UNTUK INDONESIA
Sabun Cuci Tangan Laku Keras di Depok karena Corona
Akibat dua warga Depok positif virus Corona, sabun cuci tangan laku keras di tempat perbelanjaan.
Seorang pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan Depok memilih sabun cuci tangan. Depok menjadi kota pertama di Indonesia yang terpapar virus corona. (Foto: Tagar/Gemilang Isromi Nuari)

Jakarta - Sabun cuci tangan atau hand sanitizer menjadi laris terjual dan diburu masyarakat di salah satu pusat perbelanjaan di Depok. Hal ini lantaran barang tersebut menjadi salah satu upaya pencegahan sederhana terhadap virus corona yang bisa dilakukan.

Melalui pantauan Tagar, Senin, 2 Maret 2020 di salah satu pusat perbelanjaan Kota Depok, stok sabun cuci tangan yang tersedia di rak penjualan semakin menipis. Bahkan pihak pusat perbelanjaan menuliskan himbauan di rak tersebut "Cegah Virus Corona Dengan Mencuci Tangan Menggunakan Hand Soap".

Semoga pelan-pelan punah virusnya dan tidak banyak korban lagi.

Salah satu pembeli bernama Amanda Ayu, berusia 29 tahun mengaku sengaja membeli sabun cuci tangan sebagai upaya pencegahan penularan virus Corona. Apalagi belum lama ini, dua warga Depok dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 atau Corona. 

Sabun Cuci TanganSeorang pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan Depok memilih sabun cuci tangan. Depok menjadi kota pertama di Indonesia yang terpapar virus corona. (Foto: Tagar/Gemilang Isromi Nuari)

"Pastinya upaya pencegahan, apalagi saya punya anak kecil, jadi antisipasi paling utama ya dari tangan karena rentan. Makanya sabun terutama hand soap atau hand sanitizer paling penting untuk pencegahan," kata Amanda Ayu kepada Tagar, Senin, 2 Maret 2020.

Amanda juga mengatakan dirinya sudah melakukan beragam upaya pencegahan terhadap virus corona.

"Paling di rumah lebih steril aja sih, kebetulan juga lagi cari masker karena di mana-mana lagi kosong," ucap dia.

Terkait langkanya pasokan masker di Kota Depok, Amanda menuturkan jika dirinya kecewa dengan kondisi tersebut. Sehingga, dia meminta pemerintah bisa menangani persoalan kelangkaan masker tersebut. 

"Saya sudah berputar cari masker di Depok, itu dari apotek sekalipun ke distributornya langsung juga tidak ada, sekalinya ada juga itu harganya mahal," tuturnya.

Amanda juga berharap agar wabah virus corona yang terjadi bisa cepat teratasi.

"Semoga pelan-pelan punah virusnya dan tidak banyak korban lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua warga negara Indonesia positif corona berasal dari Depok.

Dengan adanya warga yang terjangkit virus corona, Depok menjadi kota pertama di Indonesia yang terpapar virus bernama Covid-19 ini. []

Baca juga:

Berita terkait
Corona Masuk Indonesia, Dokter di Aceh Siaga
IDI Aceh wajib mengawal seluruh masyarakat agar tidak terjangkit virus corona.
Kemenkes Minta Warga Tidak Salah Kaprah soal Masker
Penggunaan masker hingga di pasaran kehabisan setok ditanggapi Kementerian Kesehatan dan Menteri Kesehatan, menyangkut masuknya virus corona.
Cara Membuat Masker Sendiri untuk Cegah Corona
tips alternatif lain yang dapat digunakan sebagai pengganti masker untuk menutup wajah menggunakan tisu basah.
0
Ada Warga Positif Corona, Banjar di Bali Diisolasi
Sekitar 1200 warga Desa Abuan Bangli, Bali menjalani rapid test, menyusul ada sejumlah warga tertular virus corona Covid-19.