Sarapan Pagi, Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini

Banyak makanan untuk sarapan yang tidak memenuhi kriteria, sehingga membuat Anda merasa lapar setelah makan atau merasa tidak nyaman saat kenyang.
Ilustrasi sarapan pagi. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Banyak orang yang mengklai bahwa sarapan adalah makanan terpenting dalam sehari. Anda mungkin bertanya-tanya apakah semua makanan bagus untuk dikonsumsi untuk sarapan atau tidak. Kebanyakan orang-orang, memilih sarapan yang mengandung kombinasi protein, serat, dan lemak sehat untuk membuat Anda tetap merasa kenyang sampai waktu makan siang.

Sayangnya, banyak makanan untuk sarapan yang tidak memenuhi kriteria, sehingga membuat Anda merasa lapar setelah makan atau merasa tidak nyaman saat kenyang. Dilansir dari Healthline, berikut ada 5 makanan yang harus Anda hindari untuk sarapan.


1. Sereal manis

Makanan ini biasanya penuh gula dan rendah protein, yang berarti bahwa mereka akan dengan cepat meningkatkan kadar gula darah Anda. Hal ini dapat menyebabkan iritabilitas dan rasa lapar begitu hormon insulin penurun gula darah mulai bekerja. Akan tetapi, sereal manis baik-baik saja sebagai cemilan sesekali, tetapi bukan pilihan untuk sarapan.


2. Pancakes dan waffles

Pancakes dan waffels bukanlah cara yang bergizi untuk mengisi perut kosong Anda di pagi hari. Terlepas dari profilnya yang lezat, makanan yang lezat ini sering dibuat dengan tepung putih halus dan ditaburi mentega dan sirup, yang pada dasarnya adalah gula murni. Ini berarti pancakes dan waffels tinggi kalori, lemak, dan gula, namun kurang protein dan serat. Jadi, sementara mereka dapat mengisi perut dengan cepat, tetapi tidak akan membuat Anda kenyang.


3. Roti pagar mentega

Roti panggang mentega adalah sarapan sederhana dan mudah. Yang Anda butuhkan hanyalah sepotong roti dan sedikit mentega, dan siap untuk dimakan saat sarapan. Namun, opsi ini tidak akan menopang Anda untuk waktu yang lama, karena kekurangan protein. Sebagian besar kalori dalam roti bakar mentega berasal dari karbohidrat dalam roti dan lemak dari mentega.


4. Jus buah

Meskipun mungkin Anda berfikir bahwa menghilangkan dahaga dengan jus buah lebih sehat daripada minum soda manis atau teh manis, itu sebenarnya bukan pilihan terbaik. Sementara jus buah mengandung nutrisi dan antioksidan, jus ini tinggi gula dan rendah serat yang ditemukan dalam buah utuh, yang berarti tidak terlalu mengenyangkan.


5. Yoghurt manis dan rendah lemak atau tanpa lemak

Di antara banyak manfaat yogurt, ini adalah sumber protein dan probiotik yang baik. Probiotik adalah bakteri hidup yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan Anda. Namun, banyak jenis yogurt yang sarat dengan gula tambahan, menjadikannya pilihan yang kurang sehat. Terlebih lagi, banyak varietas populer telah menghilangkan sebagian besar atau semua kandungan lemaknya, yang berarti mereka mungkin kurang mengenyangkan.


Meskipun Anda tidak harus menghindari pilihan ini sepenuhnya, Anda mungkin ingin memilih makanan yang lebih seimbang untuk sarapan di hari kerja dan mempertahankan pilihan suboptimal untuk acara-acara khusus. Cobalah untuk memastikan bahwa makanan pertama Anda di pagi hari itu mengandung protein, serat, dan lemak sehat untuk meningkatkan rasa kenyang, serta beberapa karbohidrat untuk menyediakan energi. Selain itu, cobalah untuk menghindari minuman yang penuh gula, seperti jus buah atau minuman kopi manis. []

(Ghariza Syifa Riyashi)

Berita terkait
Mengapa Sarapan Pagi Penting Bagi Tubuh?
Beberapa penelitian menemukan adanya peningkatan risiko penyakit tertentu pada orang-orang sering melewatkan sarapan.
Mengenal Oatmeal Sarapan Sehat Bagi Pengidap Jantung
Salah satu sarapan sehat bagi pengidap jantung adalah oatmeal yang terdiri dari gandum dan cairan, seperti air, susu sapi, atau susu nabati.
6 Jenis Sarapan Sehat yang Efektif Turunkan Berat Badan
Makanan yang kaya serat dan nutrisi akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
0
Produsen Serat Sintetis di Banten Beralih ke Listrik PLN
PT Indonesia Toray Synthetic hentikan penggunaan PLTU milik sendiri berkapasitas 2x15 MW dan memutuskan beralih ke listrik PLN dengan total 45 MVA.