Progres Terbaru Pengerjaan Vaksin Merah Putih Eijkman

Menristek Bambang Brodjonegoro menerangkan, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman telah memulai pengembangan vaksin Merah Putih.
Presiden Jokowi mnyebutkan, Indonesia sudah sejak lama mampu memproduksi vaksin sendiri. Hal itu dikatakan dalam kunjungan ke fasilitas produksi PT Bio Farma (Persero), Selasa, 11 Agustus 2020. (Foto: Tagar|Sekretariat Presiden).

Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menerangkan, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman telah memulai upaya pengembangan vaksin Merah Putih dengan menggunakan virus corona yang beredar di Indonesia. 

Bambang menyebut, saat ini secara keseluruhannya vaksin Merah Putih telah berproses mencapai 50 persen, dengan target dilakukan uji coba kepada hewan pada akhir tahun 2020 ini.

Maka akan dilakukan produksi dalam jumlah massal oleh PT Bio Farma.

Lebih lanjut ia menuturkan, sekitar awal tahun 2021, tim telah menargetkan agar bibit vaksin tersebut sudah dapat diserahkan kepada Bio Farma, untuk selanjutnya dilakukan formulasi dan produksi dalam rangka uji klinis dari tahap satu hingga tiga.

Baca juga: Tim Vaksin Merah Putih Laporkan Progress ke Jokowi

"Setelah uji klinis selesai dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa vaksin ini aman untuk digunakan dan cocok untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap Covid-19, maka akan dilakukan produksi dalam jumlah massal oleh PT Bio Farma," kata Bambang di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 9 September 2020.

biofarmaMenteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro, kunjungi Bio Farma di Bandung, 29 Juli 2020. (Foto: jabarprov.go.id).

"Perkiraannya di triwulan keempat 2021 kita bisa memproduksi dalam jumlah besar, dan nantinya akan melengkapi vaksin Covid-19 yang awalnya akan didatangkan dari kerja sama dengan pihak luar," ucapnya menambahkan. 

Labih lanjut kata Bambang, tim pengembangan vaksin Merah Putih nantinya juga akan mengajak beberapa perusahaan farmasi swasta untuk ikut memproduksi vaksin Covid-19 ini. Sebab, pemerintah memang memerlukan vaksin Covid-19 dalam jumlah besar untuk kebutuhan masyarakat. 

Baca juga: Vaksin Covid-19 di Indonesia, Mandiri dan Kolaboratif

"Karena itulah kami mengajak Bio Farma untuk melakukan ekspansi dan perusahaan-perusahaan swasta lain untuk ikut mendukung," ujarnya.

Menurut dia, proses ini sedang dikejar secepat mungkin. Namun, Bambang meyakinkan dalam proses pengerjaannya dilakukan dengan proses kehati-hatian.

"Bapak Presiden (Jokowi) meminta agar kita bekerja dengan cepat, tetapi yang paling penting mengikuti segala prosedur, karena vaksin itu harus aman, tidak ada efek samping yang membahayakan, dan diharapkan berkhasiat untuk memperkuat daya tahan tubuh kita menghadapi virus Covid-19 yang kita tidak tahu akan berapa lama berada di dunia ini," tuturnya. []

Berita terkait
Raja Salman dan Putin Bahas Kerja Sama Produksi Vaksin
Raja Salman dari Kerajaan Arab Saudi ingin memperkuat hubungan dengan Israel dan pengembangan vaksin Covid-19 daan bidang perminyakan.
Ahli Dituntut Segera Temukan Vaksin dengan Iptek
Para ahli dituntut untuk bisa segera menemukan vaksin. Caranya yaitu dengan mengandalkan kemajuan ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi.
90% Karyawan Sinovac China Sudah Divaksin Covid-19
Sekitar 90 persen karyawan Sinovac Biotech dan keluarga mereka telah menggunakan vaksin virus corona Covid-19 eksperimental.
0
Amerika Dorong Vaksinasi Covid-19 Dengan Hadiah Jutaan Dolar
Mulai dari hadiah uang tunai yang sangat besar hingga layanan tertentu secara cuma-cuma, merupaka upaya dorong warga untuk divaksinasi Covid-19