UNTUK INDONESIA
Resep Maknyus Sate Kambing Muda Haji Sanusi di Makassar
Kunjungi Kota Makassar, tak puas jika belum menikmati kuliner sate kambing muda Haji Sanusi yang berada di Jalan Pengayoman, Panukkang.
Sate Kambing Muda Haji Sanusi di Jl Pengayoman, Panukkang, Makassar. (Foto: Tagar/Aan Febriansyah)

Makassar - Sate menjadi salah satu makanan favorit bagi masyarakat umum. Bila berkunjung ke Makassar, varian daging olahan ini dapat ditemui di warung sate kambing muda Haji Sanusi, Jalan Pengayoman, Panukkang. Rasanya maknyus karena resepnya berasal dari luar kota.

Tak hanya sate kambing muda, penikmat kuliner bisa mencoba sate hati kambing, tongseng, gulai, sop hingga tengkleng.

Rumah Sate Haji Sanusi punya trik agar daging yang diolah tidak berbau.

"Kita mempunyai produk unggulan, yakni sate kambing muda, dagingnya dijamin empuk dan tidak meninggalkan bau daging kambing seperti di tempat-tempat lainnya," kata Pemilik Rumah Sate Haji Sanusi Makassar Iwan Sanusi, Selasa, 10 September 2019.

Menurut Iwan, banyak yang beranggapan daging kambing berbau. Untuk itu, Rumah Sate Haji Sanusi punya trik agar daging yang diolah tidak berbau.

"Pemotongan bisa dimana saja. Namun harus dilatih proses standarisasinya dari pihak restoran," ujar Iwan.

Omzet Harian Rp 20 juta

Untuk omset, kata dia, pihaknya sudah mampu memperoleh Rp 120 juta per hari untuk semua outlet di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk target setiap outlet mencapai Rp 20 juta per hari.

Dalam kesempatan tersebut, Iwan menceritakan bisnisnya yang berawal dari pendirian Pondok Pesantren Tahfidz Alfa Sanusi. Namun, karena tidak hanya ingin menciptakan santri penghafal Alqur’an saja, Iwan akhirnya juga mendirikan rumah makan sebagai wadah pembelajaran bagi santri untuk menumbuhkan jiwa enterpreneur (pengusaha).

Dia mengatakan dari penghasilan Rumah Sate Kambing Haji Sanusi, pihaknya menyisihkan lima persen dari bruto untuk pengembangan pesantrennya. Meski merintis dunia bisnis, bagi Iwan prinsip yang harus dipegang adalah mengejar akhirat yang tak boleh ditinggalkan. 

"Dalam Islam hanya 2,5 persen. Alhamdulillah karena kita memakai prinsip tersebut, bisnis ini semakin berkembang. Sehingga, kita sebut ini sebagai marketing dari langit. Saat ini saya sudah memiliki 150 santri yang hafal Alqur’an dan punya jiwa enterpreneur," tutur dia.

Franchising Cabang Pengayoman Muhammad Arief menuturkan siapa pun masyarakat yang tidak menyukai makan daging kambing, tak ada salahnya mulai mencoba suguhan kuliner di Rumah Sate Kambing Haji Sanusi.

"Bumbunya berasal dari Jakarta supaya rasanya tidak berubah. Untuk pendirian di Makassar sudah setahun," ucap Arief.

Buat yang tidak menyukai olahan daging kambing, tak perlu khawatir, tersedia aneka menu lain, seperti sate ayam, tongseng ayam, dan roti bakar.

Harga makanan dan minuman di sini sangat terjangkau. Harga makanannya hanya berkisar  Rp 5.000 hingga 60.000. Sedangkan, harga minuman sekitar Rp 3.000-15.000 per porsi. Tempat kuliner ini mulai buka pukul 10.00 sampai dengan 23.00 WITA.[]

Baca juga:

Berita terkait
Barobbo, Kuliner Primadona dari Makassar
Salah satu yang makanan yang wajib dicoba adalah Barobbo, satu jenis penganan tradisional berbahan dasar jagung khas kota Makassar.
Enam Kuliner Maknyoss Asal Surabaya
Surabaya merupakan kota yang indah. Selain terkenal dengan sebutan kota pahlawan, kota ini juga memiliki beraneka ragam khas makanan.
Sego Koyor, Kuliner Khas Jogja Pemuas Selera
“Sego Koyor” kuliner khas Yogyakarta yang jadi salah satu makanan malam hari bagi warga Yogyakarta. Kuliner ini harganya Rp 15 ribu satu porsi
0
Revisi UU KPK, Jokowi Minta Masyarakat Bersuara ke DPR
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan tanggapannya terkait keputusan Revisi Undang-Undang KPK. Ia mengaku, ide awal revisi tersebut dibawa oleh DPR.