UNTUK INDONESIA
Roma Kecewa Kalah di Menit Terakhir di Liga Europa
AS Roma menelan kecewa karena kalah 1-2 secara menyakitkan dari Borussia Moenchengladbach di Liga Europa, Jumat 8 November 2019 dini hari WIB.
AS Roma menelan kecewa karena kalah 1-2 secara menyakitkan dari Borussia Moenchengladbach di Liga Europa di Stadion Borussia-Park, Jumat 8 November 2019 dini hari WIB. (Foto: uefa.com)

Jakarta - AS Roma menelan kecewa. Roma dipaksa menyerah 1-2 saat melawan Borussia Moenchengladbach di pertandingan Grup J Liga Europa di Stadion Borussia-Park, Jumat 8 November 2019 dini hari WIB. Kekalahan yang menyakitkan karena kemenangan Gladbach tercipta di menit terakhir. 

Roma, untuk kedua kali, kembali kehilangan poin saat menghadapi Gladbach. Dan, kegagalan Roma selalu disebabkan gol klub Bundesliga Jerman ini di menit terakhir. 

Pada pertemuan pertama di kandang Roma di Olimpico, kemenangan tuan rumah digagalkan penalti Lars Stindl di injury time. Ironisnya, penalti diberikan karena bek Chris Smalling dianggap menyentuh bola. Padahal tidak ada insiden itu karena bola hanya mengenai wajah bek pinjaman dari Manchester United ini. Namun penalti tetap dijatuhkan dan skor pun berakhir imbang 1-1. 

Perbedaan terbesar adalah hasil akhir. Di Roma dan di sini, kami berhasil mencetak gol di menit terakhir

Roma kembali kurang beruntung dan harus kembali kehilangan poin saat kembali menghadapi Gladbach. Peluang mendapat poin melayang gara-gara gol Marcus Thuram juga di injury time

Hasil itu menjadikan Roma turun ke peringkat. Kini, mereka menduduki posisi tiga dengan poin lima. Sama dengan Gladbach yang berada di peringkat dua karena unggul head-to-head dengan Giallorossi

Persaingan di Grup J masih ketat dan belum ada satu pun yang memastikan lolos 32 Besar. Pimpinan klasemen Istanbul Basaksehir pun belum lolos karena baru mengantongi tujuh poin. Klub Turki itu merebut posisi puncak dari genggaman Roma setelah menang 3-0 atas Wolfsberg yang berada di posisi paling bawah. 

Meski demikian, Wolfsberg tetap turut memanaskan persaingan karena memiliki poin empat. Posisi empat klub di grup itu bisa berubah karena masih menyisakan dua pertandingan. 

Optimistis Bakal Bangkit

Pelatih Roma Paulo Foncesa mengaku kecewa dengan kekalahan yang dialami timnya di menit terakhir. Namun dirinya optimistis Roma bakal bangkit untuk menyelesaikan dua pertandingan terakhir melawan tuan rumah Istanbul dan kemudian menjadi Wolfsberg. 

"Kami harus fokus memenangkan dua pertandingan terakhir untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Kami tidak memikirkan cara lain kecuali memenangkannya," ujar Fonseca. 

Foncesa pantas kecewa karena Roma gagal memenuhi target di dua laga tersebut. Apalagi, tim sepenuhnya mengontrol permainan.  

Meski unggul dalam penguasaan bola, Roma mengalami kesulitan menembus pertahanan Gladbach. Bahkan mereka tertinggal lebih dulu akibat gol bunuh diri Federico Fazio di menit 35. 

Gol itu seharusnya tak perlu terjadi bila Fazio lebih tenang menghadapi bola silang dari Thuram. Pasalnya tidak ada pemain dari tim yang saat ini bertengger di puncak klasemen Bundesliga ini yang berada di dekat dia. 

Hanya Fazio terlihat panik dan saat hendak membuang bola, dia malah melakukan kesalahan. Bola justru meluncur ke gawang sendiri tanpa diduga oleh kiper Pau Lopez. Skor 1-0 untuk tuan rumah bertahan sampai akhir babak pertama. 

Di babak kedua, Roma tetap unggul dalam penguasaan bola. Namun serangan mereka masih bisa digagalkan barisan pertahanan Gladbach. 

Kesabaran pemain Roma akhirnya membuahkan hasil. Fazio membayar kesalahannya dengan mencetak gol yang menyamakan skor di menit 64. 

Fazio sempat mengecoh pemain lawan saat menyambut tendangan bebas Aleksandar Kolarov. Tendangan voli dia dari jarak dekat langsung mengoyak gawang tuan rumah. 

Sayangnya skor imbang itu tak bisa dipertahankan Roma sampai akhir laga. Saat injury time memasuki menit kelima, Thuram sukses membobol gawang Roma setelah menyelesaikan umpan dari Alassane Plea. Skor berubah menjadi 2-1 untuk Gladbach saat pertandingan berakhir. 

Pelatih Gladbach Marco Rose mengaku puas dengan kemenangan itu. Meski timnya menghadapi tekanan namun perbedaan ditentukan lewat hasil akhir. 

"Perbedaan terbesar adalah hasil akhir. Di Roma dan di sini, kami berhasil mencetak gol di menit terakhir. Tetapi di sini kami bisa menang," ujar Rose. 

"Ini gol yang penting karena kami bisa kembali bersaing di grup. Jadi kami senang dengan hasil ini," katanya. []

Berita terkait
AC Milan Kian Terpuruk Dikalahkan AS Roma
AC Milan kian terpuruk usai kalah 1-2 dari AS Roma, Senin 28 Oktober 219 dini hari WIB. Milan pun belum pernah menang bersama pelatih anyar.
Roma Ditaklukkan Atalanta di Kandang Sendiri
Klub AS Roma untuk pertama kali di musim ini telan kekalahan dari Atlanta, galang kekuatan agar jalannya lebih enak
Foto: AS Roma Luluh Lantahkan Basaksehir 4-0
AS Roma menang 4-0 saat menjamu Basaksehir di Olimpico. Pertandingan ini juga clean sheet pertama tim besutan Paulo Fonseca.
0
Ahok Masuk BUMN di Mata Dosen UGM Yogyakarta
Ahok dikabarkan mengisi jabatan tinggi di BUMN. Statusnya mantan napi tidak masalah, yang menjadi masalah statusnya sebagai kader partai politik.