UNTUK INDONESIA
Rapid Test Bupati Tegal Usai Camat Positif Corona
Bagaimana hasil rapid test Bupati Tegal Umi Azizah usai berkontak dengan camatnya yang positif corona berdasar rapid test?
Ilustrasi rapid test terhadap warga Tegal belum lama ini. Sebanyak 40 orang, termasuk Bupati Tegal Umi Azizah dan seorang kepala dinas wajib jalani rapid test usai berkontak erat dengan camat yang positif virus corona berdasar rapid test. (Foto: Humas Pemkab Tegal)

Tegal - ‎Sebanyak 40 orang harus menjalani rapid test atau tes cepat menyusul hasil rapid test seorang camat di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah yang menunjukkan positif virus corona. Bupati Tegal Umi Azizah dan seorang kepala dinas turut di-rapid test.

"Datanya sekitar 40 orang. Rencananya hari ini secara bertahap di-rapid test," kata Juru bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Joko Wantoro, Selasa, 28 April 2020.

Ibu bupati dan kepala Dinas Sosial sudah di-rapid test semua. Hasilnya negatif semua‎.

‎Joko mengatakan puluhan orang itu harus menjalani rapid test karena ada kontak erat dengan camat yang saat ini sudah dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Suradadi. Selain keluarga, terdapat lurah, hingga anggota Polres Tegal dalam daftar orang yang sempat melakukan kontak.

‎"Semua orang yang ada kontak erat kami inventarisir, kami data, paling dekat siapa. Tidak hanya keluarga, yang ada kontak saat rapat juga kami inventarisir, daftar hadirnya kami cek, siapa saja," ujar Joko.

Joko juga menyebut Bupati Tegal Umi Azizah dan seorang kepala dinas juga turut dilakukan rapid test karena sempat menghadiri rapat bersama dengan camat tersebut. 

"Ibu bupati dan kepala Dinas Sosial sudah di-rapid test semua. Hasilnya negatif semua‎. Setelah hasil rapid test camat diketahui, ibu bupati dan kepala dinas langsung rapid test," tuturnya.‎

Menurut Joko, rapid test akan dilakukan dua‎ kali terhadap kontak erat camat. Jika hasilnya seluruhnya negatif, maka tidak ditindaklanjuti lagi. "Kalau swabnya positif kami tracking semua. Kalau negatif ya sudah berhenti. Karena harga RDT (rapid diagnostic test) itu mahal. Jadi kami juga harus selek‎tif dan efisien, yang betul-betul kami curigai,"‎ ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang camat dan kepala polsek (kapolsek) di Kabupaten Tegal, terindikasi positif Covid-19 setelah menjalani tes cepat. Camat dan kapolsek tersebut diketahui bertugas di Kecamatan Tarub. 

‎Kepala Bidang Pelayanan RSUD Suradadi Hofur mengatakan pasien camat mulai dirawat pada Sabtu, 25 April 2020. Menyusul kemudian kapolsek dirawat pada Senin, sore 27 April 2020. []

Baca juga: 

Berita terkait
Positif Covid, Camat dan Kapolsek di Tegal Diisolasi
Bagaimana riwayat seorang camat dan kapolsek di Kabupaten Tegal bisa terpapar Covid-19?
Cara Mengenali Teknik Rapid Test yang Benar
Jika pemeriksaan rapid test kurang tepat, maka nanti hasilnya false negatif. Artinya seseorang yang di rapid test seolah-olah hasilnya negatif.
3 Meninggal Akibat Corona di Sumut, 1 Pejabat Medan
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara Riadil Akhir Lubis, menyebut sudah tiga orang meninggal dunia akibat Covid-19.
0
Kata PKS, Presiden Jokowi Lemah dan Plin Plan
Pemerintahan Jokowi periode dua ini masih saja seperti dulu. Lemah dan plin plan. Terlihat saat wabah Covid-19 melanda negara ini. Kata orang PKS.