Moskow – Puluhan ribu pendukung tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny, yang sekarang dalam penjara membanjiri jalan-jalan di Rusia pada Sabtu, 23 Januari 2021. Mereka mengabaikan peringatan pihak berwenang yang mengatakan bahwa mereka yang berdemonstrasi akan ditangkap dan berisiko terpapar virus corona.
Navalny menyerukan sejumlah unjuk rasa itu setelah pemimpin oposisi itu dipenjara sekembalinya ke Rusia akhir pekan lalu dari Jerman, tempat dia dirawat karena diracun pada Agustus tahun 2020 lalu.
Kelompok pengawas independen OVD-Info melaporkan lebih dari 2.700 ditangkap pada Sabtu, 23 Januari 2021, malam, termasuk istri Navalny, Yulia, dan pembantunya, politisi Lyubov Sobol. Puluhan jurnalis juga ditangkap.
Foto yang diambil dari video tampak petugas berbicara dengan pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny, sebelum membawanya, di Bandara Sheremetyevo di Moskow, Rusia, 17 Januari 2021. (Foto: voaindonesia.com/Reuters)Yulia Navalnaya mengonfirmasi penangkapannya di Moskow dalam sebuah unggahan Instagram yang dibuat dari dalam van polisi. "Maaf kualitas (fotonya) buruk. Pencahayaannya sangat jelek di dalam van," tulisnya pada Sabtu, 23 Januari 2021.
Ribuan pendukung Navalny turun ke jalan-jalan di lebih dari 60 kota di Rusia Sabtu, 23 Januari 2021, menuntut agar pengkritik Kremlin itu segera dibebaskan. Mereka melawan upaya-upaya yang diambil polisi untuk membubarkan protes.
Pihak berwenang mengatakan protes itu ilegal karena tidak diotorisasi dengan semestinya. Navalny ditahan selama 30 hari pada awal pekan ini karena dugaan pelanggaran pembebasan bersyarat (vm/ft)/voaindonesia.com. []