UNTUK INDONESIA

Profil Wishnutama Kusubandio, Disebut Menteri Gagal

Sebeum menjadi Menparekraf, Wishnutama telah malang melintang di dunia pertelevisian, terakhir ia menjadi CEO NET.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. (Foto: Instagram/Wishnutama)

Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio disebut sebagai Menteri dengan pemikiran kosong oleh Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Ia juga memberikan pendapatnya mengenai kinerja Menparekraf itu.

Ferdinand mengatakan sejak awal dinobatkan sebagai Menparekraf hingga saat ini, Wishnutama tidak menunjukkan terobosan untuk mendongkrak pariwisata Indonesia, baik dikancah lokal maupun internasional.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin mengatakan survei yang dibuat lembaganya menunjukkan Wishnutama Kusbandio adalah menteri terburuk nomor enam dari bawah.

Profil Wishnutama Kusbandio

Sebelum ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Wishnutama telah malang melintang di dunia pertelevisian, terakhir ia menjadi CEO NET.

Pria asal kelahiran Jayapura, 4 Mei 1970 ini akrab dengan panggilan Tama. Meskipun lahir di Jayapura, Tama melanjutkan pendidikannya ke Jakarta saat masih SMP. Tepatnya dia bersekolah di SMP Tarakanita 5 Jakarta.

Kemudian dia melanjutkan sekolahnya ke Queensland, Australia, yaitu di Kooralbyn International School dan International School Singapore.

Setelah lulus dari SMA, Tama melanjutkan pendidikannya dengan beasiswa di Norwich University. Lulus pada tahun 1992, pedidikannya tidak berhenti sampai disitu saja. Tama melanjutkan kuliah lagi di dua kampus sekaligus berada di Kota Boston, yaitu di Emerson College serta Liberal arts di Mount Ida Collage dengan jurusan komunikasi.

Perjalanan Karier Tama

Setelah lulus dari Emerson College, Tama bekerja di dunia pertelevisian di staisun televisi WHDH7 di Boston, Amerika Serikat. Pada 1994, Tama kembali ke Indonesia dan melanjutkan pekerjaannya di dunia pertelivisian sebagai Supervisor On Air Promotion di Indosiar.

Kariernya di dunia pertelevisian terus berkembang hingga diangkat menjadi Production Manager.

Tidak berhenti disitu, Tama terus berusaha mendapatkan yang lebih baik. Di tahun 2001, Tama putuskan untuk pindah bekerja di Trans TV sebagai Kepala Divisi Produksi. Kariernya terus berkembang dengan suksesnya meraih rating yang tinggi di beberapa acara yang ditanganinya itu. Sampai akhirnya ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama.

Tidak ingin merasa nyaman dengan pencapaiannya yang telah diraih, Tama memiliki keinginan besar untuk mengubah wajah industri TV Indonesia. Pada 18 Mei 2013, Tama bersama pengusaha Agus Lasmono (Indika Group) mengubah Spacetoon TV menjadi NET TV.

Perjalanannya di dunia pertelevisian membuat reputasinya naik. Wishnutama pernah mendapatkan penghargaan sebagai Best CEO in Indonesia tahun 2010 serta Indonesia Youngster Inc oleh majalah SWA.

Sekarang, Wishnutama menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kabinet Jokowi jilid II. Dia mengaku akan bekerja untuk negara dengan baik.

Namun, saat ini beberapa pejabat dan politisi menilai kinerja Wishnutama yang tidak ada perkembangan. Menurut Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy Satyo Purwanto, Jokowi harus memecat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. Sebab, Wishnutama dinilai tidak memiliki kompetensi setingkat Menteri sehingga dia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki perekonomian.

