Sejarah 5 Agustus 1989 di ITB, Jejak Kelam Demokrasi

Mahasiswa ITB kerap melakukan aksi-aksi perjuangan menentang pembebasan tanah dengan semena-mena di Kacapiring, Cimacan, Kedung Ombo, dan Badega.
Enam Mahasiswa ITB yang ditahan di LP Kebonwaru, Bandung, terkait Aksi 5 Agustus 1989. Dari kiri ke kanan: Moh. Jumhur Hidayat, M.Fadjroel Rachman, Arnold Purba (alm), Enin Supriyanto, Bambang SLN dan Ammarsjah. (Foto: Koleksi KPM ITB)

Jakarta - Peristiwa 5 Agustus 1989 menjadi sejarah penting bagi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus catatan kelam bagi kelangsungan demokrasi Indonesia di bawah penguasa otoriter Orde Baru.

Pada peristiwan ini terjadi insiden dalam acara Penataran P-4 yang dihadiri Menteri Dalam Negeri, Rudini. Saat itu beberapa mahasiswa akan menangkap Menteri Rudini karena dianggap bertanggung jawab membawahi pemerintah lokal yang berkolusi dengan penguasa.

Aktivis mahasiswa juga menentang program NKK-BKK dan menuntut Presiden Soeharto turun dari jabatannya. Akhirnya, 11 orang ditangkap dan 6 mahsasiwa digelandang ke pengadilan kemudian dipenjara. di antaranya Fadjroel Rachman, Jumhur Hidayat, dan Enin Supriyanto.

Aksi demontrasi yang diikuti oleh ribuan mahasiswa baru memenuhi Gedung Serba Guna (GSG) ITB pada Sabtu pagi itu, memblokade rombongan Menteri Rudini. Dalam penghadangan itu, mahasiswa menuntut keras bahwa Menteri Rudini tidak sepantasnya hadir dalam pembukaan Penataran P4 di kampus ITB dengan alasan banyak sorotan terhadap Rudini terkait di banyak konflik.

Konflik itu di antaranya masalah tanah dan penggusuran permukiman rakyat di berbagai daerah, seperti di Pulau Panggung, Lampung Selatan. Sepanjang periode 1989, mahasiswa ITB kerap melakukan aksi-aksi perjuangan menentang pembebasan tanah dengan semena-mena di Kacapiring, Cimacan, Kedung Ombo, dan Badega.

Longmarch Bandung-Badega oleh mahasiswa ITB untuk menghalangi buldoser yang akan mengeksekusi tanah Badega.


Sudah sepantasnya kita menundukkan kepala, mengenang perjuangan mereka yang sebagian hasilnya kita rasakan sekarang ini.


Puncak protes mahasiswa adalah ketika Menteri Rudidi datang ke ITB yang akhirnya menjadi tonggak sejarah para aktivis kampus itu.

Mereka mengorganisir diri, ada yang mengadakan aksi poster dan spanduk, aksi pembakaran ban dan happening art, pembacaan petisi, ada juga yang mengorganisir aksi walk out dari ruang penataran. 

Akibatnya, sore itu juga militer masuk kampus dan beberapa mahasiswa ditangkap.

Beberapa tokoh penggerak aksi ini pun sudah tiada. Arnold Purba, Theodorus Jacob Koekerits, Pulih, Ipung, Juanito Carlos Djamal dan beberapa lainnya sudah mendahului kita.

Sudah sepantasnya kita menundukkan kepala, mengenang perjuangan mereka yang sebagian hasilnya kita rasakan sekarang ini.

Memang dalam sejarah bangsa kita, kaum muda terdidik selalu jadi motor penggerak, kaum mahasiswa adalah inti kekuatannya, gerakan kaum muda bukan saja perjuangan menuntut keadilan, tetapi juga sebagai penanda perlunya perubahan.

Gerakan kaum muda masa itu sarat dengan nilai-nilai luhur dan merupakan koreksi positif terhadap kekeliruan yang terjadi.

Kemurnian perjuangan kaum muda masa itu bukan saja hasil dari pergulatan mereka bersama rakyat, tetapi juga merupakan hasil olah pikir yang berorientasi pada kepentingan rakyat banyak bukan sekadar politik identitas sempit.

Memang tantangan kaum muda masa kini jauh berbeda, kecepatan arus informasi sering kali membuat mereka tidak lagi sempat menganalisis lebih dalam.

Bukan hanya kecerdasan dan pisau analisis yang lebih tajam, tetapi juga butuh kejernihan berpikir ekstra agar tidak terjebak dalam perangkap kepentingan sempit para elit kemudian melupakan garis perjuangan.

Perjuangan yang sejatinya selalu bekerja dan berada ditengah tengah rakyat yang terus mengobarkan semangat kebangsaan untuk tetap menjaga keutuhan Republik Indonesia. []

Baca Juga: ITB Sabet 18 Medali di Lomba Nasional MIPA 2021

Berita terkait
Roadshow Vaksinasi IA-ITB di Jawa Barat
IA-ITB menggelar vaksinasi massal sesi ketiga yang diadakan di Balai Desa Cibodas Maribaya, Kabupaten Bandung Barat.
Jakarta Akan Tenggelam! Lembaga Riset IA-ITB Temukan Fakta
Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB menemukan fakta lain soal Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyebutkan potensi Jakarta akan tenggelam.
IA-ITB Gandeng Sejumlah Alumni Univ Jabar Hadirkan Vaksinasi
Ketua Umum IA-ITB Gembong Primadjaja mengatakan IA-ITB bekerja sama dengan sejumlah universitas se-Jawa Barat hadirkan vaksinasi massal.
0
Sejarah 5 Agustus 1989 di ITB, Jejak Kelam Demokrasi
Mahasiswa ITB kerap melakukan aksi-aksi perjuangan menentang pembebasan tanah dengan semena-mena di Kacapiring, Cimacan, Kedung Ombo, dan Badega.