UNTUK INDONESIA
Risiko Anak Muda Menularkan Corona ke Manula
Anak muda memiliki potensi besar menularkan virus Corona atau Covid-19 kepada manula.
Ilustrasi anak muda di tengah wabah Corona. (Foto: nytimes.com/Lam Yik Fei)

Jakarta - Anak muda memiliki potensi besar menularkan virus Corona atau Covid-19 kepada manusia usia lanjut (manula). Hal itu bisa terjadi karena anak muda yang sudah terinfeksi itu terlihat sehat kemudian membawa virus ke lingkungan yang terdapat manula. 

Akibat inilah virus Covid-19 itu secara tidak langsung menularkan kepada manula karena daya tahan tubuh mereka lebih rendah dibanding anak muda. Kasus tersebut menjadi persoalan serius yang harus diperhatikan oleh anak muda, jangan sampai menjadi sumber penyebar virus di lingkungan sekitar, terkhusus di tengah keluarga.  

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan anak muda berpotensi terinfeksi meski tanpa gejala, hal ini nantinya menjadi faktor penyebaran virus Corona dengan cepat.

Kita ingatkan tetap melaksanakan upaya menjaga jarak saat melaksanakan kontak sosial, jangan kurang dari satu meter.

"Anak muda yang nampak sehat dalam beberapa kasus justru bisa menjadi pembawa mikroorganisme SARS-CoV-2 kepada golongan manusia usia lanjut (manula). Ketika kita terkena dan tidak isolasi diri, ini problem mendasar sehingga sebarannya cepat," kata Yuri di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta berdasarkan pesan tertulis yang diterima Tagar, Selasa, 24 Maret 2020. 

Yuri turut mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi imbauan dan seruan pemerintah untuk menjalankan isolasi mandiri sebagai upaya pencegahan penularan Corona.

"Jangan keluar rumah dan beraktivitas jika benar-benar tidak diperlukan," ucap Yuri.

Dia juga sudah berulang kali memberikan informasi mengenai upaya-upaya pencegahan penularan Covid-19 dan berharap semua masyarakat turut serta membantu meminimalisir penularan virus berbahaya itu. 

Hal ini lantaran proses penyebaran virus tersebut didasari kontak dekat akibat cemaran droplet kepada orang lain baik melalui batuk atau bersin.

Yuri mengimbau kepada siapa saja untuk menjaga jarak interaksi minimal satu meter. Hal itu sangat penting karena materi cemaran yang berisi SARS-CoV-2 tersebut bisa berada di udara (airborn). 

"Kita ingatkan tetap melaksanakan upaya menjaga jarak saat melaksanakan kontak sosial, jangan kurang dari satu meter. Ini penting untuk menghindari kerumunan, pertemuan-pertemuan menghadirkan banyak orang yang memiliki peluang penularan penyakit ini," ujar dia.

Kata Yuri, cemaran tersebut bisa tertinggal pada benda mati dan secara tak sengaja disentuh orang sehat, sehingga virus itu akan pindah tangan. Kemudian, korban yang tangannya tercemar tersebut akan memindahkan virus ke tubuhnya melalui area muka atau saluran napas karena tidak mencuci tangan.

Dia berharap seluruh masyarakat mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Selebihnya kepada warga yang sedang menjalankan kegiatan bekerja dari rumah (Work From Home) diimbau tetap mengikuti peraturan tersebut dan tidak keluar rumah tanpa alasan penting, seperti memenuhi kebutuhan pangan atau kesehatan.

"Ada sebagian saudara-saudara yang tidak mungkin bekerja dari rumah agar berhati-hati terkait ini. Kemudian yang bekerja dari rumah pastikan jika tidak mendesak keluar rumah, jangan keluar rumah," kata Yuri. []

Baca juga:

Berita terkait
Empat Cara Menjaga Kesehatan Mental Cegah Corona
Akibat wabah virus Corona atau Covid-19 yang semakin merebak membuat kesehatan mental seseorang akan terganggu.
Tips Mencegah Corona Saat di Transportasi Umum
Cegah penularan Corona di transportasi umum sangat penting dilakukan. Berikut tips yang harus diperhatikan ketika berada di transportasi umum.
Achmad Yurianto: Tidak Ada Lockdown di Indonesia
Juru bicara penanganan virus Corona Achmad Yurianto memastikan pemerintah tidak akan membuat opsi lockdown untuk menangani virus Corona.
0
Harga Anjlok, Penyuluh Rembang Beli dan Bagi Cabai
Prihatin dengan kondisi petani cabai, penyuluh pertanian di Rembang membeli cabai di atas harga tengkulak. Cabai kemudian dibagi gratis ke warga.