UNTUK INDONESIA
Profil M Iqbal, Calon Alternatif Pengganti Kapolri
Meski nama Irjen Pol M Iqbal tidak masuk dalam 8 calon pengganti Kapolri Idham Azis. Namun ia cukup potensial menjadi kandidat alternatif.
Kapolda NTB, Irjen M Iqbal. (Foto: Instagram/@poldaNTB)

Jakarta - Nama Inspektur Jenderal Polisi M Iqbal memang tidak masuk dalam daftar delapan perwira tinggi calon pengganti Kapolri Idham Azis yang dirilis oleh Indonesia Police Watch (IPW) pada Kamis, 11 Juni 2020. Tetapi namanya dianggap sebagai calon alternatif dari 8 nama tersebut.

Namun, Ketua Presidium IPW Neta S Pane menyebut nama-nama kandidat calon Kapolri masih sangat cair dan dapat berubah sewaktu-waktu. Menurutnya, calon kuat suksesor Idham Azis akan semakin mengerucut pada November 2020 nanti. Artinya masih ada beberapa bulan untuk mengetahui siapa kandidat kuatnya.

Perjalanan karier di Humas Polri bagi saya adalah pengabdian yang asyik, enjoy, menantang tapi sekaligus bermakna dan membanggakan.

"Nama-nama yang dibahas di internal polri itu masih sangat cair dan belum bisa disimpulkan siapa yang paling kuat. Calon kuat dan kuda hitam baru bisa terbaca di bulan November," kata Neta S Pane saat dihubungi, Sabtu, 20 Juni 2020.

Posisi M Iqbal sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB) dan telah menyandang bintang dua di pundak dinilai sangat strategis untuk menduduki pucuk pimpinan Polri ke depan. Terlebih M Iqbal sebelumnya menduduki posisi Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri.

Baca juga: 5 Kriteria Calon Kapolri Suksesor Idham Azis

Profil Irjen Pol M Iqbal

M Iqbal lahir di Palembang pada 4 Juli 1970. Ia lulus dari Akademi Kepolisian saat usianya menginjak 21 tahun pada 1991. Saat mengemban amanah sebagai Kapolda NTB sejak 1 Mei 2020.

Iqbal mengawali kariernya dengan menjabat sebagai Pamapta Polresta Banjarmasin Polda Kalselteng. Selanjutnya, ia ditunjuk sebagai Wakasat Lantas Polresta Banjarmasin. Tidak lama kemudian, Iqbal dipercaya sebagai Guru Muda I Pusdik Lantas Polri Serpong, Tangerang selama 4 tahun.

Iqbal yang berpengalaman dalam bidang lalu lintas selanjutnya mendapat promosi kembali menjadi Kasat Lantas Polrestabes Pekanbaru Polda Riau pada tahun 2000 hingga 2003. Selanjutnya, ia dipindahtugaskan ke Riau dengan posisi Wakapolresta Dumai.

Kariernya semakin menanjak dengan menduduki beberapa jabatan strategis seperti Kasat Lantas Polrestabes Surabaya Polda Jatim, Kapolres Gresik Polda Jatim, Kapolres Sidoarjo Polda Jatim, dan Kapolrestabes Surabaya Polda Jatim.

Iqbal menyelesaikan pendidikan di PTIK pada tahun 2000. Ia diangkat menjadi Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri pada 2017. Setahun kemudian ia didapuk sebagai Wakapolda Jatim dan tak sampai satu tahun ia kembali ke Jakarta dengan posisi Kadiv Humas Polri.

Irjen Pol Muhammad IqbalKepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal saat meberikan keterangan terkait pencabutan pencekalan Kivlan Zein ke luar negeri, Sabtu 11 Mei 2019. (Foto: Dok Tagar/Aan Febriansyah)

Menjadi Kapolda NTB

Ia dimutasi menjadi Kapolda NTB melalui Telegram Kapolri Nomor ST/1378/V/KEP/2020 tertanggal 1 Mei 2020 yang diteken Wakil Kepala Polri Komjen Gatot Eddy Pramono. Posisi barunya menggantikan Irjen Tomsi Tohir.

