UNTUK INDONESIA

Ridwan Kamil Ungkap Tantangan Vaksinasi di Jabar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan agar ada penyediaan vaksin mandiri secara berbayar.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menjadi narasumber web seminar (webinar) INDIKATOR "Rilis Survei Nasional. (Foto: Tagar/Humas Pemprov Jabar)

Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan. Kamil mengungkapkan tantangan yang dihadapi pihaknya dalam pemberian vaksin Covid-19 di provinsi yang dipimpinnya itu.

Hal ini diungkapkan Ridwan Kamil saat menjadi narasumber web seminar (webinar) INDIKATOR "Rilis Survei Nasional: Siapa Enggan Divaksin? Tantangan dan Problem Vaksinasi Covid-19" via konferensi video dari Ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu, 21 Februari 2021.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil bahwa tantangan Jabar adalah infrastruktur atau titik pemberian vaksin. Dengan jumlah penduduk yang tersebar di 27 kabupaten/kota dan 5.312 desa, Jabar hanya memiliki 1.094 puskesmas terlatih program vaksinasi.

"Saya sudah hitung ketidakcukupan infrastruktur yang menjadi ancaman. Oleh karena itu ada tiga (solusi) di Jabar yang saya usulkan, tapi belum dilaksanakan. Satu, disuntik di puskesmas itu sangat terbatas, maka saya usulkan, kalau vaksin tersedia, Jabar akan memaksimalkan gedung olah raga, gedung bulu tangkis,dan lain-lain untuk memaksimalkan vaksinasi massal, seperti di Sabuga (Kota Bandung)," kata Kang Emil.

"Kedua, untuk menjangkau desa-desa di daerah terpencil tapi tingkat kasusnya tinggi, saya sudah minta ke Pak Presiden untuk menggunakan mobil. Jadi nanti ada mobil vaksin yang keliling desa-desa untuk melakukan vaksinasi," tambahnya.

Jumlah vaksinator di Jabar terus kita tingkatkan. Sekarang punya 11 ribu, kalau mau (vaksinasi) 8 bulan beres, (vaksinator) kami harus bertambah 3 kali lipat, ucap Kang Emil.

Ketiga, Kang Emil mengusulkan agar ada penyediaan vaksin mandiri secara berbayar alias tidak perlu menunggu panggilan jadwal pemberian vaksin gratis dari pemerintah pusat.

"Kalau herd immunity ini mau dicapai, semua metode manajemen penyuntikan vaksin harus secepatnya. Kalau ternyata vaksin mandiri ini mempercepat terjadinya herd immunity, saya sangat setuju. Yang penting adalah manajemen penyuntikan mandiri tidak mengganggu jadwal yang sudah diatur di puskesmas. Kalau mau mandiri, Anda harus bayar, karena Anda mengatur sendiri di tempat yang lebih nyaman sendiri. Tidak di puskesmas dan sebagainya," tutur Kang Emil.

Baca juga: Jabar Sudah Punya 3.800 Posko Covid-19
Baca juga: Jabar Salah Satu Provinsi Prioritas Terapkan PPKM Mikro

Dalam webinar tersebut, Kang Emil juga menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan sekitar 11.000 vaksinator atau tenaga penyuntik vaksin. Jumlah tersebut akan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan saat vaksinasi berlangsung.

"Jumlah vaksinator di Jabar terus kita tingkatkan. Sekarang punya 11 ribu, kalau mau (vaksinasi) 8 bulan beres, (vaksinator) kami harus bertambah 3 kali lipat," ucap Kang Emil. []

Berita terkait
Dampak Pandemi Covid-19 Banyak UMKM di Jabar Gulung Tikar
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar Kusmana Hartadji mengatakan, pendapatan pelaku UMKM menurun drastis hingga 80 persen.
Nakes Jabar Bisa Ajukan Bantuan Alkes Melalui Pikobar
Dengan fitur logistik, distribusi alat kesehatan ke rumah sakit dan fasyankes di Jawa Barat berjalan cepat
Wagub Jabar: Tingkat Keterisian RS di Jabar Menurun
Wagub Jabar mengatakan per 14 Februari 2021, tingkat keterisian ruang isolasi atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit berada di angka 58,84 %.
0
Ridwan Kamil Ungkap Tantangan Vaksinasi di Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan agar ada penyediaan vaksin mandiri secara berbayar.