UNTUK INDONESIA
Saudi Aramco Lepas Saham Awal November
Perusahaan minyak nasinal Arab Saudi, Saudi Aramco akan melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada 3 November mendatang.
Ladang minyak milik perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Saudi Aramco. (Foto: Arab News)

Riyadh - Saudi Arabian Oil Co (Saudi Aramco) dikabarkan akan melakukan penawaran saham umum perdana (initial public offering - IPO) pada 3 November mendatang. Rencana lepas saham melalui IPO perusahaan minyak nasional Arab Saudi itu dilakukan setelah sebelumnya ditunda pada awal bulan ini karena memberikan waktu kepada penasihat untuk mengamankan landasan investor.

Tiga sumber yang mengetahui langsung hal tersebut menyatakan kepada Rueters bahwa Saudi Aramco mencari pendanaan untuk 1 -2 persen saham di bursa saham Tawadul. Penawaran perdana yang dilakukan Saudi Aramco ini akan menjadi salah satu yang terbesar dengan nilai lebih dari 20 miliar dolar AS.

Menanggapi pertanyaan Reuters, Saudi Aramco mengatakan tidak menanggapi rumor atau spekulasi. Ditegaskan bahwa perusahaan terus terlibat dengan pemegang saham dalam kegiatan kesiapan IPO."Perusahaan siap dan soal waktu tergantung pada kondisi pasar dan kesiapan pemegang saham," jelas pernyataan resmi Aramco seperti diberitakan dari Reuters, Selasa, 29 Oktober 2019.

Kepala Dana Kekayaan Kerajaan Arab Saudi, Yassir al-Rumayyan berkata,"Perusahaan akan memiliki lebih banyak pemegang saham dari institusi." Al-Rumayyan, Gubernur Dana Investasi Publik (PIF) sekaligus Ketua Dewan Direksi Aramco juga membicarakan soal IPO perusahaan, dalam sebuah panel di konferensi di Riyadh.

Aramco akan memulai subscription untuk investor (penawaran untuk investor) mulai 4 Desember mendatang. Perusahaan minyak terbesar di dunia itu berencana mengumumkan harga transaksi saham pada 17 November. Perusahaan mulai melakukan penawaran di pasar lokal, bursa Tawadul pada 11 Desember mendatang.

Prospek Aramco yang menjual sebagian dari perusahaan telah membuat Wall Street gelisah sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman pertama kali menandainya tiga tahun lalu. Namun, valuasi yang diinginkan yakni 2 triliun dolar AS selalu dipertanyakan oleh beberapa pemodal dan pakar industri, yang mencatat bahwa banyak negara telah mempercepat upaya untuk beralih dari bahan bakar fosil untuk mengatasi pemanasan global, dan menempatkan harga minyak di bawah tekanan dan merusak nilai ekuitas produsen.

Meski demikian, sejumlah investor global telah menyatakan minatnya untuk membeli saham Aramco. Salah satunya adalah badan pengelola Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF). "Ada beberapa dana pensiun Rusia yang tertarik untuk berinvestasi dalam IPO Aramco dan kami juga telah menerima indikasi dana investasi dari China. Beberapa lembaga besar China yang juga tertarik dengan IPO Aramco," kata kepala RDIF Kirill Dmitriev.

Berita terkait
Tensi Geopolitik, Fitch Turunkan Rating Arab Saudi
Fitch Rating menurunkan peringkat kredit Arab Saudi akibat meningkatnya tensi geopolitik dan militer di kawasan Teluk
Bukan Muhrim Boleh Sekamar Hotel di Arab Saudi
Bukan muhrim, tidak ada ikatan suami istri, boleh sekamar hotel di Arab Saudi.
Arab Saudi Hapus Kebijakan Visa Progresif Umrah
Pemerintah Arab Saudi resmi mencabut kebijakan visa progresif untuk umrah melalui dekrit raja. Hal ini untuk mewujudkan visi 2030 mengenai target.
0
Nabi Ismail AS, Saat Tapak Kaki Sentuh Tanah Gersang
Dari perjalanan kehidupan Nabi Ismail akan diketahui arti di balik semua ritual dalam prosesi ibadah haji, juga ibadah kurban.