Sementara jabatan Kepala Divisi Humas Polri akan diisi oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Argo Yuwono.

Iqbal menceritakan kesannya selama bertugas sebagai Kepala Divisi Humas Polri yang dianggapnya sebagai hal yang menantang dan membanggakan. Menurutnya, Divisi Humas Polri merupakan jabatan yang mewakili ribuan personel kepolisian saat bicara di depan media.

“Perjalanan karier di Humas Polri bagi saya adalah pengabdian yang asyik, enjoy, menantang tapi sekaligus bermakna dan membanggakan,” kata Iqbal, Jumat, 8 Mei 2020.

“Kita sering tampil di layar kaca untuk mewakili ratusan ribu personel Polri se-Nusantara bahkan mewakili nama baik institusi. Ya tanpa berlebihan sosok Kadiv Humas Polri muncul sebagai salah satu public figure di negeri ini,” tutur dia lagi.

Baca juga: Profil Sigit Prabowo dan 7 Nama Masuk Bursa Kapolri

Pendidikan

  1. Akademi Kepolisian (1991)
  2. Pendidikan Spesialisasi Lalu Lintas di Belanda (1996)
  3. Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) (2000)
  4. Sekolah Staf Pimpinan Kepolisian (Sespimpol) (2005)
  5. Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) (2016)

Karier Jabatan

  1. Pamapta Polresta Banjarmasin Polda Kalselteng (1992)
  2. Wakasat Lantas Polresta Banjarmasin, Polda Kalselteng (1993)
  3. Kasat Lantas Polres Kota Baru Polda Kalselteng (1994)
  4. Guru Muda I Pusdik Lantas Polri Serpong, Tangerang (1996)
  5. Kasat Lantas Poltabes Pekanbaru Polda Riau (2000)
  6. Wakapolresta Dumai Polda Riau (2003)
  7. Koorspri Kapolda Riau (2004)
  8. Koorspri Kapolda Jatim (2005)
  9. Kasat Lantas Polwiltabes Surabaya Polda Jatim (2007)
  10. Kapolres Gresik Polda Jatim (2008)
  11. Kapolres Sidoarjo Polda Jatim (2009)
  12. Wakapolwiltabes Surabaya Polda Jatim (2010)
  13. Kepala SPN Lido Polda Metro Jaya (2011)
  14. Kapolres Jakarta Utara Polda Metro Jaya (2012)
  15. Kabid Humas Polda Metro Jaya[1] (2015)
  16. Analis Kebijakan Madya bidang Dalops Sops Polri (dalam rangka Sespimti) (2016)
  17. Kapolrestabes Surabaya Polda Jatim (2016)
  18. Karopenmas Divhumas Polri (2017)
  19. Wakapolda Jatim (2018)
  20. Kepala Divisi Humas Polri (2018)
  21. Kepala Kepolisian Daerah NTB (2020). []
Berita terkait
Profil Fadil Imran, Calon Pengganti Kapolri Idham Azis
Nama Kapolda Jawa Timur Irjen Fadil Imran disebut bakal meramaikan bursa calon Kapolri menggantikan Idham Azis yang akan pensiun. Ini profilnya.
Profil Nana Sudjana, Calon Pengganti Kapolri Idham Azis
Nama Inspektur Jenderal Nana Sudjana disebut-sebut sebagai salah satu kandidat Kapolri, menggantikan Idham Azis yang akan pensiun Januari 2021.
Profil Gatot Eddy Pramono, Calon Pengganti Kapolri
Nama Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono masuk bursa calon Kapolri, berpeluang menggantikan Idham Azis yang akan pensiun Januari 2021.
0
Tips Agar Terlihat Cantik Selama Memakai Masker
Ketika harus memakai masker saat bepergian, wanita pasti akan merasa khawatir karena penutup wajah itu akan menghalangi penampilan cantiknya.