Indonesia
Sempat Cuit Prabowo Minum Bir, Ini Sosok Pendakwah Haikal Hassan Baras
Akun Twitter Haikal Hassan juga menulis Prabowo tidak Salat Jumat.
Haikal Hassan Baras. (Foto: Instagram/haikalbabe)

Jakarta, (Tagar 25/3/2019) - Akun Twitter milik Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Haikal Hassan Baras, diduga menjadi korban pembajakan atau hack. Dalam akun Twitter Haikal sempat terlihat cuitan soal capres nomor urut 02 Prabowo Subianto minum bir dan tidak Salat Jumat.

"Malam semua, mohon maaf semoga teman-teman tidak kecewa. Jumat kemarin melihat dengan mata ane sendiri Prabowo tidak sholat Jumat malah minum bir di Ambarukmo Jogja."

"Ane sedih melihat kondisi ini. Dengan ini ane menyatakan akan mendukung Jokowi-Maruf," tulis akun Twitter Haikal, @haikal_hassan yang diduga dibajak, dikutip Tagar News, Senin (25/3).

Haikal kemudian mengambil tindakan. Melalui unggahan akun milik rekan sejawat di BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak, dirinya menjelaskan lewat video klarifikasi.

Pendakwah yang biasa dipanggil dengan sebutan Babe Haikal itu memberikan keterangan lewat sebuat video singkat. Dia mengatakan bahwa hampir seluruh media sosial miliknya telah dibajak oleh orang tak dikenal.

"Assalamualaikum teman-teman. Melalui mas Dahnil, tolong disebarluaskan, akun Twitter saya dihacked. Instagram, Facebook, hanphone, WhatsApp grup juga. Abaikan semuanya, karena ini pekerjaan orang-orang yang penakut. Tolong sebarkan mas Dahnil, tolong sebarkan," akunya dalam video klarifikasi.

Haikal Hassan BarasHaikal Hassan Baras. (Foto: Instagram/haikalbabe)

Nama lengkapnya Ahmad Haikal bin Hassan bin Umar bin Salim bin Ali bin Syekh Ali bin Abdullah Baras. Dirinya dikenal publik sebagai pendakwah jenaka yang syarat dengan logat betawi.

Baca juga: Dugaan Bendera HTI di Kampanye Prabowo, Pengamat: Dibawa ke Ranah Hukum

Lahir di Jakarta, pada tanggal 21 Oktober 68. Hassan kecil diubah tanggal kelahirannya oleh orang tua saat ingin mendaftar sekolah. Perubahan tersebut membuat jati diri sang ustadz sulit terlacak.

"Ane orang Betawi, lahirnye tanggal 21, tapi dicatatnya (tanggal) 22. Bulannya Oktober, sipaya bisa sekolah, dimuda-mudain tahun 70, padahal tahun 68. Jadi udah nggak jelas. Kata ibu saya, saya lahir di Bogor, kata bapak saya di Jakarta. Udah, makin nggak jelas," aku Babe Haikal disebuah video saat dirinya diundang sebagai penceramah tamu oleh Aa Gym, tahun 2018 lalu.

Haikal kecil menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Cawang 03 pagi. Lepas dari pendidikan dasar, dirinya melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 20 Jakarta dan Sekolah Menengah Atas Negeri 14 Jakarta.

Babe Haikal mengaku bahwa sewaktu masih kecil, dirinya kerap mendengarkan ceramah agama melalui kaset pita. Kaset-kaset ceramah tersebut sengaja ia koleksi dan disimpan hingga kini.

Selain itu, dirinya juga mengaji Alquran dengan guru ngajinya, yakni Ustadz Muchtar. Saat mengaji dengan gurunya itu, ada sebuah pelajaran yang membuatnya bercita-cita untuk menjadi pendakwah saat besar kelak.

"Ustaz Muchtar ngajarin saya, orang yang mencari dunia nggak bakal dapat akhirat, tapi orang yang mencari akhirat, langsung dapat dunia. Beli kambing, tali dapat. Beli tali mengharapkan kambing, nggak bisa," kenangnya.

Babe Haikal kemudian memutuskan untuk menggali ilmu agama Islam lebih dalam di sebuah perguruan tinggi di Jedah, Arab Saudi. Namun karena merasa tidak betah, ia memutuskan untuk kembali ke tanah air dan melanjutkan pendidikan di dalam negeri, yakni di Universitas Budiluhur.

Lulus dengan gelar S1 bidang Teknik Informatika di Universitas Budiluhur, Haikal muda kembali melancong ke luar negeri untuk mengejar gelar S2 di WA University, Perth, Australia. Di sana, ia kembali menggali ilmu di Fakultas Teknik Informatika.

Lagi-lagi kehidupan di luar negeri membuat Haikal muda tidak nyaman. Setelah sempat menjalani kehidupan selama 2 tahun di Australia, dia pun memutuskan untuk kembali pulang dan melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung dan mendapat gelar S2 di bidang Teknik Perindustrian.

Haikal Hassan sempat berprofesi sebagai salesman sambil mengajar di sebuah perguruan tinggi. Setelah itu, dia memutuskan untuk kembali mengejar pendidikan, yakni di Fakultas Filsafat Matematika Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan bekerja sebagai konsultan Sumber Daya Manusia, di sebuah perusahaan pertambangan.

Karier dakwah Haikal Hassan sudah dimulai sejak tahun 80an, yakni sebagai guru ngaji kampung di daerah tempat tinggalnya.

Dirinya aktif memberikan ceramah-ceramah agama dengan gaya yang khas, yakni dialek Betawi yang kental dengan kejenakaan.

Nama Haikal Hassan Baras mencuat paska aksi massa 212, pada 2 Desember 2016 silam. Dirinya bersama ratusan ulama pemimpin organisasi massa Islam, membentuk sebuah koalisi nasional untuk mengawal fatwa MUI tentang kasus penistaan agama oleh mantan Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Haikal juga kerap tampil sangar dalam mengkritik pemerintahan lewat berbagai mimbar dakwah. Tidak hanya itu, dirinya juga kerap mencuitkan pemiiran kritisnya lewat media sosial Twitter.

Dalam kancah politik, Haikal juga tercatat sebagai salah satu juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dalam posisinya tersebut, dirinya kerap memberikan ceramah-ceramah dalam agenda safari politik capres Prabowo di berbagai daerah.

Baca juga: 

Berita terkait
0
Naik Berahi, Pria di Makassar Nyaris Perkosa Adiknya
Seorang pelajar di Kota Makassar, nyaris diperkosa oleh sepupunya sendiri, AL di salah satu kamar penginapan.