Profil Lengkap 3 Calon Wali Kota Bukittinggi di Pilkada 2020

Tiga orang calon Wali Kota Bukittinggi diprediksi bertarung di Pilkada 2020.
Aparat kepolisian berjaga di Kantor KPU Bukittinggi jelang penetapan dan pengundian nomor urut calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Pilkada 2020. (Foto: Tagar/Rifa Yanas)

Bukittinggi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bukittinggi bakal menetapkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Rabu, 23 September 2020. Setidaknya, ada tiga pasangan calon yang akan berlaga di Pilkada 2020. Berikut profil lengkap 3 calon kepala daerah wisata itu yang berhasil dirangkum Tagar.

1. Erman Safar

Lahir di Bukittinggi 13 Mei 1986. Dia merupakan warga Sawah Aduan, Kelurahan Pakan Kurai, Kecamatan Guguak Panjang. Suami Fiona Agyta itu menjadi calon Wali Kota Bukittinggi termuda dalam perhelatan Pilkada 2020 yang bakal berpasangan dengan Marfendi.

Erman Safar pernah menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kota Bukittinggi. Pada tahun 1992, Erman Safar merupakan murid SDN 09 Pakan Kurai dan lulus tahun 1998. Dia melanjutkan ke MTSN 1 Bukittinggi dan tamat tahun 2001. Setelah itu, dia menempuh jenjang menengah di SMAN 5 Bukittinggi tamatan tahun 2005.

Pada tahun 2008-2015, Erman Safar melanjutkan pendidikan sarjana hukum di Universitas Padjajaran. Dia tercatat aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai ketua Cabang Bandung.

Erman Safar dikenal sebagai bos properti dengan perusahaan Rajasaland Group. Dia menjabat sebagai presiden direktur perusahaan itu sejak tahun 2013.

Bersama Ustadz Abdul Somad (UAS), Erman Safar mendirikan Yayasan Bukittinggi Madani Berbagi di tahun 2019. Setahun kemudian, Prabowo Subianto mempercayainya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Bukittinggi.

“Untuk melahirkan kepemimpinan yang berkemanusiaan agar masyarakat Bukittinggi merasakan hadirnya Pemerintah Kota dan keberpihakannya pada kepentingan masyarakat kota,” tulis Erman Safar pada Formulir Model BB.2-KWK sebagai motivasi pencalonan ke KPU Bukittinggi.

2. Ramlan Nurmatias

Lahir di Bukittinggi 10 Agustus 1964, Ramlan Nurmatias tercatat sebagai Wali Kota Bukittinggi periode 2016-2021. Pada Pilkada 2020, petahana ini menggandeng Syahrizal sebagai calon wakilnya.

Suami Yessi Endriani itu tercatat menempuh pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi di Kota Bukittinggi. Dia pernah bersekolah di SD Fransiskus Bukittinggi tamat tahun 1978, di SMP Xaverius tamat tahun 1981 dan SMAN 3 Bukittinggi tamat tahun 1984. Setelah itu, Ramlan Nurmatias menamatkan sarjana hukum di UMSB Bukittinggi tahun 1989.

Ramlan Nurmatias sangat aktif di berbagai organisasi. Mulai dari pengurus OSIS SMAN 3 Bukittinggi, Senat Mahasiswa Fakultas Hukum UMSB, hingga pengurus KAHMI Bukittinggi.

Ramlan juga pernah menjadi bagian di organisasi kepemudaan seperti KNPI periode 2002-2006 serta Ketua PBSI periode 2000-2006. Dia juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua KPU Bukittinggi periode 2003-2008. Saat ini, dia juga menjabat sebagai ketua PORDASI Sumbar periode 2019-2024.

Seluruh berkas pada masa perbaikan telah lengkap dan memenuhi syarat untuk ke-3 paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi.

Dikenal sebagai pengusaha tajir, Ramlan memiliki sejumlah perusahaan. Di antaranya PT Emeral Group, PT Mahkota Sakato Utama, PT Sugit Sanjaya Prima, dan PT Putra Anak Nagari.

“Membangun dan memajukan Kota Bukittinggi,” tulis Ramlan pada Formulir Model BB.2-KWK sebagai motivasi pencalonan ke KPU Bukittinggi.

3. Irwandi

Irwandi lahir di Bukittinggi 31 Januari 1956. Irwandi memperistri Khadijah dan dikaruniai tiga orang anak. Saat ini, Irwandi merupakan Wakil Wali Kota Bukittinggi periode 2015-2021. Dia akan bertarung di Pilkada 2020 berpasangan dengan aktor David Chalik.

Irwandi juga menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di Kota Bukittinggi. Dia pernah bersekolah di SDN 01 Atas Ngarai tamat tahun 1968, SMPN 02 Panorama tamat tahun 1971, dan SMAN 3 Bukittinggi tamat tahun 1975. Irwandi meraih gelar sarjana hukum di UMSB Bukittinggi tahun 1980.

Lama berkarir di pemerintahan, Irwandi dikenal berkiprah dalam sejumlah organisasi di Kota Payakumbuh. Dia pernah menjabat sekretaris KONI Payakumbuh periode 1992-1997. Selain itu dia mengetuai Persatuan Lansia Payakumbuh periode 2007-2014 dan Kwarcab Pramuka periode 2010-2015.

Sebagai ASN, sejumlah jabatan strategis pernah diembannya. Mulai dari Kabag Hukum Setdako Payakumbuh, Sekretaris DPRD Payakumbuh, Kepala Dispenda dan Pengelolaan Pasar Payakumbuh, Kepala Disperindag Naker Payakumbuh, Kepala Bappeda Payakumbuh, Direktur Utama PDAM Payakumbuh hingga Sekretaris Kota Payakumbuh.

“Terwujudnya Kota Bukittiinggi Yang Aman Sejahtera Ramah dan Indah (Asri) 2025 Berlandasan Agama,” pada Formulir Model BB.2-KWK sebagai motivasi pencalonan ke KPU Bukittinggi.

Pengundian Nomor Urut

Terpisah, Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Bukittinggi, Yasrul menyebutkan berkas pendaftaran 3 pasang calon telah dinyatakan lengkap.

“Seluruh berkas pada masa perbaikan telah lengkap dan memenuhi syarat untuk ke-3 paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi,” katanya, Selasa, 22 September 2020.

Yasrul juga menyebut hasil pemeriksaan kesehatan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga tidak ditemukan unsur ketidakmampuan untuk ke-3 pasang calon. Atas dasar itu, seluruh pasangan calon sudah bisa dilanjutkan ke tahapan selanjutnya.

“Selanjutnya akan dilakukan penetapan pasangan calon Rabu 23 September 2020. Proses pengundian nomor urut akan dilakukan pada Kamis 24 September 2020,” katanya. [PEN]



Berita terkait
Truk Mulai Lewat, Jalur Bukittinggi-Medan Sistem Buka Tutup
Jalan lintas Sumatera Barat - Sumatera Utara yang amblas di kawasan Kabupaten Agam sudah bisa dilewati truk.
Alasan Merosotnya Jumlah Pemilih Kota Bukittinggi
Jumlah daftar pemilih sementara (DPS) Pilkada Bukittinggi merosot dibandingkan DPT Pemilu 2019.
Sejoli Pengedar Sabu Diciduk di Bukittinggi
Sejoli diduga pengedar sabu diringkus jajaran Polres Bukittinggi.
0
Ditemukan 215 Kerangka Anak-anak Penduduk Asli di Kanada
PM Kanada sebut penemuan lebih dari 200 kerangka anak-anak yang dikubur di bekas sekolah asrama penduduk asli bukan insiden terpisah