UNTUK INDONESIA
Rakyat Tak Suka Jokowi-Ma'ruf Cabut Subsidi Listrik
Lembaga survei PRC dan PPI menunjukkan masyarakat tidak suka rencana pencabutan subsidi listrik dan LPG oleh pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.
Jokowi Pakai Kemeja Motif Grafiti ke RSPAD | Bakal capres cawapres Pilpres 2019, Joko Widodo (kanan) dan Ma'ruf Amin tiba di RSPAD untuk menjalani tes kesehatan yang diselenggarakan KPU, Jakarta, Minggu (12/8/2019). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta - Dua lembaga survei politik yaitu Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) berkolaborasi merilis hasil survei terbaru mengenai evaluasi kinerja 100 hari pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf).

Survei menunjukkan adanya sejumlah kebijakan Jokowi-Ma'ruf yang tidak disukai rakyat, di antaranya rencana kebijakan pencabutan subsidi listrik (72,6 persen) dan pengalihan subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebanyak 60,5 persen.

Baca juga: Banjir Jakarta Wantimpres Jokowi Bela Anies Baswedan

Tiga kartu unggulan (Kartu Prakerja 76,5 persen, Kartu Indonesia Pintar Kuliah 86,6 persen, dan Kartu Sembako Murah 86,8 persen).

Kendati demikian, hasil survei kedua lembaga tersebut menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat pada 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma'ruf berada di level 61,4 persen, sementara 33 persen masyarakat menyatakan tidak puas, dan sisanya tidak menjawab atau abstain. 

Peneliti Utama PRC Ian Suherlan mengatakan kepuasan atas pemerintahan Jokowi-Ma'ruf ditopang oleh beberapa kebijakan, yaitu pembangunan infrastruktur (76,6 persen), pembangunan sumber daya manusia (86,1 persen) dan penanggulangan bencana (64,1 persen).

"Lalu, tiga kartu unggulan (Kartu Prakerja 76,5 persen, Kartu Indonesia Pintar Kuliah 86,6 persen, dan Kartu Sembako Murah 86,8 persen)," kata Ian di Jakarta, Minggu, 23 Februari 2020 dilansir Antara.

Kemudian, sebanyak 68,1 persen masyarakat juga meyakini keyakinan bahwa kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf akan lebih baik di tahun-tahun mendatang.

Baca juga: Jokowi Tinjau Pembangunan Tol Banda Aceh-Sigli

Masyarakat yang tidak puas terhadap pemerintahan, sebanyak 33 persen berada di wilayah yang bukan menjadi basis pemilih Jokowi-Ma'ruf pada Pemilihan Umum Serentak (Pemilu) 2019 lalu. 

Jokowi-Ma'ruf diketahui mengalami kekalahan pada Pemilu 2019 di Sumatera Barat, Riau, dan Jawa Barat

Survei nasional itu dilaksanakan pada rentang waktu 25 Januari 2020 sampai 10 Februari 2020 menggunakan metode penarikan sampel multistage random sampling dan teknik pengumpulan data berbasis wawancara tatap muka melibatkan 2.197 responden dari target 2.200 responden di 161 kabupaten atau kota di 34 provinsi dan memiliki margin of error sebesar 2,13 persen.

Seluruh responden diwawancara menggunakan kuesioner, dengan syarat responden WNI yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. []

Berita terkait
Jokowi Targetkan Tol Pekanbaru-Dumai Selesai April
Presiden Jokowi bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melakukan peninjauan Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai yang ditargetkan selesai April 2020.
Guntur Romli: Aksi 212 Ingin Jatuhkan Jokowi
Guntur Romli mengecam seorang orator yang dalam aksi 212 menyerukan jatuhkan Jokowi. Ia meminta polisi memeriksa panitia demonstrasi tersebut.
Jokowi Tinjau Pembangunan Tol di Banda Aceh
Presiden Joko Widodo bersama rombongan meninjau pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli. Tol ini merupakan tol pertama di Aceh
0
Perusahaan di Jabar Pastikan Karyawan Bebas Covid-19
Pemprov Jabar melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan pengawasan dan inspeksi baik sebelum dan setelah PSBB diberlakukan