Rektor Positif Corona, 3 Profesor Dikukuhkan di Kampus USK

Rektor Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh tidak tidak dapat hadir pengukuhan rektor karena terpapar virus corona.
Universitas Syiah Kuala (Foto: Wikipedia).

Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala kembali mengukuhkan tiga profesor baru dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin oleh Ketua Senat USK Prof. Abubakar yang dilaksanakan secara daring dan luring dari Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Selasa, 9 Februari 2021.

Mereka yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Muhammad Syukri, S.Si, M.T., IPM, Prof. Dr. Nurdin Ali, Dipl.-Ing, dan Prof. Dr. Burhanuddin Yasin, M.Ed.

Pada pengukuhan kali ini Rektor USK Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal,M.Eng tidak dapat hadir karena sedang menjalani isolasi mandiri, sehingga diwakili oleh Wakil Rektor I. Begitu pula Wakil Rektor IV USK Prof. Dr. Hizir yang semestinya dikukuhkan sebagai profesor hari ini, namun harus ditunda karena isolasi mandiri setelah terpapar Covid-19.

Pertumbuhan profesor USK terus membaik, paling tidak hingga mencapai target minimum yang memadai bagi perguruan tinggi, yaitu 10 persen dari jumlah dosen secara keseluruhan.

Prof. Marwan yang membacakan sambutan Rektor USK mengatakan, dengan pengukuhan tiga profesor ini maka jumlah Profesor USK saat ini berjumlah 86 orang. Angka ini masih tergolong rendah jika melihat jumlah dosen USK yang mencapai 1.579 orang. Meskipun demikian, laju pertumbuhan profesor USK dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan. Pada tahun 2020 saja USK telah berhasil mengukuhkan sebanyak 11 Profesor baru dalam 3 kali pengukuhan.

Oleh sebab itu, USK optimis jumlah profesornya dapat terus bertambah. Mengingat saat ini jumlah dosen dengan jabatan fungsional Lektor Kepala tergolong tinggi yaitu sebanyak 432 orang.

“Semoga, angka ini menjadi gantungan harapan, bahwa laju pertumbuhan profesor USK terus membaik, paling tidak hingga mencapai target minimum yang memadai bagi perguruan tinggi, yaitu 10 persen dari jumlah dosen secara keseluruhan,” katanya.

Ia menilai kepakaran ketiga profesor ini sangat penting. Seperti Prof. Muhammad Syukri yang menekuni pengembangan ilmu geofisika. Kepakaran ini sangat dibutuhkan untuk memecahkan berbagai permasalahan yang terhubung dengan geofisika, terutama di bidang lingkungan dan kebencanaan

Beberapa aplikasi ilmu geofisika di bidang lingkungan dan mitigasi kebencanaan telah dilakukan oleh Prof. Muhammad Syukri. Di antaranya, mengidentifikasi distribusi/migrasi polutan yang terletak di dataran tinggi, mendeteksi seberapa jauh intrusi air laut di kawasan pesisir, mengindentifikasi zona rawan longsor, dan mengkonfirmasi keberadaan patahan (sesar) Sumatera di Aceh Besar dan Pidie.

“Berbagai metode geofisika yang dikembangkannya berpotensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, baik untuk menelusuri sumber daya alam yang belum tereksplorasi dengan baik, maupun untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya bencana," ujarnya.

Begitu pula kepakaran Prof. Nurdin Ali yang berupaya memberikan kontribusi di bidang revolusi teknologi material masa depan. Kemajuan teknologi bahan yang didukung oleh kepakaran seperti yang dimiliki Prof. Nurdin Ali menjadi modal untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara maju, terutama bidang material dan sumber daya lokal.

Kemajuan teknologi bahan yang dimaksud adalah termasuk sistem pengendalian korosi atau kerusakan bahan. Prof. Nurdin ali berhasil menggagas sebuah model empiris sederhana untuk memprediksi kehilangan berat baja karbon dalam larutan NaCl.

Penelitian yang beliau lakukan menerapkan suatu metode analisis quantitatif untuk menentukan laju korosi berdasarkan pada motode kehilangan berat. Hal ini dilakukan dengan cara mengekspos sampel dalam larutan NaCl dengan beberapa konsentrasi yang berbeda, kemudian diukur kehilangan berat baja tersebut.

“Dengan kepakaran Prof. Nurdin Ali ini, insya Allah kita dapat memprediksi dengan baik ketahanan fungsi dari material konstruksi yang kita gunakan, terutama yang diaplikasikan dalam berbagai lingkungan korosif,” katanya.

Lihat Juga: 

USK juga bersyukur dengan kapakaran Prof. Burhanuddin Yasin yang memfokuskan penelitiannya dalam bidang pendidikan. Sisi ini memang perlu perhatian khusus, terutama karena fakta menunjukkan bahwa kualitas Pendidikan Aceh masih sangat tertinggal.

Prof. Burhanuddin Yasin mengkaji tentang implementasi manajemen berbasis sekolah di Provinsi Aceh, dan kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan. Keberhasilan pengembangan pendidikan terbukti berkontribusi positif pada keberhasilan pengembangan semua sektor lainnya. Implementasi manajemen yang tepat, efisien, dan efektif di sekolah-sekolah sangat dibutuhkan untuk memastikan berhasilnya konsep pengembangan ini.

“Kita meyakini, keseriusan Prof. Burhanuddin Yasin dalam bidang ini berdampak besar pada peningkatan mutu pendidikan di Aceh. Pada akhirnya kita berharap, kontribusi beliau akan signifikan untuk mendongkrak kualitas Pendidikan Aceh yang saat ini relatif kurang memuaskan,” katanya. []

Berita terkait
Sebutan Kampus Unsyiah Aceh Resmi Diganti USK
Universitas Syiah Kuala Banda Aceh resmi mengantikan sebutan Unsyiah dengan USK.
Unsyiah Aceh Kuliah Tatap Muka Februari 2021 Mendatang
Kampus Universitas Syiah Kuala akan memulai perkuliahan tatap muka pada 15 Februari 2021 mendatang.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Akan Dibangun di Unsyiah
Universitas Syiah Kuala Banda Aceh akan membangun pembangkit listrik tenaga surya di kampus Unsyiah di Aceh Besar.
0
Permintaan Risma Kepada ASN Kemensos di Hari Lahir Pancasila
Mensos minta semua teman-teman di lingkungan Kemensos menegakkan integritas. Bayangkan bila kita salah mengetik angka bisa merugikan negara.