UNTUK INDONESIA
RSUD Bantul Mendapatkan ODP Covid-19 Lagi
RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta kembali merawat sati pasien lagi dengan kategori ODP. Pasien pulang dari imran.
Ilustrasi virus Corona (Foto: pixabay)

Bantul - ‎RSUD Panembahan Senopati Bantul kembali merawat 1 pasien lagi dengan kategori orang dalam pemantauan (ODP). Sejauh ini total pasien menjalani perawatan di ruang isolasi sebanyak tiga orang.

Pasien ketiga masuk RSUD Panembahan Senopati Bantul pada Jumat, 6 Maret 2020 malam. Pasien tersebut mengeluh demam, batuk, sesak nafas dan mengaku pulang dari umrah di Arab Saudi.

‎Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hukum Pemasaran dan Kemitraan RSUD Panembahan Senopati Bantul Siti Rahayuningsih mengatakan pasien ini datang ke RSUD Panembahan Senopati Bantul merupakan pasien kategori orang dalam pemantauan. 

Pasien datang sendiri ke IGD dengan keluhan demam, batuk dan sesak nafas. "Pasien mengaku baru saja pulang usai menjalankan ibadah umrah," katanya pada Sabtu, 7 Maret 2020.

Menurut dia, sampai saat ini RSUD Panembahan Senopati Bantul merawat tiga pasien yang memang punya riwayat usai menjalankan ibadah umrah. Dua pasien sebelumnya yang dirawat berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dan masuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul pada Rabu lalu.

"Saat ini keduanya juga sedang menjalani perawatan di ruang isolasi dengan jenis kelamin perempuan dan laki-laki," katanya, Sabtu 7 Maret.

Pasien mengaku baru saja pulang usai menjalankan ibadah umrah.

Siti mengatakan, dua pasien datang ke RSUD Penembahan Senopati Bantul secara terpisah. Pasien pertama datang atas rujukan Puskesmas Piyungan dan satunya lagi datang sendiri ke IGD RSUD Panembahan Senopati.

"Jadi pasien pertama yang datang atas rujukan Puskesmas Piyungan punya riwayat pulang umrah dan transit di Malaysia. Dia mengeluh gejala batuk. Pasien ini masuk dalam kategori ODP Covid-19," tuturnya.

Sementara satu pasien lagi datang ke IGD RSUD Panembahan Senopati Bantul pada Rabu 4 Maret 2020 malam dengan keluhan sesak nafas. Pasien ini juga punya riwayat pulang umrah. 

Mengingat keduanya pulang dari umrah maka kategori pasien ini adalah pasien dalam pengawasan atau PDP.‎ "Keduanya saat ini dirawat di ruang isolasi dengan ruang terpisah dan ruangan bertekanan negatif mengingat keduanya berbeda kelamin," tuturnya.

Satu pasien yang kategori pasien dalam pengawasan sudah dilakukan pengambilan swab atau dahak pada tanggal 6 dan 7 Maret dan sudah dikirim ke Litbangkes Kemenkes RI. "Kami masih menunggu hasilnya," ujarnya.

Direktur Utama RSUD Panembahan Senopati Bantul, I Wayan Marthana sebelumnya mengatakan warga Bantul jangan panik terhadap covid-19. Pihaknya mempunyai ruang isolasi yang sudah standar.

"Tentu warga jangan panik. Lalu hindari pembelian masker dalama jumlah banyak. Karena itu kurang efektif. Cukup yang membutuhkan saja yang memakai masker," kata Wayan. []

Baca Juga:

Berita terkait
RSUD Wates Kulon Progo Rawat Dua Pasien Usai Umrah
RSUD Wates Kulon Progo merawat dua pasien sepulang umrah. Keduanya berstatus pasien dengan pengawasan.
Penangkal Virus Corona Cukup Rp 10.000 di Yogyakarta
Cukup mudah mencegah virus Corona. Biaya murah, Rp 10.000 untuk satu paket bernama Empon-empon Corona. Bisa dibeli di Pasar Beringharjo Yogyakarta.
RSUD Bantul Isolasi Dua Pasien Gejala Corona
RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta mengisolasi dua pasien dengan gejala Covid-19.
0
Gerakan Donasi 1.000 Tangan Bantu Dampak Covid-19
Soroptimist Yogyakarta membuat program Donasi 1.000 Tangan untuk membantu warga yang terdampak Covid-19.