Profil Gatot Eddy Pramono, Calon Pengganti Kapolri

Nama Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono masuk bursa calon Kapolri, berpeluang menggantikan Idham Azis yang akan pensiun Januari 2021.
Wakapolri, Komjen Gatot Eddy Pramono. (Foto: Wikipedia)

Jakarta - Nama Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, muncul sebagai salah satu tokoh yang berpeluang menduduki posisi Kapolri, menggantikan Idham Azis yang akan pensiun Januari 2021. Mantan Kapolda Metro Jaya ini matang pengalaman dalam bidang reserse.

Profil Gatot Eddy Pramono

Komjen Pol Gatot Eddy Pramono lahir di Solok, Sumatera Barat, 28 Juni 1965. Komjen Gatot yang merupakan lulusan Akpol tahun 1988 ini sejak 20 Desember 2019 mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono sebagai Wakapolri menggantikan Komisaris Jenderal (Purn) Ari Dono Sukmanto yang pensiun pada 1 Januari 2020. Gatot dilantik di Gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Januari 2020.

Posisinya sebagai Kapolda Metro Jaya digantikan Inspektur Jenderal Nana Sujana. Semasa menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Gatot melewati beragam peristiwa. Mulai dari pemilu presiden hingga penolakan Rancangan Undang-undang KUHP dan pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Bukan hanya menangani beragam peristiwa tersebut, saat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Gatot juga merilis sejumlah aplikasi untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, di antaranya aplikasi e-Drives, Help Renakta, dan Satpam Mantap.

Aplikasi e-Drives, misalnya, digunakan untuk melakukan penilaian secara elektronik pada masyarakat yang sedang melakukan ujian praktik membuat Surat Izin Mengemudi (SIM). Dengan aplikasi ini, penilaian dalam sistem dilakukan secara transparan.

Aplikasi e-Drives, kata Gatot saat rilis waktu itu, merupakan salah satu upaya untuk mengubah cara pengujian SIM dari sistem konvensional menjadi elektronik. Semuanya bakal dilakukan secara komputerisasi, bukan lagi secara manual.

Selanjutnya, aplikasi Help Renakta, adalah hasil kerja sama dengan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ada tiga fitur dalam aplikasi Help Renakta, yakni mendeteksi keberadaan pemilik ponsel dengan sistem peta real time. Kemudian, fitur empat tombol darurat yang digunakan untuk meminta bantuan, menghubungi operator, buzz, dan call Renakta.

Fitur selanjutnya dari aplikasi Renakta adalah jendela informasi, berisi kumpulan informasi bantuan hukum, anak hilang, dan panduan wajib untuk penyuluhan hukum untuk korban kejahatan.

Sementara, aplikasi Satpam Mantap, dibuat untuk memanfaatkan satpam yang bekerja di perumahan di Jakarta. Semua dilakukan untuk mendeteksi dini kejahatan di tempat umum.

Kapolda Metro JayaGatot Eddy Pramono ketika menjabat Kapolda Metro Jaya. (Foto: Instagram/@humas.pmj)

Kinerja Gatot kala itu mendapat pujian dari Kapolri Jenderal Idham Azis, yang hadir dalam acara rilis tersebut. Ia menilai Gatot layak mendapatkan apresiasi dan penghargaan. Gatot pun dianggap layak menjabat di lingkungan Markas Besar Kepolisian RI.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane saat itu menilai Gatot pantas menduduki jabatan Wakapolri. Neta menyebut tiga alasan Gatot pantas menjadi Wakapolri.

Pertama, Gatot pernah dijagokan internal Polri untuk menjadi Kapolri. Kedua, prestasi Gatot saat pendidikan kepolisian cukup menonjol. Ketika di PTIK dan Sespim, Gatot selalu bersaing dengan Tito Karnavian. Ketiga, saat proses Pilpres, Gatot sebagai Kapolda Metro Jaya 'cukup berdarah-darah' mengamankan ibu kota yang kerap diterjang aksi demonstrasi yang diwarnai kerusuhan.

Sebelum menjabat Kapolda Metro Jaya, Gatot pernah dipercaya menjabat sebagai Kapolres Blitar, Sekretaris Pribadi Kapolri, dan Kapolres Metro Depok (2008).

Selanjutnya, dia pernah menjabat Kapolres Metro Jaksel (2009), Direktur Reskrimum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya (2011), Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2012), Kabagdukminops Robinops Sops Polri (2013).

