Indonesia
Punya Rasul dan Presiden Lain, Warga Garut Diamankan
Seorang pria di Kabupaten Garut, Jawa Barat memiliki rasul dan Presiden Indonesia berbeda dari warga Indonesia umumnya.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo didampingi Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, Selasa 21 Mei 2019 di Mapolres Garut. (Foto: Tagar/Erian Sandri)

Garut - Seorang pria di Kabupaten Garut, Jawa Barat memiliki rasul dan Presiden Indonesia berbeda dari warga Indonesia umumnya.

Dia menyebut, rasul dan presidennya adalah Sensen Komara. Pria itu, bernama Hamdan kemudian menyebarkan keyakinannya itu tengah masyarakat secara tertulis.

Beruntung polisi bergerak cepat mengamankan pria itu sebelum menimbulkan reaksi di kalangan masyarakat, terutama di daerahnya di Kecamatan Caringan, Kabupaten Garut

"Sudah diamankan, namanya Hamdani dua hari lalu di wilayah Caringin," kata Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, Minggu 16 Juni 2019.

Budi menuturkan, pihaknya mendapat informasi adanya sebaran tulisan tentang warga di Caringin, mengakui Sensen Komara sebagai rasul dan imam besar Negara Islam Indonesia.

Kepolisian langsung menelusuri laporan dan berhasil mengamankan orang yang menyebarkan keyakinan tersebut.

Sensen sudah lama dipanggil, diperiksa, dua kali sudah dipanggil oleh tim kedokteran sakit jiwa

"Kami amankan dulu untuk diperiksa terkait dugaan penodaan agama," katanya, dikutip dari Antara.

Budi menyampaikan, kasus penodaan agama dengan pengakuan Sensen Komara sebagai rasul, ada kaitannya dengan kasus sama tahun lalu.

"Untuk itu kita amankan orang yang bersangkutan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di masyarakat," katanya.

Terkait pemeriksaan Sensen yang diakui sebagai rasul, kata Budi, sudah dilakukan pada kasus sebelumnya. Sensen sudah divonis dalam persidangan yang dinyatakan mengalami gangguan jiwa.

"Sensen sudah lama dipanggil, diperiksa, dua kali sudah dipanggil oleh tim kedokteran sakit jiwa," katanya.

Sebelumnya, selebaran kertas bertuliskan pengakuan Sensen sebagai rasul dan Presiden Indonesia tersebar di Kecamatan Caringin.

Selain kasus penyebaran selebaran kertas itu, beberapa bulan lalu dilaporkan ada warga mengakui Sensen sebagai rasul hingga akhirnya harus menjalani proses hukum hingga ke persidangan.

Tahun lalu juga ada seorang warga masih di Kecamatan Caringin menunaikan salat wajib dengan mengarah ke timur tidak seperti pada umumnya umat Islam yang mengarah ke barat atau kiblat.

Sensen yang diakui mereka sebagai rasul pernah menjalani persidangan dan dinyatakan mengalami gangguan jiwa, kemudian diserahkan kepada keluarganya yang saat ini tinggal di Kecamatan Karangpawitan, Garut. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Kedamaian dan Kehangatan Orang-orang Papua di Bali
Mereka memakai topi kebanggaan Suku Asmat Papua, bertutur hangat dan akrab dengan para pecalang dan turis di Bali, berfoto dalam suasana bahagia.