UNTUK INDONESIA
Sekolah Tatap Muka di Kota Malang, Sutiaji: Asalkan Disiplin
Wali Kota Malang mengatakan sekolah kembali dibuka jika kota pendidikan itu sudah masuk zona kuning. Saat ini Kota Malang masih zona oranye.
Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Tagar/Moh Badar Risqullah)

Malang - Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan dalam waktu dekat ini sekolah tatap muka kemungkinan sudah bisa dilakukan di tengah kondisi pandemi Covid-19. Dengan catatan, dia menyebutkan ketika tingkat penyebaran virusnya di kota pendidikan ini bisa dikendalikan dan sudah masuk zona kuning.

Dia menjelaskan untuk pembukaan sekolah tatap muka sebenarnya tidak perlu menunggu masuk zona hijau. Dia menyebutkan sudah bisa dilakukan ketika masyarakat memang sudah mengerti dan patuh protokol kesehatan.

Jadi, sudah tidak pakai virtual lagi. Tapi, masih tetap akan kami bagi.

"Terkait pembukaan sekolah, tidak menutup kemungkinan akan kami buka. Namun, ketika kita bertahan dan masuk pada zona kuning serta masyarakat mengerti dan patuh protokol kesehatan," ujarnya, Selasa, 20 Oktober 2020.

Meski demikian, Sutiaji mengatakan untuk pembukaannya akan tetap dilakukan secara bertahap. Dia mencontohkan seperti dengan cara siswa boleh masuk dibagi dengan kapasitas 50 hingga 60 persen.

Baca juga:

Kemudian, dia menyebutkan juga tetap diwajibkan membawa surat sehat dan diantar jemput oleh orang tuanya. Khususnya, kata dia, beberapa sekolah di Kota Malang dengan siswanya ada dari luar daerah.

"Jadi, sudah tidak pakai virtual lagi. Tapi, masih tetap akan kami bagi. Sehingga tidak seratus persen tatap muka. Bisa 50 hingga 60 persen," kata dia.

Sutiaji menyampaikan dari polling atau jajak pendapat Pemerintah Kota Malang kepada beberapa orang tua siswa di Kota Malang. Dia menyebutkan ada kurang lebih 70 persennya menghendaki agar sekolah tatap muka segera dilakukan kembali.

"Kalau untuk kesiapan, sebenarnya kita sudah siap. Apalagi, hampir 70 persen mereka (orang tua) menghendaki sekolah masuk kembali," ujarnya.

Sedangkan untuk target menuju zona kuning, Sutiaji mengaku minggu depan sudah bisa dan tingkat penyebarannya bisa dikendalikan tanpa ada penambahan pasien konfirmasi positif Covid-19 dengan jumlah banyak.

"Mudah-mudahan minggu depan kita bisa masuk ke zona kuning. Makanya, kita tidak boleh terlena oleh dengan status zona oranye. Kita tetap edukasi masyarakat betapa pentingnya disiplin protokol kesehatan," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Kota Malang masih berada dalam kategori zona oranye dengan tercatat total kasus positif Covid-19 atau virus corona mencapai 1.946 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 193 orang meninggal dunia, 1.712 orang sembuh dan 41 orang lainnya masih dalam pemantauan.[]

Berita terkait
Demo Damai, Aliansi Malang Melawan: Akan Ada Lagi
Aliansi Malang Melawan akan terus menggelar demonstrasi hingga Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu mencabut Omnibus Law.
Demo Omnibus Law di Malang, Massa: Aksi Kita Damai
Sejumlah massa aksi tergabung dalam Aliansi Malang Melawan menggelar aksi tolak UU Omnibus Law di Alun-alun Tugu Kota Malang.
Khawatir Ricuh, BEM Malang Raya Tidak Ikut Demo Omnibus Law
BEM Malang Raya tidak ikut demonstrasi tolak omnibus law hari ini berdasarkan kesepakatan. Apalagi demo sebelumnya berakhir ricuh.
0
Prakiraan Cuaca Jakarta, Jumat 23 Oktober 2020
BMKG menyampaikan peringatan dini cuaca potensi hujan yang akan turun di sebagian wilayah DKI Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2020.