UNTUK INDONESIA
Profil Muannas Alaidid, Pengacara Denny Siregar
Muannas Alaidid mengklaim mewakili 160 juta pelanggan dalam menggugat Telkomsel terkait bocornya data pribadi Denny Siregar.
Ketua Cyber Indonesia sekaligus Politisi Partai Solidaritas Indonesia Muannas Alaidid menanggapi tokoh PA 212 Novel Bamukmin soal isu Ahok jadi Dirut Pertamina. (foto: Tagar/dok. pribadi).

Jakarta - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus kuasa hukum Denny Siregar, Muannas Alaidid mengaku siap untuk menggugat Telkomsel terkait bocornya data pribadi kliennya. 

Dia mengklaim gugatan tersebut juga mewakili 160 juta pelanggan Telkomsel yang datanya bisa saja sewaktu-waktu bocor seperti yang dialami Denny Siregar.

Kami akan mengajukan gugatan perdata kepada direksi Telkomsel, dalam waktu dekat. Kami berjuang.

"Kami akan mengajukan gugatan perdata kepada direksi Telkomsel, dalam waktu dekat. Kami berjuang. Kami tidak tahu ujungnya akan seperti apa. Kalaupun kalah, setidaknya kami pernah berjuang dan kalah secara terhormat," ujar Muannas kepada Tagar, Selasa, 14 Juli 2020.

Muannas juga mengaku akan menolak tawaran damai dari Telkomsel dengan alasan apapun. Pasalnya dia berjuang tidak hanya untuk membela Denny tetapi seluruh pelanggan Telkomsel yang berpotensi menjadi korban kebocoran data pribadi.

"Kalau mengajak damai berarti beranggapan bahwa seolah-olah persoalan ini antara Denny dan provider. Ini bukan persoalan Denny dan provider, ini persoalan 160 juta penguna data lainnya juga," tutur Muannas.

Profil Muannas Alaidid

Muannas Alaidid merupakan seorang pengacara kelahiran 3 Desember 1980. Namanya dikenal ketika ia menjadi tim kuasa hukum Abu Bakar Baasyir, Jafar Umar Thalib dan bahkan Muhammad Rizieq Shihab.

Namun kemudian, Muannas masuk menjadi salah satu kelompok pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bernama Komunitas Advokat Kotak Badja (KOTAK BADJA) ketika menghadapi kasus penistaan agama pada 2016 lalu.

Untuk membela Ahok, Muannas juga melaporkan Jonru Ginting, Buni Yani, dan Andi Latief atas dakwaan ujaran kebencian dan UU ITE. Tidak hanya itu, ia juga sempat melaporkan Bahar bin Smith atas dakwaan ujaran kebencian pada 28 November 2018.

Setelah mendapatkan kepopulerannya, Muannas kemudian mencoba keberuntungan di dunia politik dengan maju sebagai calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia untuk pemilu 2019, namun gagal. 

Diketahui, selama kariernya sebagai advokat, Muannas telah banyak melaporkan orang ke polisi. Pada Mei 2020 lalu, ia mengancam akan melaporkan jurnalis, Farid Gaban ke polisi karena cuitannya yang mengkritik Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki. 

Muannas menganggap Farid telah menyebarkan hoaks dan hasutan karena menuding kerja sama yang dilakukan Teten hanya menguntungkan perusahaan jual beli online, Blibli. 

“Soal dugaan menyebarkan berita bohong,” kata Muannas, Senin, 25 Mei 2020.

Muannas juga aktif dalam kelompok Cyber Indonesia dengan menduduki jabatan sebagai ketua umum. Dalam posisinya ini, ia banyak melaporkan orang atas tuduhan penyebaran hoaks, ujaran kebencian dan pelanggaran UU ITE. 

Seperti, Ratna Sarumpaet hingga pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ke Kepolisian Daerah Metro Jaya terkait dugaan informasi bohong atau hoaks pada 3 Oktober 2018. Saat itu, Ratna sempat mengaku telah dikeroyok sejumlah orang hingga wajahnya lebam. Foto wajah Ratna viral. Prabowo, Sandi dan tim pemenangannya dalam pemilu 2019 turut bersuara soal kasus ini.

Namun belakangan peristiwa pengeroyokan itu tidak pernah terjadi. Wajah Ratna lebam karena perawatan wajah. Ratna dihukum 2 tahun penjara karena menyebarkan berita bohong.

Sebelumnya pada 19 September 2017, Muannas juga melaporkan akun media sosial Jonru Ginting. Muannas tidak terima dengan tudingan Jonru yang menyebut dirinya sebagai anak tokoh PKI DN Aidit. 

"Fitnah mengatakan klien kami ini anak pimpinan PKI, ini fitnah besar, ujaran kebencian,” kata kuasa hukum Muannas, Ridwan Syaidi Tarigan. []

Baca juga:

Berita terkait
Babak Baru Kasus Denny Siregar - Telkomsel
Telkomsel menyatakan maaf atas ketidaknyamanan Denny Siregar atas bobolnya data pribadi. Masalah selesai? Tentu belum. Ini babak baru mereka.
Kasus Telkomsel, Rekrutmen di BUMN Harus Libatkan BPIP dan BIN
Seknas Jokowi mengatakan berkaca dari kasus Telkomsel, rekrutmen direksi, komisaris, dan karyawan di BUMN ke depan harus melibatkan BPIP dan BIN.
Profil Eka Tjipta Widjaja, Pendiri Sinar Mas Grup
Siapa yang tak kenal dengan Eka Tjipta Widjaja, pendiri dan pemilik konglomerasi bisnis Sinar Mas Grup yang berjaya di era Orde Baru.
0
Profil Muannas Alaidid, Pengacara Denny Siregar
Muannas Alaidid mengklaim mewakili 160 juta pelanggan dalam menggugat Telkomsel terkait bocornya data pribadi Denny Siregar.