UNTUK INDONESIA
Profil Rospita Sitorus, Kandidat Cawabup Simalungun
Banyak yang kaget manakala dia memutuskan untuk mau mendampingi sosok Anton Saragih dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Ir Rospita Sitorus. (Foto: Facebook Rospita Sitorus)

Simalungun - Banyak yang kaget manakala dia memutuskan untuk mau mendampingi sosok Anton Saragih dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. 

Itu lantaran dua periode hingga menjalani periode ke tiga sebagai anggota DPRD Kabupaten Simalungun, perempuan yang dikenal dulunya aktivis sosial dan akademisi itu selalu bersuara lantang, kritis dan cenderung oposan dalam mengawal setiap kebijakan dan gerakan yang dilakukan JR Saragih, Bupati Simalungun dua periode yang juga adik kandung Anton Saragih.

Keputusan untuk mengatakan ya, sebetulnya juga tidak mudah dilakukan olehnya. Dia sadar, betapa selama ini dirinya berdiri di posisi yang selalu berhadap-hadapan dengan Bupati JR Saragih, dan itu dia lakukan sebagai bagian tugas anggota dewan, tugas konstitusional yang dia emban.

Semula, sosoknya justru digadang akan berdampingan dengan Ir Amran Sinaga, Wakil Bupati Simalungun yang saat ini masih mendampingi Bupati JR Saragih menuntaskan masa bakti mereka 2015-2020.

"Kami bertemu dalam setiap kegiatan pemerintahan, beliau sebagai wakil bupati dan saya wakil ketua DPRD periode lalu, beerapa kali komunikasi dan beliau memberi saya sinyal untuk menatap Pilkada 2020," kata wanita ini, Ir Rospita Sitorus, yang kini masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Simalungun periode 2019-2024.

Sinyal Amran itu, menurut Rospita semula dia sambut dengan mengalir. Bahkan dalam beberapa kesempatan mereka melakukan komunikasi dan jalan bareng dalam meretas niat untuk bergandengan dalam Pilkada 2020.

Meski begitu, Rospita menyebut belum begitu mantap untuk memutuskan maju dalam pesta demokrasi pemilihan langsung saat itu. Dia mengalir saja, seperti air sungai yang terus mencari titik muaranya. Dan, di tengah jalan sebuah tawaran serius pun mengusik benaknya. Kali ini datang dari abang kandung JR Saragih, yakni Anton Saragih.

Sadar dirinya sudah dihitung para kandidat untuk ikut bertarung dalam Pilkada 2020, Rospita kemudian berkontemplasi, selain pula melakukan diskusi dengan keluarga terutama sang suami, seorang ASN bernama Raja Sianipar.

"Tawaran itu akhirnya saya terima, dengan risiko meninggalkan jabatan DPRD, yang masih tersisa empat tahun lagi," tuturnya dalam sebuah bincang panjang dengan Tagar awal Juli 2020.

Rospita, wanita kelahiran Bah Butong, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun pada 15 April 1963, memiliki alasan mendasar mengapa dia akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran bergandengan dengan Anton Saragih.

Di luar perhitungan politik, aktualisasinya di DPRD sepertinya sudah mengalami kemandekan dan nirtantangan. Sebab dia sudah pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD periode 2014-2019 lalu. Ketika dia kemudian hanya anggota biasa di Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Simalungun, dia merasa tak memiliki lagi sesuatu yang membuatnya 'berkeringat'.

Saya selalu merasa punya keyakinan, maka itu saya terima

"Saya suka tantangan. Saya suka menjauhi hal-hal yang membuat saya nyaman. Saya tidak mau berada di zona nyaman," tukasnya. 

Jalan hidupnya benar seperti air sungai, mengalir dan akhirnya menemukan muaranya. Tawaran untuk menjadi calon wakil bupati dianggap sebuah tantangan baru. 

"Saya selalu punya keyakinan dan memutuskan untuk maju. Saya selalu merasa punya keyakinan akan sebuah hal, maka itu saya terima," katanya.

