Rahasia Kesuksesan Charles Lim CEO IDexpress Indonesia

Charles Lim founder dan CEO IDexpress Indonesia menceritakan awal mula berbisnis hingga berhasil mendirikan IDexpress Indonesia.
Charles Lim founder dan CEO IDexpress Indonesia. (Foto: Tagar/Tangkapan Layar Tagar TV)

Jakarta - Charles Lim founder dan CEO IDexpress Indonesia menceritakan awal mula dirinya berbisnis hingga akhirnya memutuskan untuk mendirikan IDexpress Indonesia, ini disampaikannya melalui wawancara bersama Redaktur Khusus Tagar.id Yossy Girsang pada Selasa, 29 Desember 2020 di Jakarta.

Charles Lim merupakan kelahiran Jambi, 22 Agustus 1994, pria yang saat ini berusia 26 tahun ini mulai berkarya dan berbisnis sejak usia yang sangat muda yakni 13 tahun. Mulanya dia memiliki bisnis online yang berlokasi di dua tempat yaitu Jakarta dan Jambi, dirinya mengatakan dia juga menjalani importir serta bisnis food and baverage (F&B).

Bisnis online dikatakan mendorong keinginannya untuk menjalani pendidikan bisnis administrasi dengan konsentrasi retail business di President University Cikarang, Bekasi. Di sana dia banyak belajar mengenai principle of management dan supply chain management yang menjadi inspirasinya untuk terus berkarya hingga saat ini.

Charles mengatakan untuk memulai suatu bisnis tidaklah semudah yang dipikir, setelah lulus dia kembali melanjutkan karir dan melihat potensi e-commerce yang sangat besar. Saat itu penjualan sudah berubah dari offline ke online dan akhirnya dia memulai karir pertamanya di salah satu platform market place terbesar pada 2015 dan bergabung selama 8 bulan karena antusiasmenya yang besar akan perkembangan bisnis online terutama di luar negeri di China dan Amerika Serikat.

Setelah itu, dia melihat kendala utama dari bisnis e-commerce saat itu yakni logistik dan kemudian dia pun melanjutkan karirnya di perusahaan logistik terbesar di Indonesia. Charles mengaku perjalanan karirnya pada perusahaan tersebut sangat cepat.

“Karir saya melejit sangat cepat juga lantas tidak membuat saya puas. Saya merasa dari yang umur saya waktu itu masih 24 tahun, saya merasa banyak hal yang sebenarnya masih saya kembangkan, gagasan, ide-ide dan juga materi-materi pada saat saya masih di universitas.” ucapnya.

Baca juga:

Kemudian, pada tahun 2017 Charles diundang ke Alibaba Campus, Hangzhou, China dia melihat ekositem e-commerce di China sangat luar biasa pesat, infrastruktur di China pun sangat tergolong apik, dinamis sekali, dan cepat.

“Nah, di sana saya membawakan topik supply chain management dan problem logistic di Indonesia di sana saya realize bisnis logistik di Indonesia tergolong cukup breeding tapi saya lantas berpikir bisnis yang sebenarnya berpotensi itu pastinya tidak mudah dijalankan.” terangnya.

Atas gagasan, ide yang lebih cemerlang lagi serta didorong dengan ilmu yang didapatkannya di Alibaba Campus tersebut mendorongnya untuk akhirnya berdedikasi serta bertekad untuk membangun perusahaan logistik sendiri dengan nama ID Group.

“Pada dasarnya ID Group sendiri terafiliasi dengan perusahaan di bawah ID Group. Jadi kita punya ID Commerce dan ID Express di sanalah saya mengembangkan dan membuat sinergi bisnis lagi yang baru antara bisnis logistik dan bisnis fulfillment center dan saya merasa awalnya terasa agak sedikit sulit tapi seiring dengan berkembangnya bisnis yang pesat membuat saya semakin yakin untuk terus berkarya hingga sekarang.” ucapnya.

Pada awalnya dia mengaku sempat khawatir dengan banyaknya orang yang berpikir perusahaan startup dapat berhasil terutama di awal tahun 2019 saat pemerintah mendorong aktivitas program pemerintah yaitu Tax Holiday itu sangat mendorong investor asing semakin mudah untuk expansi bisnis ke Indonesia.

“Itu yang membuat proses rekrutmen, talent awal yang kita perlukan di awal kita berdiri itu semakin sulit karena banyak talent yang muda berpikir saya lebih prefer bekerja di perusahaan yang PMA investor asing, jenjang karirnya memang pasti pesat dan pastinya lebih well established dibandingkan dengan perusahaan startup tapi itu tidak menjadi hambatan bagi saya terus meyakinkan talent-talent atau job applicant yang tadinya melamar ke perusahaan kita dan sekarang sudah menjadi bagian dari ID Group.” jelas Charles Lim. []

Berita terkait
Melihat Kesiapan Logistik Gerakan Masker Sekolah di Aceh
Gubernur Aceh Nova Iriansyah melihat langsung proses pengepakan logistik Gerakan Masker Sekolah (Gemas) di Aceh.
Kemenhub Dukung Kelancaran Distribusi Logistik di Kalteng
Kemenhub siap mendukung kelancaran distribusi logistik untuk Kawasan Lumbung Pangan Nasional di Kalteng.
Kondisi Pengiriman Logistik ke Sabang Saat Corona
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meninjau proses pengiriman logistik ke Sabang di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh.
0
Jalan Tol Serpong-Cinere Bayar Rp 11.000 Mulai 2 Juni
Jalan Tol Serpong-Cinere, ruas Seksi I Serpong-Pamulang mulai dikenakan tarif sebesar Rp11.000 untuk golongan 1 mulai Rabu, 2 Juni 2021.