UNTUK INDONESIA
Satu Pelajar SMPN 1 Turi Sleman Belum Ditemukan
Dua korban berhasil ditemukan. Sampai saat ini sembilan korban yang sudah ditemukan. Masih satu korban yang masih dalam pencarian.
Posko data dan informasi korban hilang hanyut di SMPN 1 Turi Sleman. Sampai Minggu 22 Februari 2020 siang, masih satu korban yang belum ditemukan. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Sleman - Proses pencarian pelajar yang hanyut saat susur sungai Sempor di Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Sleman, Kota Yogyakarta, masih berlangsung sampai saat ini. Dua korban berhasil ditemukan, kini tinggal satu orang yang masih dalam pencarian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan mengatakan dua orang ditemukan di lokasi yang berbeda. Korban pertama ditemukan pukul 10.15 WIB di DAM Polowidi. Jenazah dibawa ke Puskesmas Turi. Korban kedua ditemukan pukul 10.48 WIB di DAM Nglengkong.

Menurut dia dengan ditemukan dua orang tersebut, saat ini tinggal satu orang. Total 249 siswa, masing-masing kelas Kelas 7 ada 124 siswa dan Kelas 8 ada 125 siswa. "Terkonfirmasi selamat 216 siswa, terkonfirmasi luka luka 23 siswa, meninggal dunia sembilan siswa, dan belum ditemukan satu siswa," katanya di Sleman pada Sabtu, 22 Februari 2020.

Sementara itu Tim gabungan sebanyak 45 lembaga melakukan pencarian dan evakuasi terhadap siswa yang hanyut. Posko operasi lapangan bertempat di rumah Kepala Dusun Dukuh Sempor, Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman dengan pimpinan posko dari Basarnas. Posko laporan orang hilang atau data di SMPN 1 Turi, dipimpin oleh Kapolsek Turi.

Meninggal dunia sembilan siswa, dan belum ditemukan satu siswa.

Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) BPBD DIY mencatat lebih dari 180 orang bekerja untuk melakukan pencarian. Sampai Minggu siang, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan. 

Upaya pencarian melalui penyisiran sungai dari tempat kejadian hingga Hotel Gajah dengan pembagian empat sektor. Sektor pertama berjarak 6.71 km untuk penyisiran, sektor kedua 5,59 km, sektor ketiga 7,91 km dan terakhir 4,98 km. Pos pencarian dan evakuasi berada terpisah dari posko, yaitu di Dusun Dukuh, Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman. 

Berikut pelajar yang ditemukan meninggal dunia:

1. Sovie Aulia, 15 tahun, alamat Sumberejo RT 22 RW 6, Kaliurang, Srumbung, Magelang

2. Arisma Rahmawati, 13 tahun, alamat Ngentak RT 2 RW 23, alamat Tepan, Bangunkerto, Kecamatan Turi. 

3. Nur Azizah, 15 tahun, alamat Kembangarum RT 2 RW 30 Donokerto, Kecamatan Turi. 

4. Lathifa Zulfaa, 15 tahun, alamat Kembangarum RT 4 RW 33 Donokerto, Kecamatan Turi. 

5. Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah, 14 tahun, alamat Karanggawang RT 5 RW 25 Girikerto, Kecamatan Turi. 

6. Evieta Putri Larasati, 13 tahun, alamat Soprayan RT 4 RW 19 Girikerto, Kecamatan  Turi.

7. Faneza Dida, 13 tahun, alamat Glagahombo RT 3 RW 19 Girikerto, Kecamatan Turi.

8. Nn (belum teridentifikasi)

9. Nn (belum teridentifikasi) []

Baca Juga:

Berita terkait
Nama 9 Siswa Meninggal Hanyut SMPN 1 Turi Sleman
Bukan 7, tapi 9 pelajar meninggal dalam tragedi susur sungai pramuka SMPN 1 Turi Sleman. Dan masih ada satu lagi pelajar belum ditemukan.
Mencari yang Harus Bertanggung Jawab Kasus SMPN 1 Turi Sleman
Tragedi pramuka susur sungai, tujuh pelajar SMPN 1 Turi Sleman ditemukan meninggal, yang lain luka-luka dan hilang. Siapa bertanggung jawab?
Pemerintah Tanggapi Kasus SMPN 1 Turi Sleman
Kegiatan pramuka di SMPN 1 Turi Sleman membuat 7 siswa meninggal dunia saat susur sungai. Ini tanggapan pemerintah.
0
Kata PKS, Presiden Jokowi Lemah dan Plin Plan
Pemerintahan Jokowi periode dua ini masih saja seperti dulu. Lemah dan plin plan. Terlihat saat wabah Covid-19 melanda negara ini. Kata orang PKS.