UNTUK INDONESIA
Profil Nana Sudjana, Calon Pengganti Kapolri Idham Azis
Nama Inspektur Jenderal Nana Sudjana disebut-sebut sebagai salah satu kandidat Kapolri, menggantikan Idham Azis yang akan pensiun Januari 2021.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana. (Foto:Wikipedia)

Jakarta - Nama Inspektur Jenderal Nana Sudjana disebut-sebut sebagai salah satu kandidat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), untuk menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan pensiun Januari 2021. Masih tujuh bulan lagi dan bursa calon Kapolri sudah ramai diperbincangkan dari sekarang.

Profil Nana Sudjana

Irjen Pol Nana Sudjana, lahir di Cirebon, Jawa Barat, 26 Maret 1965, dan menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya sejak 7 Januari 2020. Irjen Pol Nana berpengalaman dalam bidang intel.

Sebelum menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana menjabat Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB). Selama alumnus Akademi Kepolisian tahun 1988 ini menjabat Kapolda NTB, situasi keamanan di daerah itu cukup kondusif. Hal ini disampaikan Gubernur NTB Zulkieflimansyah menjelang dilantiknya Nana sebagai Kapolda Metro Jaya, Desember 2019.

Zulkieflimansyah menilai Nana Sudjana figur polisi bertangan dingin. Kemampuan komunikasinya luwes sehingga bisa menjangkau berbagai kalangan.

“Selama Irjen Nana Sudjana menjadi Kapolda NTB, meski bisa dibilang baru sebentar, Provinsi NTB terjamin dalam keadaan aman. Potensi benturan di masyarakat berhasil dikelola dengan baik dan ketertiban berjalan maksimal. Dalam waktu yang serba singkat, beliau telah mendapatkan apresiasi positif dari tokoh dan masyarakat NTB,” ujar Zulkieflimansyah saat itu.

Menurutnya, Nana 'matang' saat mengawal Ibu Kota saat bergulirnya reformasi dan setelahnya, situasi politik dan keamanan yang sangat dinamis. Apalagi pasca-Pilpres 2019, kata Zul, kondisi masyarakat bisa dibilang dalam situasi terbelah, sebab turbulensi politik identitas masih dapat mempengaruhi situasi keamanan nasional.

“Saya rasa memang di situlah dibutuhkan profil yang matang dan mumpuni, yang dapat berperan sebagai cooling system, yang mampu melindungi hak dan kepentingan warga negara bahkan kewajiban dan hak pemerintah. Termasuk menjaga ibu kota untuk menjaga stabilitas serta rasa aman masyarakat dalam menggerakkan ekonomi,” tutur Zul, sapaan akrabnya.

Nana menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Mei 2019. Dia kemudian dirotasi menjadi Kapolda Metro Jaya berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/3331/XII/KEP/2019, pada 20 Desember 2019.

Saya alhamdulillah, saya mendapatkan amanah dan ini suatu kepercayaan dari pimpinan Polri untuk menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Ini surprise buat saya.

Nana SudjanaIrjen Pol Nana Sudjana dan istri, Shinta Nana Sudjana. (Foto: indeksnews)

Nana menggantikan Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, rekan seangkatannya di Akpol, sebagai Kapolda Metro Jaya. Sementara Gatot mendapat kenaikan pangkat menjadi Komjen Pol, dan diberi amanah untuk menjabat Wakapolri. Saat ini nama Gatot juga santer disebut-sebut sebagai calon Kapolri.

Tiga jabatan terakhir Irjen Pol Nana Sudjana, sebelum menjabat Kapolda NTB adalah Direktur Intelijen Keamanan Polda Jawa Timur pada 2014, Wakapolda Jambi pada 2015 dan Wakapolda Jawa Barat (2016). Selanjutnya dia mengisi pos sebagai Direktur Politik Baintelkam Polri.

"Saya alhamdulillah, saya mendapatkan amanah dan ini suatu kepercayaan dari pimpinan Polri untuk menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Ini surprise buat saya," kata Nana, Rabu, 8 Januari 2020.

