UNTUK INDONESIA
Tensi Geopolitik, Fitch Turunkan Rating Arab Saudi
Fitch Rating menurunkan peringkat kredit Arab Saudi akibat meningkatnya tensi geopolitik dan militer di kawasan Teluk
Fith Rating turunkan peringkat kredit Arab Saudi (Channel News Asia)

Dubai - Lembaga pemeringkat Fitch Rating pada Senin, 30 September 2019 menurunkan rating  kredit Arab Saudi dari A Plus (A+) menjadi A. Penurunan peringkat ini akibat meningkatnya tensi geopolitik dan militer di kawasan Teluk setelah serangan  drone.

Pada 14 September yang lalu, dua fasilitas penting ladang minyak Khurais dan pabrik penyulingan minyak terbesar di dunia, Abqaiq lumpuh. Kedua fasilitas ini merupakan penyuplai terbesar produks minyak negara ini sehingga berdampak terhadap perekonomian nasional. Serangan drone ini menurut Fitch memberikan tekanan negatif terhadap industri minyak Arab Saudi.

"Kami telah merevisi penilaian tentang rentannya infrastruktur ekonomi Arab Saudi akibat memanasnya ancaman militer di kawasan Teluk," jelas pernyataan Fitch Rating seperti diberitakan dari Channel News Asia, Selasa, 1 Oktober 2019.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Keuangan Kerajaan Arab Saudi mengkritik rilis yang dikeluarkan Fitch dan membantah bahwa serangan itu berpengaruh signifikan terhadap produksi minyak. Kementerian Keuangan meminta agar Fitch mengembalikan peringkat kredit ke posisi semula A+. "Kami kecewa terlalu tergesa-gesa mengeluarkan rilis ini," jelas Kementerian Keuangan seperti dikutip dari Saudi Press Agency.

Serangan 14 September 2019 itu tak mempengaruhi komitmen Arab dalam menjaga stabilitas pasar produksi minyak dunia. Pihak kerajaan mengklaim telah berhasil memulihkan pasokan minyak mentah paska serangan 14 September. Arab berhasil mengembalikan kapasitas produksi minyak menjadi 11,3 juta barel per hari dan menargetkan bisa mencapai kapasitas penuh sebanyak 12 juta barel per hari pada November mendatang.

"Penurunan peringkat ini agak spekulatif. Fitch tidak melihat respon kami yang cepat,tegas dan efektif dalam mengantisipasi dampak serangan," kata pernyataan kerajaan Arab Saudi.

Fitch sebenarnya membenarkan bahwa Arab mampu mengantisipasi dampak serangan terhadap fasilitas ladang minyak. Lembaga pemeringkat ini mencontohkan keberhasilan perusahaan raksasa Saudi Aramco dalam memulihkan produksi minyak dengan membangun kapasitas output cadangan minyak yang besar. "Meskipun akhir September lalu produksi minyak telah pulih, kami percaya masih akan ada risiko serangan lebih lanjut yang akan mengganggu stabilitas ekonomi,"kata pernyataan Fitch.


Berita terkait
Meningkatkan Hubungan Bilateral Arab Saudi - Indonesia
Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Esam A. Abid Althagafi, yakin hubungan bilateral Arabu Saudi-Indonesia akan meningkat
Foto: Serangan Drone Hancurkan Kilang Minyak Arab Saudi
Perusahaan minyak milik Arab Saudi, Aramco, diserang 10 drone. Diduga, serangan ini dilakukan oleh pemberontak Houthi Yaman.
Dua Jemaah Haji Aceh Masih Dirawat di Arab Saudi
Menjelang kepulangan kelompok terbang terakhir jemaah haji Aceh dari Madinah, dua jemaah masih dirawat di Arab Saudi.
0
Tak Pakai Masker, 33 Warga Palembang Dikarantina
Melanggar karena tidak memakai masker 33 warga Palembang Sumatera Selatan dikarantina.