Aceh Utara - Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib menargetkan pembangunan 2.140 rumah duafa di Aceh Utara akan rampung dalam kurun waktu 3 tahun. Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Andre Prayudha.

Kepada Tagar, Andre menjelaskan, rumah tidak layak huni itu akan dibangun secara berkala dengan alokasi dana desa yang telah tersedia.

Ia menerangkan, sejak 2 tahun kemarin, Pemerintah Aceh Utara telah membangun 1.741 rumah. Artinya, pada tahun 2022, jika tidak ada halangan berarti, maka target pembangunan 3.881 rumah bisa rampung tepat waktu.

Proses pembanguan juga diawasi sendiri oleh masyarakat desa. Sehingga, kualitas bangunannya dipastikan bagus.

“Jadi ke depan itu tidak ada lagi rumah yang tidak layak, atau rumah duafa itu tidak ada lagi,” kata Andre, Senin, 24 Juni 2019.

Pembangunan rumah layak huni, menurut dia, sudah diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2017 tentang Prioritas Penggunaan Dana Gampong, yang mewajibkan setiap desa membangun dua unit rumah duafa per tahun.

Andre menjelaskan, dalam dua tahun kemarin di berbagai desa wilayah Aceh Utara, secara berkala dibangun tiga sampai empat unit rumah yang layak ditempati. Ia menyebut, pembangunan di sana turut dimonitor langsung oleh masyarakat.

“Proses pembanguan juga diawasi sendiri oleh masyarakat desa. Sehingga, kualitas bangunannya dipastikan bagus,” tuturnya

Andre melanjutkan, program Bupati Aceh Utara dalam tiga tahun ke depan ia rasa tak akan meleset dari target yang telah dicanangkan.

“Dari 852 desa, kita targetkan seluruhnya rumah duafa selesai dibangun tiga tahun ke depan. Jadi seluruh rumah sudah layak huni,” ujar dia. []

Tulisan feature dari Aceh Utara: