Jakarta, (Tagar 27/4/2018) - Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara memuji Novi Wahyuningsih pencipta aplikasi Callind sebagai Kartini baru di bidang teknologi komunikasi. 

Rudiantara mengatakan hal itu melalui pesan video yang diputar dalam rilis aplikasi Callind di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (21/4/2018).

Ia juga mengatakan bahwa Kartini zaman now tidak sekadar bergelut dengan topik kesetaraan antara wanita dan pria, tetapi juga bisa memberikan nilai tambah bagi bangsa.

Lebih lanjut Rudiantara mengajak para pengguna internet di Indonesia untuk menggunakan aplikasi buatan dalam negeri yang mulai banyak bermunculan. 

"Seperti yang hari ini diluncurkan aplikasi media sosial, mesengger, komersil bernama Callind karya Mbak Novi dan timnya bertepatan dengan Hari Kartini," ujar Rudiantara dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/4/2018).

Menkominfo mengatakan masyarakat Indonesia sangat gemar menghabiskan waktu untuk menggunakan berbagai aplikasi yang ada di ponsel mereka, sayangnya para pengguna internet di Indonesia lebih banyak menggunakan aplikasi buatan luar negeri.

"Padahal banyak aplikasi media sosial, messaging yang dikembangkan anak muda Indonesia," katanya.

Rudiantara tidak menutup mata, aplikasi luar negeri memiliki kesan penggunaan yang lebih mudah atau 'user friendly'. Maka dia mengimbau para pengembang aplikasi lokal untuk terus menyesuaikan diri agar dapat diterima masyarakat.

"Saya mengajak kepada siapa pun yang mengembangkan aplikasi-aplikasi di Indonesia selalu meng-upgrade aplikasinya agar disesuaikan dengan kebutuhan pasar ini," tambahnya.

Novi WahyuningsihNovi Wahyuningsih pencipta aplikasi Callind

Pencipta Callind Novi Wahyuningsih mengharapkan Callind dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia bahkan dapat merajai sebagai aplikasi pesan di negeri sendiri. Ia menargetkan jumlah pengguna hingga 50 juta dalam tiga tahun.

Novi mengembangkan aplikasi Callind sejak 2016, membuatnya menjadi perbincangan di kalangan praktisi teknologi informasi. Popularitasnya kini tak sebatas Kebumen atau Jawa Tengah.

Ayah-ibunya hanya mengenyam pendidikan dasar, namun Novi tidak melihat itu sebagai hambatan. Darman ayahnya seorang petani, Rasmi ibunya jualan sembako di rumah, Novi tidak melihat itu sebagai alasan untuk tidak maju.

Novi anak sulung dari empat bersaudara ini mengatakan, "Hidup adalah sebuah perjalanan, tidak ada kesuksesan yang instan, semuanya butuh yang namanya proses. Dari tantangan justru muncul sebuah keberanian, tidak pernah menyerah dalam hidup, selalu bersyukur dengan semua yang telah kita raih. Imposible is nothing.

Ia menganggap sangat penting doa restu ibu dan ayahnya dalam prosesnya berusaha mencapai tujuan. 

"Saya mendukung, yang penting usahanya halal dan benar," ujar Darman, ayah Novi, mengenai pencapaian anaknya ini.

Darman bangga dan bersyukur mempunyai anak yang mempunyai kemauan kuat untuk maju. (af)

Novi WahyuningsihNovi Wahyuningsih (tengah) saat rilis aplikasi Callind di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu 21/4/2018