UNTUK INDONESIA
Selain Rakit iPhone, Foxconn Juga Bakal Produksi Baterai EV
Hadir sebagai pemain baru, Foxconn menargetkan untuk bisa menguasai pasar baterai mobil listrik dalam waktu lima tahun.
Selain rakit iPhone, Foxconn juga bakal produksi baterai EV. (Foto: Tagar/The Verge)

Jakarta - Pabrikan perakit perangkat iPhone, Foxconn bakal melebarkan sayapnya dalam industri baterai untuk electric vehicle (EV) atau mobil listrik. Hadir sebagai pemain baru, perusahaan yang berbasis di Taiwan ini menargetkan untuk bisa menguasai pasar baterai mobil listrik dalam waktu lima tahun.

Dalam keterangannya kepada Reuters, CEO Foxconn Liu Young-way mengatakan Foxconn menargetkan dapat menguasai 10 persen pasar baterai mobil listrik dunia pada 2025 hingga 2027 mendatang. Perusahaan juga berencana untuk mengembangkan industri mobil listrik di Taiwan.

"Kami harus bersiap sesegera mungkin. Kami harus bergerak cepat untuk bisa menguasai pasar baterai mobil listrik dunia. Kamu juga ingin mendorong industri mobil listrik Taiwan agar lebih dikenal dunia," kata Liu, sebagaimana dikutip Tagar, Selasa, 20 Oktober 2020.

Foxconn dikabarkan akan menggandeng berbagai perusahaan otomotif dunia demi mencapai target yang sudah ditetapkan. Menurut rumor yang beredar, baterai mobil listrik garapan Foxconn akan mulai diluncurkan pada 2024 mendatang.[]

Berita terkait
Tingkatkan Produksi iPhone 12, Pegawai Foxconn Kerja 24 Jam
Para pegawai diwajibkan untuk lembur dan hari libur terpaksa dibatalkan demi produksi iPhone 12.
Indonesia dan Tesla Lakukan Diskusi untuk Investasi Baterai
Pembicaraan Pemerintah Indonesia dengan Tesla Terkait Investasi ini masih dalam tahap awal dan masih membutuhkan diskusi lebih lanjut.
Soal Mobil Listrik, Bahlil Lahadalia Ditantang Kejar Nikel
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia disarankan mengejar peluang investasi terkait dengan nikel untuk mobil listrik.
0
Pandemi, Kredit Bank Jatim ke UMKM Naik 12,24 Persen
Bank Jatim mencatat pertumbuhan penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar 12,24 persen menjadi Rp 6,46 triliun.