Rospita SitorusRospita Sitorus (kanan), Juliari Batubara dan Anton Saragih ketika di Kantor DPP PDIP di Jakarta. (Foto: Facebook Rospita Sitorus)

Belakangan dirinya diisukan menerima tawaran sebagai bakal calon wakil bupati bagi Anton Saragih karena dibayar. Ibu tiga anak, yakni dua putra dan satu putri itu menampiknya dengan keras. Rospita menegaskan jalan politiknya selalu dengan perhitungan dan keyakinan, bukan pragmatisme.

Pasangannya, Anton Saragih menurut dia, bisa diandalkan dan memiliki kemampuan emosional, intelektual dan sosial yang memadai jika kelak mereka diberi izin oleh Tuhan menjadi pemenang di Pilkada 2020 Kabupaten Simalungun.

"Orangnya punya kemampuan pemikiran, karena latar belakang pendidikan, pernah jadi dosen dan pernah bekerja di sebuah BUMN," tuturnya, menyebut satu dua hal positif yang dimiliki pria yang sudah menyandang haji itu.

Tidak takut menjadi sasaran tembak lawan, mengingat adiknya masih bupati dan cukup kontroversial dikenal publik? Rospita menyebut dirinya sudah menghitung dan mempersiapkan diri untuk itu.

Pasangan ini kabarnya akan diusung oleh koalisi PAN dan PDIP. PAN pemilik dua kursi di DPRD Kabupaten Simalungun, sedangkan PDIP menguasai delapan kursi dan itu sudah cukup bagi pasangan Anton Saragih-Rospita Sitorus sebagai tiket ikut berlaga di kontestasi Pilkada 2020.

Sebagai aktivis partai politik yang bisa menembus tiga pemilihan legislatif sejak 2009, Rospita tentu memiliki strategi konsolidasi dan komunikasi ke akar rumput untuk mendulang suara dalam Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Kekuatannya adalah keyakinan dan kerja keras.

Biodata

Nama: Ir Rospita Sitorus

Tempat dan Tanggal Lahir: Bah Butong, 15 April 1963

Alamat: Nagori Kebun Sayur, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun

Pekerjaan: Anggota DPRD Kabupaten Simalungun

Riwayat Pendidikan:

1. SDN Bah Butong Tahun 1976

2. SMP Dharma Pertiwi Bah Butong Tahun 1978

3. SMA FKIP Nommensen Pematangsiantar Tahun 1983

4. Universitas Sumatera Utara Tahun 1988

Pengalaman Organisasi:

1. Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Simalungun 2005-2010

2. Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Simalungun 2010-2015

3. Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Simalungun 2015-2020

4. Bendahara DPC PDIP Kabupaten Simalungun 2019-sekarang

5. Bendahara Cabang GMKI Medan 1985-1987

6. Wakil Sekretaris Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia Siantar-Simalungun 2005-sekarang

7. Sekretaris Persatuan Wanita Kristen Indonesia Kabupaten Simalungun 2006-2011

8. Sekretaris Persatuan Wanita Kristen Indonesia Kabupaten Simalungun 2011-2016

9. Ketua Lembaga Study Pemberdayaan Perempuan Marina Siantar-Simalungun

Riwayat Jabatan:

1. Anggota DPRD Kabupaten Simalungun 2009-2014

2. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun 2014-2019

3. Anggota DPRD Kabupaten Simalungun 2019-2024.[]


Berita terkait
Profil David Tobing, Gugat Telkomsel Pulsa Dicuri
Siapa David Tobing yang pernah gugat Telkomsel atas kasus pencurian pulsa senilai 90 ribu rupiah pada 2011.
Profil Napoleon Bonaparte, Gegara Djoko Tjandra
Siapa Napoleon Bonaparte yang dicopot dari jabatannya karena terlibat dalam pelarian buron kasus Bank Bali, Djoko Tjandra?
Profil Achmad Purnomo, Rekom PDIP Ditikung Gibran
Sosok Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri dianggap melemah menyusul majunya putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dalam Pilkada Kota Solo,
0
Corona di DIY Tambah 21 Kasus, Terbanyak Gunungkidul
Pasien positif corona bertambah 21 kasus di Provinsi DIY per 22 Juli 2020. Dari jumlah itu, terbanyak dari Gunungkidul dengan 12 kasus.