UNTUK INDONESIA
Saat Kiswah Penutup Kabah Diganti
Lebih dari 150 teknisi dari Kerajaan Arab Saudi dikerahkan untuk mengganti kiswah, kain hitam penutup Kabah.
Gubernur Makkah Pangeran Khalid Al-Faisal menyerahkan kiswa, kain sutra hitam penutup Kabah. (Foto: Arab News).

Jakarta - Lebih dari 150 teknisi dari Kerajaan Arab Saudi dikerahkan untuk  mengganti kiswah atau kisaba, kain hitam penutup Kabah pada Rabu malam, 29 Juli 2020 waktu setempat. Penggantian kiswah rutin dilaksanakan setiap pelaksanaan ibadah haji.

Gubernur Mekkah, Pangeran Khalid Al-Faisal, atas nama Raja Salman, menyerahkan kiswa yang baru kepada pengurus senior Kabah, Saleh bin Zain Al-Abidin Al-Shaibi, pekan lalu. Pengerjaan penggantian kiswah ini dilakukan oleh puluhan petugas berseragam khusus dengan pengawalan petugas keamanan Masjidil Haram.

Baca Juga: Jemaah Haji Mesir: Rasanya Seperti Mimpi

Kain kiswah yang terbuat dari sutra alami khusus yang dicelup dalam warna hitam. Kain ini memiliki luas 658 meter persegi dan terbuat dari sutera seberat 670 kilogram. Jahitannya terdiri dari benang emas seberat 15 kilogram.

Saya berlatih berjam-jam setiap hari karena saya menyukai kaligrafi Arab.

Kain ini terdiri dari 47 bagian dan masing-masing memiliki panjang 14 meter dan lebar 101 meter. Kiswah dipasang mengitari Kabah dan direkatkan ke tanah menggunakan cincin tembaga. Jahitan ayat-ayat Al Quran yang biasanya dirancang secara manual sekarang dibantu oleh komputer yang mempercepat masa pembuatan kain ini.

Seperti diberitakan dari Arab News, Kamis, 30 Juli 2020, membuat tulisan kaligrafi Al-Qur'an di kiswah merupakan suatu kehormatan bagi kaligrafer. Salah satu pembuat kaligrafi untuk kiswah adalah Mokhtar Alim Shokder.

Shokder menyukai seni menulis indah Al Quran sejak usia muda dan terus mengembangkan keahliannya selama bertahun-tahun. Ini membuatnya mendapatkan posisi prestisius dan terhormat sebagai penulis kaligrafi kiswah Kabah.

Penulis Kaligrafi Al-Quran di Kiswah KabahMokhtar Alim Shokder, menjadi penulis kaligrafi Al-Quran di kiswah Kabah setelah berlatih bertahun-tahun dengan tekun. (Foto: Arab News).

Sebagai siswa kelas tiga, ia mengikuti kursus kaligrafi tiga bulan selama musim panas 1977 yang diadakan di Masjid Al-Haram, Mekkah. Gurunya terkesan dengan hasil karya Shokder yang indah. Ketrampilan yang luar biasa ini membuat ia diangkat menjadi guru kaligrafi pada tahun berikutnya.

"Saya berlatih berjam-jam setiap hari karena saya menyukai kaligrafi Arab. Teman-teman sekelas datang dan meminta tips tentang cara meningkatkan tulisan tangan mereka, ” kenang Shokder.

Setelah mengajar kaligrafi selama beberapa tahun di Masjid Al-Haram, Shokder mendaftar di Departemen Pendidikan Seni Universitas Umm Al-Qura pada tahun 1989 untuk mengasah keterampilannya. Menurutnya ia mendapat banyak inspirasi dari Muhammad Hassan Abu Al-Khair, seorang profesor di universitas itu dan seorang kaligrafer terkenal.

Baca Juga: Ibadah Haji Hanya untuk 1.000 Jemaah, Mulai 29 Juli 

Menulis di kiswa Kabah membutuhkan keterampilan yang kuat dan pelatihan berjam-jam. Bagian tersulit dari penulisan kaligrafi di kiswa di mana teksnya majemuk dan tumpang tindih. Ini mengharuskan kaligrafer mencoba beberapa kali sebelum mencapai hasil yang diinginkan, tulisan kaligrafi Al-Quran yang indah. []

Berita terkait
Arab Resmi Larang Ibadah Haji Warga dari Luar Negeri
Arab Saudi mengumumkan secara resmi tidak membuka ibadah haji tahun ini untuk warganegara dari luar negeri.
Jemaah Haji Mesir: Rasanya Seperti Mimpi
Para jemaah mulai melaksanakan ritual ibadah haji pada Rabu, 29 Juli 2020 di bawah prokol kesehatan Covid-19 yang ketat.
Malaysia dan 4 Negara Batal Berangkatkan Jemaah Haji
Malaysia dan beberapa negara membatalkan memberangkatkan jemaah haji karena pencegahan penyebaran Pandemi virus Corona atau Covid-19.
0
Saat Kiswah Penutup Kabah Diganti
Lebih dari 150 teknisi dari Kerajaan Arab Saudi dikerahkan untuk mengganti kiswah, kain hitam penutup Kabah.