Nana mengaku pernah meniti karier di Polda Metro Jaya, yakni sejak berpangkat sebagai AKP hingga AKBP. "Ini bukan yang pertama, saya pernah menjabat, saya masuk sini (jabatannya) AKP kemudian Kompol. Saya (menjabat) Kanit terus Kasat Intel Polres Jakarta Barat."

Selama pandemi Covid-19, Polda Metro Jaya di bawah kepemimpinannya telah membangun sedikitnya tujuh dapur umum. Dapur umum itu  tersebar di Taman Sari, Tanjung Priok, Kampung Melayu, Kebayoran Lama, Kemayoran, Johar Baru, dan Tambun Selatan

"Dapur umum ini diadakan dalam rangka membantu masyarakat yang memang butuh, yaitu lapisan bawah, untuk memenuhi kebutuhannya," kata Nana di Jakarta, Rabu,15 April 2020.

Dapur umum tersebut menyediakan makan siang dan makan malam bagi warga sekitar. Setiap harinya dapur umum itu bisa menyediakan sampai sekitar 400-500 porsi. Layanan ini dilakukan door to door juga take away.

"Yang kita harapkan adalah mereka tetap menjaga physical distancing," ujar Nana.

Nana SudjanaIrjen Pol Nana Sudjana dan istri, Shinta Nana Sudjana, saat pedang pora pelepasan di Polda Nusa Tenggara Barat. (Foto: kicknews.today)

Masih selama pandemi, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap peredaran 26,8 kilogram sabu-sabu, dari beberapa kasus. Dua kasus besar di antaranya dibongkar Polsek Kalideres dan Polsek Kembangan awal Mei ini.

Kasus pertama, Polsek Kembangan menangkap satu tersangka berinisial MY dengan barang bukti 2,4 kilogram sabu-sabu, di Percetakan Negara, Jakarta Pusat, sekitar pukul 13.30 WIB, Minggu, 3 Mei 2020.

Kasus kedua, diungkap Polsek Kalideres. Dua orang berinisial NTO dan WNR berhasil dibekuk berikut barang bukti 14,4 kilogram, di salah satu apartemen, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 6 Mei 2020.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat juga berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu, dengan barang bukti seberat 10 kilogram dan tersangka tujuh orang.

Jika dikonversi menjadi rupiah, barang bukti narkotika yang disita Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek jajaran senilai Rp 26 miliar dan bisa menyelamatkan nyawa 100.000 jiwa.

Riwayat Jabatan Nana Sudjana

  • Pamapta Polresta Yogyakarta (1988)
  • Kapolsekta Umbulharjo Polresta Yogyakarta
  • Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakbar (2002)
  • Kapolres Probolinggo (2006)
  • Wakapolwiltabes Surabaya (2008)
  • Analis Utama Tk. III Baintelkam Polri
  • Kapoltabes Surakarta (2010)
  • Dirintelkam Polda Jateng (2011)
  • Analis Utama Tk. I Baintelkam Polri (2012)
  • Analis Kebijakan Madya bidang Ekonomi Baintelkam Polri (2013)
  • Dirintelkam Polda Jatim (2014)
  • Wakapolda Jambi (2015)
  • Wakapolda Jabar (2016)
  • Dirpolitik Baintekam Polri (2016)
  • Kapolda NTB (2019)
  • Kapolda Metro Jaya (2019)

(PEN)

Baca juga:

Berita terkait
Profil Boy Rafli Amar, Calon Pengganti Kapolri
Komjen. Pol. Boy Rafli Amar digadang-gadang turut meramaikan suksesi pergantian Kapolri pengganti Idham Azis yang akan pensiun pada Januari 2021.
Profil Rycko Amelza Dahniel, Calon Pengganti Kapolri
Rycko Amelza Dahniel masuk menjadi salah satu perwira tinggi kandidat kuat pengganti Kapolri Idham Azis
Profil Sigit Prabowo dan 7 Nama Masuk Bursa Kapolri
Pengganti Kapolri Idham Azis mulai diperbincangkan di internal. Berikut 8 profil calon penggantinya termasuk Sigit Prabowo.
0
Setelah 44 Tahun, Aceh Kelola Sendiri Migas Blok B
Setelah menunggu selama 44 tahun sejak 1976, Aceh akhirnya memiliki wewenang untuk mengambil alih pengelolaan minyak dan gas bumi di Aceh Utara.