UNTUK INDONESIA
PSM Makassar Fokus Benahi Penyelesaian Akhir
Pelatih PSM Makassar Bojan Hodak mempunyai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yaitu problem finishing di lini depan.
Pelatih PSM Makassar Bojan Hodak mempunyai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yaitu problem finishing di lini depan seperti saat beruji coba melawan Persiba Balikpapan. Dalam uji coba itu kedua tim bermain imbang 2-2. (Foto: PSM Makassar)

Jakarta - Pelatih PSM Makassar Bojan Hodak mempunyai pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan sebelum menghadapi laga lanjutan di penyisihan grup H Piala AFC melawan Shan United dan Liga 1 2020 yang segera bergulir. Fokus pembenahan Hodak tak lain penyelesaian akhir atau finishing tim. 

Minim gol yang tercipta di pertandingan Piala AFC dan dua uji coba menunjukkan PSM masih memiliki kelemahan di sektor depan. Mereka kalah 2-1 oleh Tampines Rovers di Piala AFC. 

Selanjutnya, PSM kembali menelan kekalahan 1-0 dalam uji coba melawan PS Tira Persikabo. Di uji coba berikutnya, tim bermain imbang 2-2 melawan Persiba Balikpapan

Kalau dilihat dari dua pertandingan uji coba ini, kami sesungguhnya memiliki banyak peluang tetapi tidak terlalu bagus dalam finishing

Mereka hanya mampu mencetak tiga gol dari tiga pertandingan tersebut. Ketajaman lini depan tim berbanding terbalik saat melakoni dua play-off Piala AFC melawan Lalenok United FC. Saat itu, PSM mampu mencetak tujuh gol setelah menang 4-1 dan 3-1. 

Pelatih Hodak mengakui bila penyelesaian akhir menjadi titik lemah tim yang harus diperbaiki. Ini terlihat dari dua laga uji coba melawan tim Liga 1. Menurut Hodak pembenahan yang dilakukan memang bukan pekerjaan gampang. 

Dirinya pun fokus melakukan pembenahan sektor tersebut sehingga tim bisa tampil lebih baik saat menghadapi Shan United, Rabu, 26 Februari 2020. Usai tampil di Piala AFC, mereka melakoni laga perdana di Liga 1 melawan PSS Sleman, Minggu, 1 Maret 2020.

"Kalau dilihat dari dua pertandingan uji coba ini, kami sesungguhnya memiliki banyak peluang tetapi tidak terlalu bagus dalam finishing. Ini yang harus dibenahi dan ditingkatkan," kata Hodak. 

"Ini menjadi pekerjaan saya dan kita lihat hasilnya nanti di Piala AFC dan kompetisi," ujar mantan pelatih tim nasional Malaysia U-19 ini.

Pemain Dapat Kesempatan Bermain 

Hodak memanfaatkan dua uji coba itu dengan memberi kesempatan bermain kepada mereka yang jarang diturunkan. Selain itu, pemain yang baru bergabung diberi kesempatan tampil sehingga mereka saling memahami satu sama lain.

"Hasil akhir dari uji coba memang tidak penting. Pertandingan ini dimanfaatkan dengan memberi jam pertandingan bagi mereka yang jarang bermain," ujar Hodak. 

"Pemain yang kurang jam bertanding bermain selama 75 menit. Sedangkan pemain yang rutin dimainkan diberi kesempatan 15 menit. Kami memang punya banyak peluang tetapi tidak bisa menyelesaikan," tuturnya.

Menurut Hodak tim tak perlu uji coba lagi karena mereka sudah fokus pada kompetisi. Apalagi, PSM sudah akan menghadapi Shan United. 

"Kami sudah tidak ada lagi waktu untuk uji coba karena akan menghadapi pertandingan Piala AFC dan liga," kata dia memungkasi. []

Berita terkait
Agar Lolos Verifikasi, Suporter PSM Bersih Stadion
Agar lolos verifikasi standar kelayakan sebagai kandang PSM musim liga 1 2020. Suporter PSM melakukan kerja bakti membersihkan Stadion Mattoanging.
Lawan Shan United, PSM Makassar Tak Ingin Kalah Lagi
PSM Makassar membidik kemenangan pertama di Piala AFC saat menjamu Shan United, Rabu 26 Februari 2020.
PSM Berharap Tetap Bermain di Makassar di Liga 1
PSM Makassar berharap tetap bermain di Makassar di Liga 1 2020. Kepastian itu akan diperoleh bila Stadion Andi Mattalatta lolos verifikasi.
0
Pulang dari Zona Merah, 1 Warga Samosir ODP Covid-19
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Samosir, menetapkan seorang wanita sebagai ODP.