UNTUK INDONESIA
PSI Yogyakarta Semprot Disinfektan Fasilitas Publik
DPW PSI Yogyakarta menyemprot fasilita publik seperti tempat ibadah, posyandu, kantor polsek.
PSI saat melakukan penyemprotan disinfektan di tempat ibadah di wilayah Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. (Foto: Tagar/Hidayat)

Yogyakarta - Untuk menekan penyebaran virus Corona atau Covid-19, fasilitas publik dan perkantoran di Kota Yogyakarta dilakukan penyemprotan disinfektan pada Selasa 24 Maret 2020. Beberapa lokasi yang disasar yakni tempat ibadah, Posyandu, hingga kantor Polisi Sektor (Polsek).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Stevanus Christian Handoko mengatakan upaya ini merupakan suatu langkah bersama mewujudkan solidaritas melawan Covid-19. “Hal kecil bisa kita lakukan untuk turut serta membantu pemerintah melawan Covid-19 yang terus merebak di seluruh wilayah DIY,” katanya pada Selasa 24 Maret 2020.

Stevanus mengatakan untuk menekan penyebaran Covid-19 ini perlu ada kerja sama semua lapisan masyarakat bersama pemerintah daerah. “Kerja sama semua pihak diperlukan ketika kondisi penyebaran Covid-19 semakin meluas. Keterlibatan semua pihak dapat mempercepat penanganan dan pencegahannya,” ujarnya.

Pria yang juga anggota DPRD DIY ini juga berharap supaya Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sigap saat kondisi tanggap darurat ini. Selain itu memberikan informasi yang tepat bagi semua lapisan masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan. “Kordinasi antar lembaga harus terus dilakukan agar proses penanganan dan pencegahan bisa lebih optimal,” ucapnya.

Keterlibatan semua pihak dapat mempercepat penanganan dan pencegahannya.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk jumlah mereka yang positif Covid-19 di DIY tercatat sebanyak 6 orang positif Covid-19 hingga Selasa 24 Maret 2020. Satu orang dinyatakan sembuh yakni balita yang sempat dirawat di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dan satu orang meninggal dunia pada Selasa 24 Maret 2020 dini hari.

Satu orang yang meninggal dunia itu yakni Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Iwan Dwiprahasto yang meninggal dunia di RSUP Dr Sardjito. Jenazahnya langsung dikebumikan di Pemakaman Sawit Sari UGM pada paginya.

Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan Iwan Dwiprahasto merupakan salah satu pakar dan putra terbaik yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dan UGM pada khususnya. Semasa hidupnya, yang telah memberikan banyak pemikiran dalam bidang kedokteran, khususnya bidang Farmakologi.

Di samping memberikan sumbangsih yang besar bagi pengembangan keilmuan di bidang kedokteran, Iwan Dwiprahasto juga berperan dalam pengembangan UGM melalui kiprahnya sebagai pimpinan di tingkat fakultas dan universitas. Salah satunya sebagai Wakil Rektor pada periode kepemimpinan sebelumnya.

Selama menjabat sebagai Wakil Rektor, almarhum memberikan terobosan-terobosan baru khususnya untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran di UGM.

“Bagi UGM, sumbangsih beliau begitu besar baik bagi pengembangan universitas dengan aktifnya beliau sebagai pimpinan fakultas dan universitas selama bertahun-tahun. Selama hidupnya Prof. Iwan Dwiprahasto kita kenal sebagai sosok yang santun, selalu berbicara lemah lembut, disiplin, dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan,” ucap Panut. []

Baca Juga:

Berita terkait
Pasar Beringharjo Yogyakarta Menangis Gegara Corona
Pasar tradisional terbesar di Yogyakarta, Beringharjo terlihat sepi karena dampak wabah virus Corona.
Semangat Baja Pekerja Yogyakarta Saat Wabah Corona
Mereka tidak mengenal work from home. Di tengah merebak virus Corona, mereka tetap bekerja di luar rumah.
Yogyakarta Segera Terbitkan SE Pembatalan UNBK SMA
Disdikpora Yogyakarta segera menerbitkan SE pembatalan UNBK menyusul keputusan Presiden Jokowi.
0
Khofifah: May Day Risiko Besar Penularan Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada buruh untuk tidak turun ke jalan memperingati May Day Hari Buruh Internasional.