Pendidikan

  1. SMP Tarakanita 5 Jakarta, Indonesia
  2. Kooralbyn International School Queensland, Australia
  3. International School Singapore
  4. Norwich University – The Military College of Vermont, Navy ROTC, Amerika Serikat
  5. Mount Ida College, jurusan Liberal Arts di Boston, Amerika Serikat
  6. Emerson College, jurusan Komunikasi di Boston, Amerika Serikat

Karier

  1. Production Assistant, New England Cable News, Amerika Serikat (1993)
  2. Assistant Director On Air Promotion, WHDH-TV, INC. A CBS Affiliate, Amerika Serikat (1993–1994)
  3. On Air Promo Supervisor, Departemen Programming, Indosiar (1994–1995)
  4. Producer Director, Departemen Produksi, Indosiar (1995–1997)
  5. Produser Eksekutif, Departemen Produksi, Indosiar (1997–1998)
  6. Kepala Seksi Non-Drama, Departemen Produksi, dan Produser Eksekutif Departemen Pemberitaan, Indosiar (1998–1999)
  7. Manajer Produksi, Indosiar (1999–2001)
  8. Kepala Divisi Produksi dan Fasilitas, PT. Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV) (2001–2004)
  9. Direktur Operasional, PT. Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV) (2004–2006)
  10. Wakil Direktur Utama/COO, PT. Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV) (2006–2008)
  11. Direktur Utama/CEO PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (Trans 7) (2006–2008)
  12. Direktur Utama/CEO PT. Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV) (2008–2012)
  13. Direktur PT. Agranet (detik.com) (2011–2012)
  14. Komisaris PT. Televisi Anak Spacetoon (2012–2014)
  15. Presiden Direktur/CEO PT. Net Mediatama Televisi (NET.) (2013–2019)
  16. Advisory Board Members Asian Television Awards (2016–sekarang)
  17. Creative Director (Sutradara Kreatif) Ceremonies Asian Games 2018 (2016–2018)
  18. Ketua ATVNI (Asosiasi Televisi Nasional Indonesia) (2017–2019)
  19. Komisaris Kumparan.com (2017–2019)
  20. Dewan Penasihat Nasional Pramuka (2018–2023)
  21. Komisaris Utama NET. (2019)
  22. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2019–sekarang)
  23. Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2019–sekarang)

Pengahargaan

  1. Best CEO oleh Majalah SWA tahun 2010
  2. Indonesia Youngster Inc. versi Majalah SWA
  3. Marketeer of the Year 2015[11] Indonesia Marketing Champion category: Broadcast,TV, and Media
  4. The 500 Most Influential CEOs in The World berdasar Richtopia.com tahun 2015
  5. The Best Chief Strategy Execution Officer Across All Industries oleh Tempo Media Group The Winner of 2016 Strategy-Into-Performance Execution Excellence (SPEX2) Awards
  6. Best Digital Talent - Digital Business Leader Bubu Awards 2017 Indosat Ooredoo IDByte
  7. 7Indonesia's Influential Person in Creative Industry Awards (Television and Radio) IdeaFest 2017
  8. The Most Admired CEO in Television Sector versi Warta Ekonomi
  9. Tokoh Pemberdayaan 2018 oleh Rumah Zakat Indonesia. [] (Amira Salsabila Aprilia)

Baca juga: 

Berita terkait
Wishnutama Minim Terobosan dan Salah Alokasi Anggaran
Pengamat dan praktisi pariwisata Taufan Rahmadi mengatakan, kinerja Menparekraf Wishnutama secara keseluruhan adalah minim terobosan.
Ferdinand Hutahaean Sebut Wishnutama Pemikirannya Kosong
Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyebut Wishnutama Kusubandio sebagai seorang Menteri memiliki pemikiran yang kosong.
Hasil Survei: Wishnutama Menteri Terburuk Nomor 6 dari Bawah
Hasil survei dari Indonesia Political Review menunjukan dari 38 Menteri, Wishnutama berada di posisi ke 33.
0
Aneh, Idris Dinyatakan Sembuh Setelah Debat Publik
Idris yang belum lama ini diberitakan berhalangan mengikuti debat publik kemudian dinyatakan sembuh beberapa hari kemudian, tepatnya usai debat.