Dia juga pernah menduduki posisi Karolemtala Srena Polri (2014), Wakapolda Sulsel (2016), Staf Ahli Sosial Ekonomi (Sahlisosek) Kapolri (2017) dan yang terakhir Gatot menjabat sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri.

Tahun 2018, Gatot juga dipercaya menjadi Ketua Satgas Nusantara. Satgas ini dibentuk agar Pilkada Serentak 2018 bisa berjalan aman.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy PramonoGatot Eddy Pramono (depan) ketika menjabat Kapolda Metro Jaya, mendatangi lokasi pascakerusuhan di depan Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Kamis 23 Mei 2019. (Foto: Antara/Astrid Faidlatul Habibah)

Riwayat Pendidikan Gatot Eddy Pramono

  • AKABRI A (1988)
  • PTIK (1996)
  • SESPIM (2002)
  • SESPIMTI (2012)

Pangkat Gatot Eddy Pramono

  • Inspektur Polisi Dua (26 Juli 1988)
  • Inspektur Polisi Satu
  • Ajun Komisaris Polisi
  • Komisaris Polisi
  • Ajun Komisaris Besar Polisi
  • Komisaris Besar Polisi (2008)
  • Brigadir Jenderal Polisi (17 Oktober 2014)
  • Inspektur Jenderal Polisi (21 Juli 2017)
  • Komisaris Jenderal Polisi (26 Desember 2019)

Riwayat Jabatan Gatot Eddy Pramono

  • Wakil Kepala Kepolisian Sektor Selektif Wlingi Resor Blitar (1988)
  • Kepala Kepolisian Sektor Srengat Resor Blitar (1988)
  • Komandan Peleton Taruna Akabri Semarang (1991)
  • Perwira Administrasi Operasi Pusat Komando Pusat Komando dan Pengendalian Kepolisian Daerah Metro Jaya (1991)
  • Perwira Menengah Kepolisian Daerah Metro Jaya (1992)
  • Kepala Sub Unit Curi Direktorat Serse Kepolisian Daerah Metro Jaya (1993)
  • Perwira Menengah pada Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (1994)
  • Kepala Sekretariat Operasi Pusat Komando Pusat Komando dan Pengendalian Biro Operasi Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur (1996)
  • Kepala Kepolisian Sektor Cempaka Putih Resor Metro Jakarta Pusat (1998)
  • Perwira Bantuan Muda Tugas Khusus Perwira Bantuan IV/Staf Personil Polri (1999)
  • Perwira Penghubung Protokol Kapolri (2001)
  • Kepala Satuan I/Pidana Umum Direktorat Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Timur (2002)
  • Kepala Kepolisian Resor Blitar (2005)
  • Sekretaris Pribadi Kapolri (2006)
  • Kepala Kepolisian Resor Metro Depok (2008)
  • Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan (2009)
  • Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya (2011)
  • Analis Kebijakan Madya bidang Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri (2012)
  • Analis Kebijakan Madya bidang Pengkajian Strategi Staf Operasi Polri (2012)
  • Kepala Bagian Dukungan Administrasi Operasional Biro Pembinaan Operasi Staf Operasi Polri (2013)
  • Kepala Biro Kelembagaan Tata Laksana Staf Perencanaan dan Anggaran Polri (2014)
  • Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (2016)
  • Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri (2017)
  • Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri (2018)
  • Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (2019)
  • Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (2019)

Kasus Terkenal Ditangani Gatot Eddy Pramono 

  • Pencurian dengan kekerasan lintas provinsi kelompok John Tamba (2011)
  • Pembobolan kartu kredit (2011). []

(PEN)

Baca juga:

Berita terkait
Profil Agus Andrianto, Calon Pengganti Kapolri
Agus Andrianto masuk dalam daftar delapan perwira tinggi calon pengganti Kapolri Idham Azis yang akan pensiun pada Januari 2021.
Profil Rycko Amelza Dahniel, Calon Pengganti Kapolri
Rycko Amelza Dahniel masuk menjadi salah satu perwira tinggi kandidat kuat pengganti Kapolri Idham Azis
Profil Sigit Prabowo dan 7 Nama Masuk Bursa Kapolri
Pengganti Kapolri Idham Azis mulai diperbincangkan di internal. Berikut 8 profil calon penggantinya termasuk Sigit Prabowo.
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan