
Seorang Homoseksual yang Digrebek Warga Diduga Pemain Lama
Sabtu (6/1) sore lalu, DP pernah diamankan oleh aparat kepolisian karena telah mengajak salah satu driver ojek online melakukan homoseksual bersama dirinya.
Ilustrasi Homoseksual (Ist)

Aceh Besar, (Tagar 30/3/2018) – Di duga dua pelaku Homoseksual yang digrebek warga Lamtimpeng Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, pada Kamis (29/3) siang satu diantaranya merupakan pemain lama.

Saat pengebrekan, kedua laki-laki yang berstatus mahasiswa yang diamankan ialah DP, (21) yang berasal Sumatera Utara dan TS, (24) dari Kota Sigli, Kabupaten Pidie.

Pada awal Januari lalu, tepatnya Sabtu (6/1) sore, DP pernah diamankan oleh aparat kepolisian karena telah mengajak salah satu driver ojek online untuk melakukan homoseksual bersama dirinya di kawasan Darussalam, Banda Aceh.

Waktu itu DP mengajak mangsanya menyuruh menghisap kemaluan miliknya.

Kini DP kembali melakukan perbuatan tak terpuji itu, kali ini ia melakukannya bersama TS yang merupakan warga Sigli, Kabupaten Pidie.

Kepala Seksi Penyidikan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Aceh, Marzuki mengatakan usai menjemput dua yang diduga pelaku, pihaknya langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tak lain Indikos milik DP.

Sampai kelokasi Pihak Kepolisian bersama Wilayatul Hisbah Aceh menemukan barang bukti berupa tempat tidur, kondom dan telephone genggam milik kedua pelaku.

Dari hasil pengakuan pelaku Kata Marzuki, keduanya mengenal melalui media sosial sejak sebulan yang lalu.

“Jadi setelah dilakukan pemeriksaan awal, yang satu sudah mengakui dan yang satunya lagi belum ini kita terus dalami lagi,” kata Marzuki kepada Wartawan

Jika nantinya mereka terbukti maka akan terjerat dengan pasal 263 ayat 1 Qanun Aceh Nomor 6 tentang Hukum Jinayat.

“Untuk kejelasan kronologisnya besok akan kita sampaikan,” katanya. (fzi)

Berita terkait
0
Covid-19 di 17 Negara Eropa Antara 11.000 - 200.000
Penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Eropa melanda semua negara bahkan di beberapa negara kasusnya jauh di atas jumlah kasus di China